JAKARTA – Memaknai Hari Santri Nasional tidak hanya tentang menghargai perjuangan para santri, tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk menuntut ilmu. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah telah menjangkau 1.476 santri di 59 pondok pesantren di berbagai wilayah Indonesia melalui program beasiswa pendidikan, renovasi ruang kelas dan sekolah, bantuan air, serta dukungan sarana dan prasarana pesantren lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren sekaligus membantu memenuhi kebutuhan para santri dalam menjalani proses belajar. Melalui berbagai bentuk bantuan ini, Laznas Dewan Dakwah berupaya menghadirkan dukungan yang menyentuh kebutuhan pendidikan dan fasilitas penunjang kehidupan pesantren.
Di balik angka 1.476 santri tersebut, terdapat generasi muda yang tengah menempuh perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Mereka belajar, menghafal Al-Qur’an, mendalami ilmu agama, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi masyarakat. Dukungan terhadap mereka menjadi bagian penting dalam menjaga agar kesempatan belajar dan cita-cita para santri terus tumbuh.
Hafidz, Komandan Tim Program Laznas Dewan Dakwah, mengatakan bahwa jangkauan program tersebut menjadi pengingat akan pentingnya memperluas manfaat bagi lebih banyak pesantren dan santri di Indonesia.
“Bagi kami, Laznas Dewan Dakwah hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian para donatur dengan kebutuhan nyata para santri dan pesantren. Setiap pesantren memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda, tetapi memiliki harapan yang sama, yakni agar para santri dapat terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi lebih banyak pihak agar manfaat ini bisa menjangkau lebih banyak santri dan pesantren,” ujar Hafidz.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan pesantren tidak dapat berhenti pada satu program atau satu periode penyaluran. Semakin luas kolaborasi yang terbangun, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan manfaat bagi santri yang membutuhkan dukungan pendidikan dan fasilitas penunjang.
“Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kami telah menjangkau 59 pesantren dengan total 1.476 santri. Ini menjadi langkah yang patut disyukuri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masih ada peluang untuk memperluas jangkauan kebaikan. Kami berharap, dengan dukungan masyarakat dan para donatur, ke depan semakin banyak pesantren dan santri yang bisa merasakan manfaat dari program-program Laznas Dewan Dakwah,” tambahnya.
Jangkauan program tersebut juga menegaskan bahwa dukungan terhadap santri perlu hadir dalam berbagai bentuk. Beasiswa membantu menopang perjalanan pendidikan, renovasi ruang kelas dan sekolah mendukung kelayakan tempat belajar, sementara bantuan air serta sarana dan prasarana lainnya menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pesantren.
Momentum Hari Santri Nasional menjadi relevan untuk memperkuat kepedulian terhadap kehidupan santri dan keberlangsungan pendidikan pesantren. Di tengah proses belajar dan pembentukan karakter, para santri membutuhkan dukungan bersama agar dapat terus mengembangkan ilmu, kapasitas, dan potensi mereka.
Melalui program ini, Laznas Dewan Dakwah mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam mendukung pendidikan pesantren. Kolaborasi antara lembaga sosial, donatur, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan sehingga semakin banyak santri memperoleh kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.
Sebab, merawat masa depan santri bukan hanya tentang mendukung mereka hari ini, melainkan juga tentang membuka jalan bagi lahirnya generasi yang kelak membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.
