Artikel

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran pada UMKM

×

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran pada UMKM

Sebarkan artikel ini

Geitsa Raodlotul Jannah, Hana Saida, Kasimani Zai, Sadila Rahayu Ningsih, Zur Rahmah Febriani. 

Program Studidi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universuitas Pamulang 

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan daya saing ekonomi daerah. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pola pemasaran yang dilakukan oleh UMKM mengalami perubahan yang cukup signifikan. Media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pemasaran yang memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas, cepat, dan efisien. Berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial mampu mendukung strategi pemasaran, meningkatkan keterlibatan pelanggan (customer engagement), serta memperkuat kinerja bisnis UMKM (Pellegrino & Abe, 2023).

Dalam konteks persaingan usaha yang semakin kompetitif, efisiensi biaya pemasaran menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM. Keterbatasan sumber daya yang dimiliki menyebabkan UMKM perlu memilih strategi pemasaran yang mampu menghasilkan dampak optimal dengan biaya yang relatif rendah. Penggunaan media sosial dinilai dapat menjadi solusi karena memungkinkan promosi dilakukan secara lebih terukur dibandingkan metode pemasaran konvensional. Selain mampu memperluas jangkauan pasar, media sosial juga memungkinkan pelaku usaha memperoleh umpan balik secara langsung dari konsumen sehingga proses pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien (Foltean et al., 2023).

Selain pemanfaatan media sosial, interaksi pelanggan juga merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pemasaran digital. Interaksi yang intensif antara pelaku usaha dan pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan, kepuasan, serta loyalitas pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Melalui komunikasi yang responsif dan berkelanjutan, pelaku UMKM dapat memahami kebutuhan konsumen dengan lebih baik sehingga mampu menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterlibatan pelanggan melalui media sosial memberikan dampak positif terhadap performa pemasaran dan hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen (Roosdhani et al., 2023).

Meskipun berbagai penelitian telah membahas pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan terhadap kinerja usaha, kajian yang secara khusus menghubungkan kedua variabel tersebut dengan efisiensi biaya pemasaran pada UMKM masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi biaya pemasaran pada UMKM. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) apakah pemanfaatan media sosial berpengaruh terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM; (2) apakah interaksi pelanggan berpengaruh terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM; dan (3) apakah pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan secara simultan berpengaruh terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media sosial terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM, menganalisis pengaruh interaksi pelanggan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM, serta menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis berupa pengembangan kajian manajemen pemasaran, khususnya terkait pemasaran digital dan manajemen hubungan pelanggan pada UMKM. Selain itu, secara praktis penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam merancang strategi pemasaran digital yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya pemasaran dan daya saing usaha secara berkelanjutan.

KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 

Pemanfaatan Media Sosial

Media sosial merupakan platform berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan bertukar informasi secara interaktif. Dalam konteks pemasaran, media sosial digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan jangkauan pasar dengan biaya yang relatif rendah. Menurut Kotler, Kartajaya, dan Setiawan (2021), pemasaran digital melalui media sosial memberikan peluang bagi perusahaan untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumen dan menciptakan nilai yang lebih besar dibandingkan metode pemasaran tradisional. Bagi UMKM, pemanfaatan media sosial dapat membantu meningkatkan efektivitas promosi sekaligus menekan biaya pemasaran karena informasi dapat disebarluaskan secara cepat kepada target pasar yang lebih luas.

Interaksi Pelanggan

Interaksi pelanggan merupakan proses komunikasi dan hubungan yang terjalin antara perusahaan dengan pelanggan melalui berbagai media dan saluran komunikasi. Interaksi yang baik dapat meningkatkan kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas pelanggan. Menurut Tjiptono dan Chandra (2020), hubungan yang kuat antara perusahaan dan pelanggan dapat menciptakan nilai jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak. Dalam era digital, interaksi pelanggan tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media sosial, platform digital, maupun aplikasi pesan instan yang memungkinkan komunikasi berlangsung secara lebih cepat dan responsif.

