Berita Depok

LAZISNU Depok Perluas Kolaborasi Pemberdayaan

×

LAZISNU Depok Perluas Kolaborasi Pemberdayaan

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat

LAZISNU Depok Perluas Kolaborasi Pemberdayaan

DEPOK – NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama) Kota Depok menjalin kerja sama dengan Bhakti Karya, jaringan toko grosir dan eceran bahan pokok serta kebutuhan sehari-hari yang berkembang di wilayah Jabodetabek.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara produktif.

Pemilik Bhakti Karya, H. Syafi’i, menyampaikan kepercayaannya kepada NU Care-LAZISNU Kota Depok karena dinilai memiliki komitmen mengelola dana umat secara amanah dan mengarahkannya pada program yang memberikan manfaat nyata.

“Lembaga ini memiliki komitmen dalam mengelola dana umat secara amanah dan mengarahkannya pada program-program yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya, Senin (02/11/26).

Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Dana umat tidak hanya perlu disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan melalui program produktif agar penerima manfaat mampu meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, KH. Achmad Solechan, menyampaikan apresiasi kepada Bhakti Karya, khususnya KH. Syafi’i, atas kepercayaan dan kesediaannya berkolaborasi bersama NU Care-LAZISNU Kota Depok.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi rakyat dan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bhakti Karya melalui Haji Syafi’i atas kepercayaan dan kerja sama yang diberikan. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menjadi kerja sama antarlembaga, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Depok. Orientasi utamanya adalah bagaimana ekonomi umat semakin kuat dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat,” terangnya.

Ketua NU Care-LAZISNU Kota Depok, Muhtar Said, menegaskan kerja sama tersebut harus diwujudkan melalui program nyata, seperti pemberdayaan usaha mikro, pedagang kecil, pendampingan usaha, dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, warga membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Akses permodalan sesuai ketentuan dan pendampingan berkelanjutan diperlukan agar masyarakat dapat mengembangkan usaha serta beralih dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri.

“Kepercayaan Bhakti Karya merupakan amanah besar bagi kami. Kami ingin memastikan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola NU Care-LAZISNU benar-benar memberikan dampak bagi rakyat Depok. Program kemandirian ekonomi harus menjadi salah satu prioritas, sehingga masyarakat tidak selamanya berada dalam posisi sebagai penerima bantuan, tetapi ke depan mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri,” tegas Muhtar Said.

Said menilai keterlibatan Bhakti Karya memiliki nilai strategis karena perusahaan tersebut berpengalaman membangun jaringan perdagangan grosir dan ritel serta mengelola aktivitas ekonomi yang melibatkan ribuan tenaga kerja.

“Bhakti Karya memiliki pengalaman dalam membangun jaringan perdagangan dan mengelola aktivitas ekonomi yang melibatkan ribuan tenaga kerja. Sementara LAZISNU memiliki instrumen sosial-keagamaan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Jika dua kekuatan ini disinergikan, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama rakyat kecil di Kota Depok,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan program pemberdayaan ekonomi umat harus memiliki orientasi jangka panjang, terukur, transparan, dan berkelanjutan. NU Care-LAZISNU Kota Depok berkomitmen menjaga kepercayaan mitra melalui prinsip amanah, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan dana sosial keagamaan.

“Tujuan akhir zakat produktif bukan sekadar membuat rakyat mampu bertahan hidup hari ini, tetapi menjadikan mereka berdaya, mandiri, dan memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik,” tandasnya.

Sebagai informasi, Bhakti Karya merupakan usaha perdagangan grosir dan eceran kebutuhan pokok yang dirintis H. Syafi’i sejak 1987. Saat ini, usaha tersebut memiliki sekitar 92 gerai dan mempekerjakan lebih dari 2.000 tenaga kerja.