DEPOKPOS – Apa itu Hipotermia? Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh menurun secara drastis di bawah 35°C akibat paparan suhu dingin yang ekstrem.
Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak, bahkan berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.
Mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada hipotermia sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, terutama di daerah atau situasi dengan risiko tinggi seperti pegunungan, laut, atau cuaca dingin ekstrem.
Penyebab & Gejala Hipotermia
Hipotermia dapat terjadi akibat paparan suhu dingin yang terlalu lama, baik karena cuaca buruk, air dingin, pakaian basah, atau tidak memadai dalam menjaga suhu tubuh. Beberapa gejala hipotermia meliputi:
• Gejala Ringan: Menggigil, kulit pucat, merasa lelah, dan bicara mulai tidak jelas.
• Gejala Sedang: Menggigil berhenti, kebingungan, penurunan kesadaran, dan gerakan tubuh melambat.
• Gejala Berat: Denyut nadi melambat atau tidak terdeteksi, pernapasan melemah, hilang kesadaran, dan tubuh terasa kaku.
Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Hipotermia
1. Pindahkan Korban ke Tempat Aman
Segera jauhkan korban dari lingkungan dingin. Jika di luar ruangan, pindahkan korban ke tempat yang terlindung dari angin, salju, atau air.
2. Lepaskan Pakaian Basah
Ganti pakaian korban dengan pakaian kering untuk mengurangi kehilangan panas akibat kelembapan. Jika pakaian kering tidak tersedia, tutupi korban dengan selimut kering atau pakaian tambahan.
3. Lindungi dari Kehilangan Panas
Bungkus tubuh korban dengan selimut, jaket, atau bahan isolasi termal lainnya. Jika memungkinkan, gunakan kain penghangat yang dirancang khusus seperti aluminium foil termal. Tutupi kepala dan leher korban untuk mencegah kehilangan panas lebih lanjut.
4. Berikan Sumber Panas Eksternal
Tempatkan sumber panas seperti botol air hangat atau bantal pemanas di area tubuh yang kaya pembuluh darah, seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Jangan langsung meletakkan sumber panas di kulit untuk menghindari luka bakar.
5. Berikan Minuman Hangat (Jika Sadar)
Jika korban masih sadar, berikan minuman hangat non-alkohol, seperti teh, susu, atau air hangat. Hindari minuman beralkohol atau berkafein karena dapat memperburuk kehilangan panas.
6. Pantau Tanda Vital Korban
Periksa denyut nadi dan pernapasan korban secara berkala. Jika korban tidak bernapas atau denyut nadi tidak terdeteksi, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP) sambil menunggu bantuan medis.
7. Hindari Gerakan Berlebihan
Jangan menggerakkan korban secara tiba-tiba atau kasar, karena dapat memicu aritmia jantung pada penderita hipotermia berat. Biarkan korban tetap dalam posisi yang nyaman dan stabil.
8. Segera Hubungi Bantuan Medis
Setelah memberikan pertolongan pertama, segera cari bantuan medis. Hipotermia memerlukan perawatan lanjutan di fasilitas medis, termasuk penghangatan tubuh secara aktif.
Hal-Hal yang Harus Dihindari
• Jangan berikan alkohol atau kafein kepada korban.
• Jangan gunakan panas langsung seperti api atau air panas untuk menghangatkan tubuh.
• Jangan biarkan korban sendirian atau tidak diawasi.
Kesimpulan
Hipotermia adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Pertolongan pertama yang diberikan dengan benar dapat menyelamatkan nyawa korban dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Langkah utama adalah menjaga korban tetap hangat, mencegah kehilangan panas lebih lanjut, dan segera menghubungi layanan medis darurat.
Dhenisa Rintan Asri
Progam Studi Sarjana Farmasi, Universitas Binawan

