oleh

Kisah Wanita Penjual Telur di Pasar Kemiri Muka

2.jpg

DEPOK – Pukul 07.00 pagi tiba di Pasar Kemiri Muka yang terletak di kota Depok. Seperti pada umumnya, suasana pasar tradisional ramai dipenuhi oleh para pedagang dan pembeli. Walaupun Pasar Kemiri Muka yang terletak dibawah Fly Over Jalan Arif Rahman Hakim ini terlihat begitu kumuh dengan banyak sayur-mayur yang berserakan disetiap sisi, dan nampak jalanan yang becek dipenuhi tanah dan lumpur. Tetapi, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama untuk berbelanja berbagai kebutuhan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Disalah satu sudut pasar, tampak seorang wanita sedang menawarkan barang dagangannya tersebut kepada pembeli. Dengan mengenakan penutup kepala dan celemek yang ia pakai pada saat itu. Terlihat sekali dari raut wajah wanita itu betapa letihnya pada saat itu. Ramah dan sopan wanita itu ketika menawarkan barang dagangannya kepada para pembeli yang hendak melewati lahan dagangannya, walaupun hanya sedekar menanyakan harga dagangan yang ia jual. Dengan kemurahan hatinya, ia melayani pengunjung yang hendak membeli dagangannya.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui

Wanita tersebut bernama Sutini. Ibu Sutini ini sudah berjualan di Pasar Kemiri Muka 5 tahun lamanya. Dari berjualan telur, ia bisa menyekolahkan ke-9 anaknya sampai saat ini. Anak pertama hingga ketiga sudah menjajaki dunia kerja. Ibu Sutini tidak pernah menyerah ketika ia tahu bahwa dagangannya tak banyak yang terjual, namun ia tetap semangat setiap harinya menjual telur-telur tersebut.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari ia berada di Pasar Kemirimuka menjual telur-telurnya agar semuanya laku terjual. Tetapi, ada saja setiap harinya dagangannya tidak semua habis terjual. Namun, ia tidak pernah sedikitpun mengeluh dengan pekerjaan yang sedang ia kerjakan saat ini. Bekerja sebagai pedagang telur di Pasar Kemiri Muka bukanlah menjadi pilhan ibu Sutini ini, tetapi ia menjalani dengan sepenuh hati demi ke-9 anaknya itu.

Sarah Lusiana Anggraini

Komentar

Berita lainnya