Ditulis oleh : Muhammad Rizki Ramadhan Mahasiswa Universitas Pamulang
DEPOKPOS – Hipdut hadir sebagai angin segar dalam industri musik Indonesia. Paduan dari irama hip hop dengan musik dangdut yang membuat genre ini cepat menarik perhatian warganet terutama generasi muda (Gen-Z).
Hipdut bukan hanya tren sesaat, tetapi telah menjadi fenomena yang mempengaruhi industri musik di Indonesia.
Perhatian publik terhadap Hipdut semakin besar setelah sejumlah lagu viral . Tenxi, Naykilla, dan Jemsii melalui lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku) menjadi salah satu pionir yang mempopulerkan genre Hipdut ke kancah nasional. Lagu tersebut viral di media sosial dan platform streaming.
Meski demikian, popularitas hipdut juga memunculkan pro dan kontra di kalangan pelaku dan pengamat musik.
Sebagian menyoroti pentingnya menjaga kualitas karya agar perkembangan genre ini tidak semata didorong oleh viralitas semata, melainkan juga oleh nilai musikal dan pesan yang kuat.
Hipdut hadir sebagai bentuk ekspresi musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat zaman sekarang. Perpaduan hip hop dan dangdut membuat genre ini terasa akrab sekaligus segar terutama bagi generasi muda.
Dukungan media digital serta kehadiran musisi seperti Tenxi membuktikan bahwa karya yang jujur dan sederhana dapat diterima luas.
Hipdut bukan sekadar tren singkat melainkan tanda bahwa musik Indonesia terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