Efisiensi Biaya Pemasaran

Efisiensi biaya pemasaran merupakan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan pemasaran dengan penggunaan sumber daya yang optimal. Efisiensi tercapai apabila biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat yang maksimal bagi perusahaan. Menurut Assauri (2018), efisiensi pemasaran dapat dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menekan biaya promosi tanpa mengurangi efektivitas pemasaran yang dilakukan. Dalam konteks UMKM, efisiensi biaya pemasaran menjadi penting karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan ekonomis.

Pengembangan Hipotesis

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran Pemanfaatan media sosial memungkinkan UMKM melakukan promosi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan media konvensional. Selain itu, media sosial juga mempermudah penyebaran informasi kepada konsumen secara cepat dan luas. Penelitian yang dilakukan oleh Pellegrino dan Abe (2023) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mampu meningkatkan efektivitas pemasaran sekaligus mendukung efisiensi biaya promosi. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1: Pemanfaatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM

Pengaruh Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran

Interaksi pelanggan yang baik memungkinkan perusahaan memperoleh informasi mengenai kebutuhan dan preferensi pelanggan secara lebih akurat. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran sehingga mengurangi pemborosan biaya pemasaran. Penelitian Roosdhani et al. (2023) menunjukkan bahwa interaksi pelanggan yang efektif berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pemasaran dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2: Interaksi pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM. 

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran

Pemanfaatan media sosial yang didukung oleh interaksi pelanggan yang baik dapat meningkatkan efektivitas pemasaran sekaligus mengoptimalkan penggunaan biaya pemasaran. Media sosial menyediakan sarana komunikasi yang luas, sedangkan interaksi pelanggan membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar secara lebih tepat. Kombinasi kedua faktor tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi biaya pemasaran pada UMKM. Oleh karena itu, hipotesis yang diajukan adalah:

H3: Pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM

Berdasarkan pengembangan hipotesis tersebut, kerangka konseptual penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Peneliti (2026)

Gambar 1. Kerangka Berpikir 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif. Penelitian kuantitatif asosiatif menurut Sugiyono (2015) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

(UMKM). Metode penelitian ini menjelaskan hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi antara variabel independen dan variabel dependen melalui pengujian statistik. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang memanfaatkan media sosial dalam kegiatan pemasaran usahanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu:

Pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha minimal satu tahun.

Pelaku UMKM yang menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produk atau jasa.

Pelaku UMKM yang bersedia mengisi kuesioner penelitian.

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring maupun luring kepada pelaku UMKM. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima tingkat, yaitu skor 1 untuk “Sangat Tidak Setuju”, skor 2 untuk “Tidak Setuju”, skor 3 untuk “Netral”, skor 4 untuk “Setuju”, dan skor 5 untuk “Sangat Setuju”. Data yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen yaitu Efisiensi Biaya Pemasaran, sedangkan variabel independen yaitu Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan.

Tabel 1. Pengukuran Variabel 

Variabel Pengukuran Variabel Skala 

Pemanfaatan Media Sosial (X1)   Tingkat penggunaan media sosial oleh

UMKM dalam kegiatan pemasaran yang diukur melalui indikator intensitas penggunaan, kemudahan penyebaran informasi, jangkauan promosi, efektivitas komunikasi, peningkatan visibilitas produk, dan pemanfaatan fitur media sosial.

Interaksi Pelanggan (X2)Tingkat komunikasi dan keterlibatan

pelanggan dengan UMKM yang diukur melalui indikator respons terhadap pelanggan, kecepatan komunikasi, pemberian umpan balik, keterlibatan pelanggan, kualitas hubungan pelanggan,dankomunikasi berkelanjutan.

Efisiensi  Biaya Pemasaran (Y)   Kemampuan UMKM mencapai tujuan

pemasaran dengan penggunaan biaya yang optimal yang diukur melalui indikator penghematan biaya promosi, efektivitas anggaran pemasaran, efisiensi   kegiatan   pemasaran, pengurangan biaya operasional,  optimalisa sisum berdaya, dan peningkatan hasil pemasaran.

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H1 : Pemanfaatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM.

H2 : Interaksi pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM.

H3 : Pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM.

