Oleh Qurrota’ Aini, Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka Jakarta,
Konsep manusia dalam islam tidak hanya pada aspek fisik atau psikologis nya saja, tetapi juga mencakup aspek spiritual, moral dan tujuan hidup. Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan allah dan memiliki kedudukan yang paling mulia sebagai khalifah dimuka bumi . Manusia juga diciptakan oleh allah sebagai khalifah dibumi ini karena dibekali akal, ruh,dan nafs sehingga manusia memiliki tanggung jawab dalam beribadah . Sementara itu, islam memandang manusia sebagai mahkluk ciptaan nya yang memiliki jasmani dan Ruhani (Fawatih, 2020).
Di sisi lain, psikologi manusia dipandang sebagai makhluk biopsikososial, psikologis, dan sosial yang saling membutuhkan. Hal ini dikarenakan manuisa merupakan kajian utama dalam psikologi baik itu proses mental nya maupun kepribadian. Kepribadian manusia sudah dijelaskan dalam aliran psikoanalisa, bevaiorisme dan humanistik aliran tersebut menjelaskan sudut pandang yang berbeda beda mulai dari dorongan bawah sadar, lingkungan, hingga potensi diri manusia (Haryanto, 2023).
Makhluk yang paling sempurna adalah manusia, allah swt menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Manusia juga mahkluk yang unik karena memiliki aspek jasmani dan Rohani yang berbeda dari makhluk lainnya,manusia dicptakan oleh allah dari tanah lalu meniupkan ruh ke dalam jasmani manusia yang melambangkan spiritual manusia(Khairunisa et al., 2025). Menurut al quran manusia dikatakan mahkluk yang paling sempurna karena manusia mempunyai jiwa,roh, akal dan jasad(Lubis & Utara, 2020). Sehingga manusia memiliki tanggung jawab dalam beribadah kepada allah swt. Islam memandang manusia lebih luas lagi. Dalam al quran, manusia terdiri dari beberapa unsur :
Ruh (ruhaniah)
Ruh adalah proses yang terjadi di masa kehamilan wanita yang ditiupkannya pada jasad manuisa. Di al quran ruh disebut sebanyak dua puluh empat kali dengan berbagai arti dan makna (Hasibuan, n.d.). Ruh diciptakan untuk menyempurakan manusia , itulah sebab nya manusia dijadikan sebagai makluk yang Istimewa dan diistimewahkan oleh allah. Dari penjelasan diatas ruh merupakan unsur yang dimiiki semua makhluk termasuk manusia, namun ada satu unsur yang tidak dimiliki makhluk lain dan hanya dimiliki manusia yaitu al nafs (Urfan et al., 2015) .
Al- Nafs ( Jiwa)
Menurut (Mubassyirah, n.d.) jiwa adalah roh manusia yang mempunyai nyawa. Nafsani juga menjadi penghubung diantara jasmani dan rohani manusia. Nafsani juga memiliki tiga unsur yaitu akal, nafsu dan hati. Diatara ke tiga unsur itu, hati ( Qolbun) yang memiliki tanggung jawab dalam menolong , dan mengendalikan struktur diri. Salah satu nya mengendalikan nafsu (Rasyid & Nuruddaroini, 2023).
Al aql ( Akal)
Dalam islam akal merupakan anugerah terbesar dari allah yang diberikan kepada manusia untuk digunakan berfikir. Menurut (Hasibuan, n.d.) manusia terdapat tiga daya yaitu nafsu yang ada nya diperut, berani yang ada nya di dada, dan berfikir yang adanya dikepala. Bagi manusia akal memiliki fungi sebagai;
Dapat membedakan antara yang baik dan buruk.
Untuk Menguatkan keimanan kepada allah.
Menjadi dasar tanggung jawab manusia.
Mendorong untuk mencari ilmu pengetahuan.
Jasad
Menurut (Sofyan, 2019) jasad merujuk pada anggota tubuh seperti tangan, kaki, hidung, telinga dan lainnya. Semua itu allah ciptakan berasal dari tanah dan memiliki derajat paling rendah. Jasad adalah unsur fisik manusia yang bersifat fana dan bukan kehidupan yang sejati itu semua sudah dijelaskan dalam al quran yang artinya “ dan kami tidak menjadikan merela jasad yang tidak memakan makanan (QS. Al- anbiya:8). Maksud dari arti tersebut menegaskan bahwa jasad tetaplah tubuh manusia biasa yang membutuhkan makan dan memiliki keterbatasan fisik.
