Lifestyle

Perawatan Luka dan Cara Merawat Infeksi

×

Perawatan Luka dan Cara Merawat Infeksi

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Perawatan luka dengan tujuan mencegah infeksi, menghilangkan atau memperlambat pertumbuhan kuman dan bakteri pada kulit dan jaringan tubuh lainnya dikenal dengan perawatan luka.

Berikut ini dapat membantu penyembuhan luka:

1. Konsumsi makanan sehat.
2. Mengikuti pengobatan dokter.
3. Sebelum dan sesudah merawat luka, cucilah tangan Anda.

Manfaat perawatan luka adalah menjaga kebersihan dapat mencegah penyakit, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien. Mempermudah cairan keluar dari luka, mencegah kuman dan kotoran masuk ke dalam luka, serta menghentikan pendarahan dan munculnya jaringan parut di sekitar luka. Ini juga mempercepat proses penyembuhan dan mencegah kerusakan jaringan tambahan.

Terlepas atau tidaknya lapisan kulit, luka adalah kerusakan integritas kulit dan struktur jaringan di bawahnya. Dari lahir hingga usia tua, luka adalah hal yang lumrah dalam hidup kita. Tidak ada orang yang terlahir ke dunia tanpa pernah disakiti, jadi kehati-hatian yang terpelintir adalah keahlian yang dapat digunakan tanpa henti. Perawatan luka harus dilakukan sejak dini, mulai dari luka yang paling kecil, karena luka yang tidak diobati dapat menimbulkan luka yang dapat merusak citra diri seseorang dan mengganggu kepuasan pribadi. Dengan pendekatan perawatan luka yang tepat, penyembuhan yang lebih baik akan dimungkinkan.

Tanda dan Gejala Infeksi pada Luka

Pasien pasca operasi sangat rentan terhadap penyakit, baik dari infeksi, organisme mikroskopis, dan pertumbuhan. Namun, ada kalanya kita tidak tahu kapan infeksi dimulai pada luka, dan kapan menjadi sangat parah, kita baru mengetahuinya karena mempengaruhi kesehatan kita.

Tanda dan gejala infeksi pasca operasi adalah sebagai berikut:

Dolor, atau nyeri Dolor berarti nyeri, dan jaringan yang terinfeksi akan merasakannya. Hal ini terjadi karena sel yang terinfeksi bereaksi untuk mengirimkan zat tertentu yang menyebabkan rasa sakit. Nyeri bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang salah atau tidak normal (patologis), jadi jangan diabaikan karena bisa berbahaya.

Kalor adalah sensasi panas; daerah yang terinfeksi akan terasa panas. Ini terjadi karena tubuh membuat lebih banyak aliran darah ke daerah yang terinfeksi untuk mengirim lebih banyak antibodi untuk melawan antigen atau infeksi penyebab kanker (pembesaran). Dalam konteks gejala infeksi, tumor adalah pembengkakan, bukan sel kanker, seperti anggapan umum.

Rubor, atau kemerahan Rubor, atau kemerahan, terjadi saat terjadi infeksi karena kemerahan bisa disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke area tersebut.

Perawatan Luka

Teknik perawatan luka, antara lain kasa steril, plester, larutan Nacl dicampur air hangat, kantong kedap air untuk balutan, dan alat lainnya: salep tambahan, balutan, dan gunting. Langkah-langkah:

Mencuci tangan (Hand Hygiene)
Lepas perban/pembalut dengan cara menyentuh bagian luar secara langsung.
Basahi balutan atau kain kasa dengan larutan NaCl jika menempel pada luka, dan jika longgar buka.
Tempatkan perban atau kain kasa yang kotor di dalam kantong
Setelah membuka kasa yang telah disterilkan tanpa menyentuh bagian dalamnya, gunakan larutan Nacl
untuk menyiram atau membasahinya. Kenakan sarung tangan steril
Bersihkan luka dengan hati-hati, dimulai dari bagian terdekat luka hingga bagian luar luka hanya dengan sekali usapan
Untuk mengeluarkan nanah, tekan tepi luka.
Buanglah kassa yang setiap kali digunakan untuk membersihkan luka.
Setelah selesai, gunakan kain kasa kering untuk mengeringkan luka
Tutupi luka dengan perban/balutan
.Oleskan plester untuk mengamankan
Cuci tangan Anda.

Makan makanan sehat, mengikuti pengobatan yang diresepkan oleh dokter Anda, dan minum obat Anda secara teratur semuanya dapat membantu penyembuhan luka. Sebelum dan sesudah merawat luka, cuci tangan Anda. Hindari stres dan berhenti merokok dan minum.

Pelajari cara merawat luka dengan benar. makanan padat nutrisi, terutama yang kaya vitamin C dan protein. Sumber protein hewani dan nabati dapat ditemukan dalam makanan. Makanan kaya protein yang terbuat dari hewani seperti ikan, ayam, telur, dan lain-lain Sumber protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan, serta hasil olahannya. Sedangkan makanan sumber asam L-askorbat seperti jeruk, jambu biji, tomat.

Fani Juwita Sahara
Mahasiswa Keperawatan Universitas Binawan