Scroll untuk baca artikel
Berita Depok

Gen Z Disebut Alami Krisis Tujuan Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

×

Gen Z Disebut Alami Krisis Tujuan Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Gen Z Disebut Alami Krisis Tujuan Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

DEPOK – Pemerhati Remaja Kak Mumu menilai generasi Z (Gen Z) mengalami krisis tujuan hidup yang terlihat dari kekhawatiran terhadap masa depan.

“48% Gen Z merasa khawatir dengan masa depan hidupnya, seperti memikirkan pendidikan, pekerjaan, karir, kehidupan setelah menikah dan seterusnya,” ungkapnya dalam forum kajian bulanan remaja Muslimah, Ahad (30/8/26), di Depok.

Kak Mumu menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan kecenderungan Gen Z memilih keinginan yang lebih mudah dicapai dibandingkan tujuan yang dianggap sulit diwujudkan. Menurutnya, membeli rumah, melanjutkan pendidikan tinggi, memperoleh pekerjaan sesuai keinginan, hingga menabung dinilai semakin sulit dicapai dalam kondisi ekonomi saat ini.

“Setelah melihat realita Gen Z hari ini, mereka harus menyadari dan harus bisa memahami apakah ini adalah sebuah masalah atau gaya hidup yang wajar untuk dijalani. Kebanyakan Gen Z mengukur kebahagiaan mereka berdasarkan materi. Tentu ini bukanlah cara pandang yang benar dalam IsIam,” terangnya di hadapan puluhan remaja Muslimah.

Menurut Kak Mumu, cara pandang yang menjadikan materi sebagai ukuran kebahagiaan merupakan cara pandang yang lahir dari sistem kapitalis. “Sistem kapitalis melahirkan akidah sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sistem kapitalis jugalah yang menjadikan materi sebagai tolak ukur kebahagiaan,” ujarnya.

Karena itu, kekhawatiran terhadap masa depan sejatinya tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi, tetapi juga menunjukkan adanya krisis tujuan hidup. Tekanan ekonomi yang semakin berat ditambah budaya hedonis yang dinormalisasi dapat semakin memperkuat kondisi tersebut.

Islam, menurut Kak Mumu, telah memberikan jawaban terhadap kekhawatiran tersebut dengan memberikan tujuan hidup dan standar kebahagiaan yang jelas, yakni meraih rida Allah. “Sehingga pemikiran dan pola sikapnya tidak mudah terbawa arus zaman yang menyesatkannya,” sebutnya.

Menurutnya, jangan biarkan hidup seperti air yang mengalir, hidup harus punya tujuan yakni untuk beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT surah adz-Dzariyat ayat 55 yang artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Kak Mumu pun menegaskan, Islam juga memiliki serangkaian aturan sempurna yang mampu mengatasi berbagai persoalan umat manusia, terutama persoalan ekonomi yang mulai dirasakan Gen Z hari ini.

Untuk itu, Kak Mumu mengingatkan para peserta untuk terus mengkaji IsIam, agar kita bisa menyadari dan memahami betapa luar biasanya islam mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan kita.

“Jangan mencukupkan diri dengan sekadar datang kajian bulanan, atau mencukupkan diri sampai di kajian ini saja. Tapi kita harus tetap kontinyu mempelajari Islam secara mendalam dan menyeluruh dengan rutin,” pungkasnya.

Widya Utami