oleh

Akuntansi dan Syariah

Apa hubungannya akuntansi dengan syariah?

Akuntansi yang kita kenal dapat dikatakan sebagai salah satu jurusan/mata kuliah dimana ada kegiatan memasukkan bukti transaksi, menganalisis keuangan dan lain sebagainya. Akan tetapi, kenapa harus ada akuntansi syariah? Apa hubungan antara dua istilah tersebut? Lalu kenapa harus disandingan dengan istilah syariah? Apakah akuntansi saja itu kurang cukup?

Dikutip dari www.jurnal.id akuntansi syariah adalah bidang akuntansi yang menekan dua hal yaitu akuntabilitas dan pelaporan dimana keduanya sesuai dengan ketentuan syariat islam. Pertanggungan atas pelaporannya dipertanggungjawabkan langsung kepada Allah swt. suatu bidang akuntansi disandingkan bersama istilah syariah agar system yang ada, kegiatannya, maupun pelaporan yang ada dapat sesuai dengan syariat islam yang diajarkan bagi umat muslim. Sebab, kemaslahatan dapat tercapai. Dikutip dari https://cpssoft.com prinsip yang ada di akuntansi syariah diantaranya: prinsip pertanggungjawaban, prinsip keadilan, dan prinsip kebenaran.

Perbedaan menurut para ulama secara singkat dari akuntansi dan akuntansi syariah ialah begaimana penyampaian data kepada subyek yang membutuhkan. Perbedaan lainnya sebagai berikut:

  • Aktiva dalam akuntansi konvensional dibagi menjadi dua yaitu tetap dan lancer. Sedangkan yang syariah dibagi menjadi harta berupa uang dan barang. Barang yang dimaksud terdiri dari barang milik pibadi atau barang dagang.
  • Dalam konsep syariah barang seperti emas, perak memiliki kedudukan yang sama.
  • Konsep konvensional mempratekkan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung semua kerugiandalam perhitungan dan laba yang sifatnya mungkin. Sedangkan syariah menentukan harga dan mata uang yang berlaku, membuat cadangan untuk kemungkinkan bahaya dan risiko.
  • Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal, sedangkan syariah membedakan antara laba aktivitas pokok maupun laba dari sumber yang haram.
  • Konsep syariah memakai kaidah bahwa laba ada ketika ada perkembanngan dan pertambahan pada nilai barang baik yang sudah terjual maupun belum. Laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu nyata diperoleh.

Dari pengertian dan perbedaan diatas, adapun kebaikan yang dapat kita dapatkan selaku akuntan syariah. Apa saja kebaikannya, berikut kebaikan yang akan kita dapatkan:

  • Dapat menggunakan prinsip sesuai syariat islam yang merupakan kewajiban
  • Adanya kebaikan dari akad-akad dalam akuntansi
  • Kejelasan dan keadilan dalam pelaporan keuangan
  • Menjadi salah satu cara ibadah kepada Allah dengan kejujuran
  • Jauh dari kata riba

Demikian hubungan antara akuntansi syariah, definisi, maupun kebaikan yang dapat kita dapatkan. Sesuangguhnya segala sesuatu ada pasti ada kebaikan yang terselip didalamnya. Akuntansi syariah ada untuk menghapus apa yang tidak sesuai dalam akuntansi konvensional demi kebaikan umat muslim. Jadi, kita sebagai umat muslim seharusnya dapat menggunakan system sesuai syariat islam dalam kehidupan sehari-hari.

Annisa Arum Pratiwi

Komentar

Berita lainnya