Artikel

Pengaruh Ibadah dalam Mengelola Emosi Manusia

×

Pengaruh Ibadah dalam Mengelola Emosi Manusia

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Setiap individu memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam mengembangkan potensi diri dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Namun, mengembangkan potensi diri dibutuhkan konsistensi emosional yang stabil dan terkontrol, dengan begitu hubungan akan terjalin dengan harmois.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melihat seseorang tidak mampu mengendalikan atau mengelola emosinya. Ketika indivisu tersebut tidak mampu mengelola emosinya dengan baik hal ini berdampak buruk dan menjadi hambatan terhadap pengembangkan diri dan berhubungan dengan orang lain.

Emosi adalah respons psikologis yang muncul sebagai reaksi terhadap stimulus tertentu. Selain itu dapat diartikan sebagai bagian alami dari kehidupan manusia dari memainkan peran penting dalam pengalaman dan perilaku sehari-hari.

Menurut Crow & Crow, emosi merupakan suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dalam diri) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu. Chaplin menjelaskan emosi bersifat lebih intens dibandingkan dengan perasaan, sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Aspek-aspek emosi mencakup perasaan subjektif, dasar fisiologis perasaan emosional, pengaruh emosi terhadap persepsi, berpikir, dan perilaku, lalu mencakup juga kelengkapan motivasional tertentu dan terakhir cara emosi ditunjukkan dalam bahasa, ekspresi wajah, dan gestur.

Selain itu, emosi adalah salah satu aspek psikologi yang memiliki perana penting dalam memntukan kualitas prilaku manusia dalam menjalin hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, emosi juga berdampak dalam aspek agama.

Dalam agama islam, emosi merupakan anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Dalam perseftif islam sangat dianjurkan umatnya untuk dapat mengelola emosi dengan baik. Pengelolaan emosi yang terkendali dan matang akan mempermudah penganut islam dalam mengembangkan tentang nilai-nilai islam. Salah satu bentuk emosi yakni marah.

Dalam sebuah hadist disebutkan Rasulullah SAW. senantiasa mengingatkan muslim untuk menahan amarah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengelola emosi dalam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu banyak dalil-dalil hadist dan al-qur’an yang membahas tentang menahan atau mengontrol amarah.

Dalil Tentang Bahaya Marah

Dalam al-qur’an surah Al-Imran ayat 134, Allah SWT berfirman :

Artinya: “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

Tantangan mengelola emosi dalam islam

Mengelola emosi dalam islam merupakan bagian yang penting yang diajarkan agama. Islam memberikan panduan untuk mengahadapi tantangan melalui al-qur’an, hadist dan teladan Nabi Muhammad SAW. Tetapi ada beberapa tantangan mengelola emosi menurut islam yaitu sebagai berikut:

1. Pengaruh lingkungan
Lingkungan yang tidak kondusif dapat mempengaruhi emosi. Contohnya tekanan dari orang sekitar yang memicu adanya konflik.

2. Reaksi sopontan yang tidak islami
Ketika emosi meluap terjadi reaksi spontan, seperti berkata kasar, mengeluh dan mengumpat bisa saja terjadi.

3. Menahan diri dari iri dan dengki
Iri hati terhadap keberhasilan seseorang atau kenikmatan yang dimiliki orang lain dapat merusak hubungan sosial dan mengurangi rasa bersyukur.

Upaya Mengendalikan Emosi

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya untuk mengendalikan emosi dan marah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika seseorang emosi atau marah, yaitu:

1. Berdzikir
Berdzikir adalah upaya manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat-Nya. Selain itu, merupakan amalan yang sangat dianjurkan kepada umat islam untuk dikerjakan kapanpun. Akan tetapi, berdzikir ketika sedang emosi atau marah dapat membuat hati menjadi tenang. Dengan hati yang tenang, maka emosi pun dapat dikendalikan.

2. Berwudhu
Cara mengendalikan emosi menurut islam yang ampuh adalah dengan berwudhu. Sesungguhnya marah itu adalah bersumber dari syaitan. Mereka menggoda dan menjerumuskan kita dengan kemarahan. Rasulullah SAW. Bersabda “Sesungguhnya marah itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila alian marah, hendaklah dia berwudhu.” ( HR. Ahamd dan Abu Daud). Maka ketika sedang emosi atau marah, hendaklah kita berwudhu untuk meredam emosi tersebut.

3. Diam
Diam merupakan salah satu cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengatasi amarah. Terkadang dalam hati terasa tidak nyaman, namun itu lebih baik daripada harus melampiaskan emosi dan amarah. Ketika sedang marah kita bisa jadi mengeluarkan kata-kata yang tidak Allah ridhai. Kalau seseorang memaksakan dirinya untuk diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi. Ada hadis yang diriwayatkan oleh imam ahamad

“Jika seorang salah di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi).

4. Duduk
Seseorah yang marah ketika sedang berdiri maka sebaiknya segera duduk dan jika kemarahannya sudah menghilang, maka hendaklah berbaring. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Dzar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR Ahmad 21348, Abu Daud 4782, dan perawinya dinilai shahih oleh Syu’aib Al-Arnauth).

Eliza Safag Pratiwi
Mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka