DEPOK – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajarannya menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci Ramadhan. Dia ingin agar harga-harga kebutuhan pokok tidak boleh mengalami kenaikan.
Hal tersebut diungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Cisalak, Kota Depok, pada Senin (9/2).
Kunjungan ini bertujuan memantau stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang masuknya bulan Ramadan 1447 H.
Dalam tinjauannya, Wamendag memastikan bahwa harga Minyakita (minyak goreng rakyat) tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Kelancaran pasokan didukung oleh koordinasi intensif dengan BUMN Pangan seperti ID FOOD dan Bulog.
“Minyakita terpantau stabil sesuai HET. Kami terus berkoordinasi dengan BUMN Pangan untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar bagi masyarakat,” ujar Dyah.
Selain memantau harga, kunjungan ini juga menandai peluncuran Gernas Mapapan (Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Rakyat). Program kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kebersihan lingkungan publik secara gotong royong.
“Agenda ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk memastikan lingkungan hidup, termasuk pasar rakyat, bersih dari sampah. Kami mengajak seluruh stakeholder pasar untuk bertanggung jawab menjaga kebersihan area masing-masing,” tambah Wamendag Dyah.
Beberapa komoditas mengalami kenaikan akibat faktor cuaca. Cabai rawit merah menjadi yang paling tinggi karena terkendalanya suplai dari pasar induk, diikuti kenaikan harga telur ayam.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang dirilis pada Senin (9/2/2026) pukul 08.30 WIB, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Fenomena ini, yang seringkali terjadi menjelang hari besar keagamaan, didorong oleh peningkatan permintaan yang tak terhindarkan.
Komoditas bumbu dapur menjadi salah satu penyumbang terbesar kenaikan harga. Bawang merah tercatat naik 0,35 persen, kini dibanderol Rp43.350 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga mengalami kenaikan tipis 0,12 persen menjadi Rp40.450 per kilogram.
Namun, lonjakan paling mencolok terlihat pada keluarga cabai. Cabai merah besar melonjak tajam 5,53 persen, mencapai Rp42.000 per kilogram. Senada, cabai merah keriting juga naik 4,99 persen, kini berada di angka Rp43.100 per kilogram. Bahkan, cabai rawit hijau mengalami kenaikan 3,26 persen menjadi Rp53.900 per kilogram. Puncak kenaikan harga cabai dipegang oleh cabai rawit merah yang meroket 13,02 persen, menembus angka Rp72.500 per kilogram.
Sektor protein hewani juga tak luput dari tren kenaikan. Daging ayam ras segar naik 1,74 persen, kini dijual Rp41.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi juga menunjukkan pergerakan ke atas. Daging sapi kualitas I naik 0,14 persen menjadi Rp143.250 per kilogram, dan daging sapi kualitas II naik 0,26 persen, kini berada di level Rp135.600 per kilogram.
