DEPOKPOS – Laboratorium bisa dikatakan bermutu tinggi bila data output laboratorium bisa memuaskan pelanggan menggunakan memperhatikan aspek-aspek teknis misalnya presisi & akurasi yg tinggi & data tadi wajib terdokumentasi menggunakan baik sebagai akibatnya bisa dipertahankan secara ilmiah. Hasil laboratorium yang bermutu harus memiliki ketepatan dan ketelitian tinggi.
Seluruh metode dan prosedur operasional harus terpadu mulai dari tahap pra analitik, analitik, pasca analitik.Pengendalian mutu yang sering diawasi hanya tahap analitik dan pasca analitik, sedangkan proses pra-analitik kurang mendapat perhatian.
Kesalahan pada proses pra analitik dapat memberikan kontribusi dari 6 total kesalahan laboratorium, sementara kesalahan analitik Metode inspeksi trigliserida yg dijadikan menjadi baku inspeksi pada laboratorium klinik yaitu metode spektrofotometri. Hal ini ditimbulkan inspeksi trigliserida metode spektrofotometri memiliki taraf kesalahan yg lebih kecil.Pemeriksaan trigliserida metode spektrofotometri bisa dikontrol, dipakai memakai serum kontrol.
Oleh karenanya pemeriksaaan memakai spektrofotometri memiliki taraf kesalahan lebih kecil. Komponen lipid yang terdapat dalam plasma meliputi trigliserida, kolesterol, dan fosfolipid. Trigliserida terdiri dari satu molekul gliserol yang terikat dengan tiga asam lemak melalui proses esterifikasi. Sebagai bentuk lemak yang paling efisien, trigliserida berperan penting dalam penyimpanan energi, yang sangat diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh yang membutuhkan kalori.
Untuk menentukan kadar trigliserida, bahan pemeriksaan yang digunakan adalah serum atau plasma. Plasma diperoleh dengan cara menambahkan zat antikoagulan ke dalam sejumlah darah yang telah diambil. Setelah itu, campuran tersebut diputar pada kecepatan 3000 rpm selama 30 menit.
Proses ini akan memisahkan komponen padat dari cairan, dan cairan yang terpisah inilah yang dikenal sebagai plasma. Pemeriksaan kadar trigliserid melalui serum darah sering kali menghadapi tantangan, terutama ketika volume darah yang tersedia tidak mencukupi atau ketika serum mengalami lisis akibat pengambilan yang tidak tepat. Kondisi sampel yang kurang baik tentunya dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, jika masalah tersebut terjadi, pemeriksaan kadar trigliserid dapat dilakukan dengan menggunakan sampel plasma EDTA.
Trigliserida, yang lebih tepat disebut sebagai triasilgliserol atau triasilgliserida, merupakan senyawa gliserida yang terbentuk dari ester gliserol dan tiga asam lemak. Ini adalah komponen utama dari minyak nabati dan lemak hewani dan seperti yang kita ketahui, trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam aliran darah. Lebih dari sekadar berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, trigliserida juga diproduksi oleh tubuh sebagai hasil dari konversi sebagian besar jenis lemak, berfungsi sebagai sumber energi yang disimpan dalam jaringan.
Trigliserida adalah hasil konversi dari kalori yang tidak terpakai, berfungsi sebagai cadangan energi bagi tubuh. Akibatnya, seseorang yang sering mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuhnya berisiko mengalami peningkatan kadar trigliserida. Trigliserida dengan adanya enzim lipoprotein lipase (LPL) diubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Gliserol yang terbentuk direaksikan dengan ATP dan bantuan enzim glisero kinase menjadi gliserol-3-fosfat dan ADP. Gliserol-3-fosfat dioksidasi dengan bantuan gliserol fosfat oksidase menjadi dihidroksi aseton fosfat dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang terbentuk mengoksidasi klorophenol dan 4-amino antipirin dengan bantuan enzim peroksidase membentuk quinoneimine yang berwarna merah muda.
Alat dan Bahan untuk pemeriksaan trigliserida
• Tabung reaksi
• Mikropipet
• Blue tip dan yellow tip
• Tisu
• Reagen pereaksi
• Fotometer
Cara pengobatan meningginya kadar trigliserida
• Perbanyak aktifitas fisik seperti olahraga teratur
• Berhenti merokok bila perlu bisa menghubungi layanan berhenti merokok
• Perencanaan penurunan berat badan
• Melakukan program diet rendah kalori
• Terapi obat bergantung pada kondisi dan penyakit pada pasien
Penyebab terjadinya kadar trigliserida yang tinggi
1. Kelainan Genetik
Individu yang memiliki riwayat famili dengan kelainan genetik familial hypertriglyceridemia berisiko mengalami tingginya kadar trigliserida dalam tubuh.
2. Konsumsi Karbohidrat Berlebih
Pola makan yang buruk dan asupan karbohidrat yang berlebihan dapat menyebabkan akumulasi kalori dan gula dalam tubuh. Ketika kelebihan gula dan kalori terjadi, hati akan mengubahnya menjadi trigliserida yang disimpan dalam sel lemak.
3. Konsumsi Minuman Beralkohol
Kandungan kalori dan gula yang tinggi dalam minuman beralkohol dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam tubuh seseorang.
4. Kebiasaan Merokok
Zat-zat yang ada dalam rokok dapat mengganggu respons tubuh terhadap hormon insulin. Meskipun hormon ini berperan penting dalam mengatur kadar gula dan trigliserida, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida.
5. Jarang Berolahraga
Olahraga membantu tubuh memecah sel lemak untuk mendapatkan energi. Sebaliknya, jika seseorang jarang berolahraga, lemak akan menumpuk, yang berpotensi meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
6. Penyakit atau Kondisi Tertentu
Beberapa penyakit dan kondisi medis dapat menyebabkan peningkatan trigliserida dalam darah, di antaranya adalah:
– Diabetes
– Penyakit ginjal
– Penyakit hati
– Hipotiroidisme
– Obesitas
– Menopause
7. Obat-Obatan Tertentu
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan efek samping yang berupa peningkatan trigliserida. Beberapa di antaranya termasuk:
– Obat diuretik
– Obat jantung jenis beta-blocker
– Obat antiviral untuk HIV
– Vitamin A tipe retinoid
Dokumen ini membahas pentingnya pemeriksaan kadar trigliserida dalam plasma EDTA sebagai alternatif serum, terutama dalam kondisi sampel yang tidak ideal. Trigliserida merupakan jenis lemak utama dalam tubuh yang berfungsi sebagai cadangan energi. Namun, kadar yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan. Metode spektrofotometri digunakan dalam pemeriksaan trigliserida karena menawarkan keunggulan presisi dan akurasi yang tinggi.
Berbagai faktor dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida, antara lain kelainan genetik, pola makan tinggi kalori, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, penyakit tertentu, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Untuk mengelola kadar trigliserida, beberapa langkah yang dianjurkan meliputi olahraga secara teratur, menghentikan kebiasaan merokok, mengendalikan berat badan, menerapkan diet rendah kalori, dan menjalani terapi obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Selain itu, dokumen ini juga mencakup prosedur laboratorium, alat, dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan kadar trigliserida.
Divya Hapsari
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
Universitas Binawan