Islam mengjarkan bahwa manusia adalah makhluk yang memilii kehendak bebas dalam memilih ( free will) yang sudah dijelaskan oleh maslow dalam aliran humanistik. Namun meski bebas dalam memilih tetap memiliki tanggung jawab atas pilihan nya baik itu untuk dirinya ataupun terhadap allah swt. Pandangan ini sudah dijelaskan dalam aliran psikolgi. Berikut penjelasan mengenai aliran aliran psikologi.
Psikoanalisa
Psiokoanalisa adalah pendekatan psikologi yang memandang bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh alam bawah sadar. Teori ini dikembangkan oleh sigmeund frued, frued meyakini bahwa pikiran manusia terbagi menjadi beberapa tingkat kesadaran . Menurut frued tingkat kepribadian manusia dibagi menjadi tiga yaitu sadar, pra sadar , dan tidak sadar.
Dialam bawah sadar manusia memilki tiga struktur kepribadian yang bekerja yaitu :
Id ( Keinginan ) yang hanya memikirkan kesenangan sementara.
Ego ( penegah ) , ego yang menjadi penentu Keputusan.
Super Ego ( Menuruti berdasarkan moral ), super ego yang berfungsi mengontrol perilaku (Nurma, n.d.).
Contoh dari ke tiga komponen diatas dalam kehidupan sehrari hari yaitu : Id ( Keinginan) berkata “ Duh… laper lagi , tapi dosen masih jelasin”
Ego ( penegah ) berkata “ Apa bolos aja kali ya buat makan “
Super ego (Menuruti berdasarkan moral) berkata “ jangan bolos, tahan aja dulu sebentar lagi selesai ko”
Behaviour
Behaviour adalah teori yang mempelajari bahwa perilaku manusia dibentuk oleh lingkungan. Teori ini dikembangkan oleh John B.Watson yang menekankan bahwa perilaku manusia dipengaruhi lingkungan. Contoh penerapan nya yaitu dengan membentuk kebiasaan positif , lalu membuat system reward (hadiah) dan punisment ( hukuman ). Misalnya contoh membentuk kebiasaan positif disekolah yaitu “ siswa yang datang terlambat” jika perilaku tersebut dilakukan secara berulang maka siswa harus di kenakan hukuman (punishment) agar tidak mengulangi nya Kembali, jika diberi hukuman siswa akan sadar atas kesalahan nya dan siswa akan memperbaiki perilaku nya yaitu yang tadi nya datang terlambat menjadi datang lebih awal, maka siswa harus diberi reward ( hadiah) dengan memberi nya nilai disiplin yang bagus.
Humanistic
Teori humanistic hadir dengan pandangan bahwa manusia adalah mahkluk yang unik , memiliki potensi, dan kebebasan dalam memilih ( free will). Teori ini dikembangkan oleh Abraham maslow yang memiliki pandangan bahwa manusia sebagai individu yang sadar, bebas dalam menentukan pilihan dan memiliki kecenderungan untuk berkembang menuju aktualisasi diri. Contoh penerapan humanistic dalam kehidupan sehari hari yaitu “ orang tua yang memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih karier nya ” , meski humanistic memiliki kebebasan dalam memilih tetap saja individu tersebut harus betanggung jawab atas pilihan nya sendiri (Psikologi, 1879).
Kesimpulan
Konsep manusia dalam psikologi dan islam sama sama memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi , namun dengan penekanan yang berbeda. Islam memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang manusia, tidak hanya sebagai makhluk biologis dan psikologis saja , tetapi juga sebagai makhluk spiritual. Pendekatan ini penting dalam mendukung Kesehatan mental, karena dapat membantu indivdu mencapai kesejahteraan hidup secara menyeluruh.
saran
disarankan agar kajian ini dapat terus dikembangkan agar memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pembaca.