Sebelum dilakukan analisis data, instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas data yang diperoleh. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen, uji F untuk mengetahui pengaruh simultan variabel independen terhadap variabel dependen, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 

Hasil Statistik Deskriptif

Penelitian dilakukan terhadap 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang terdiri atas 18 item pernyataan yang mencakup variabel Pemanfaatan Media Sosial (X1), Interaksi Pelanggan (X2), dan Efisiensi Biaya Pemasaran (Y). Seluruh kuesioner yang disebarkan berhasil dikumpulkan dan dinyatakan layak untuk diolah.

Tabel 2. Statistik Deskriptif 

 

Variabel  N  Min  Max  Mean  Std. Deviation 
Pemanfaatan Media Sosial 100 18 30 24,56 3,214
(X1)

Interaksi Pelanggan (X2)

100 17 30 23,89 3,562
Efisiensi Biaya Pemasaran (Y) 100 16 30 24,11 3,105

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Berdasarkan Tabel 2, variabel Pemanfaatan Media Sosial memiliki nilai rata-rata sebesar 24,56 dengan standar deviasi 3,214. Variabel Interaksi Pelanggan memiliki nilai rata-rata sebesar 23,89 dengan standar deviasi 3,562. Sementara itu, variabel Efisiensi Biaya Pemasaran memiliki nilai rata-rata sebesar 24,11 dengan standar deviasi 3,105. Nilai rata-rata yang relatif tinggi menunjukkan bahwa responden memberikan penilaian positif terhadap pemanfaatan media sosial, interaksi pelanggan, dan efisiensi biaya pemasaran pada UMKM.

Uji Kualitas Data

Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas 

VariabelCronbach’s AlphaKeterangan 

Pemanfaatan Media Sosial0,891Reliabel

Interaksi Pelanggan0,884Reliabel

Efisiensi Biaya Pemasaran0,879Reliabel

Kelurahan Instrumen0,925Reliabel Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai korelasi (r hitung) yang lebih besar daripada r tabel sebesar 0,1966 pada tingkat signifikansi 5% dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Dengan demikian, seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,925. Nilai tersebut lebih besar dari batas minimum 0,70 sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat konsistensi yang sangat baik dalam mengukur variabel yang diteliti.

Uji Asumsi Klasik

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas 

MetodeStatistikSig 

Kolmogorov-Smirnov0,0810,098

Shapiro-Wilk0,9860,350 Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 4, nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,098 dan nilai signifikansi Shapiro-Wilk sebesar 0,350. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi normal.

Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas 

 

Variabel  Tolerance  VIF 
Pemanfaatan Media Sosial (X1) 0,616 1,623
Interaksi Pelanggan (X2) 0,616 1,623

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Berdasarkan Tabel 5, seluruh variabel memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Dengan demikian, model regresi tidak mengalami multikolinearitas.

Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Glejser) 

VariabelSig. 

Pemanfaatan Media Sosial (X1)0,187 Interaksi Pelanggan (X2)0,344

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Hasil uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser menunjukkan bahwa variabel Pemanfaatan Media Sosial memiliki nilai signifikansi sebesar 0,187 dan Interaksi Pelanggan sebesar 0,344. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas.

Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel 7. Hasil Analisis Regreasi Linear Berganda 

Variabel  Koefisien (B)  t-hitung  Sig. 
Konstanta -0,884 -0,427 0,670
Pemanfaatan Media Sosial (X1) 0,618 5,836 0,000
Interaksi Pelanggan (X2) 0,519 5,619 0,000

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan sebagai berikut:

Y = —0.884 + 0.618X1 + 0.519X2 

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan memiliki arah hubungan positif terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran.

Uji Parsial (Uji t)

Berdasarkan Tabel 7, variabel Pemanfaatan Media Sosial memiliki nilai t-hitung sebesar 5,836 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Dengan demikian, H1 diterima. Selanjutnya, variabel Interaksi

Pelanggan memiliki nilai t-hitung sebesar 5,619 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Interaksi Pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Dengan demikian, H2 diterima.

Uji Simultan (Uji F)

Tabel 8. Hasil Uji Stimultan (Uji F) 

F-hitungSig. 

86,2430,000

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Berdasarkan Tabel 8, diperoleh nilai F-hitung sebesar 86,243 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Dengan demikian, H3 diterima.

Koefisien Determinasi (R²)

Tabel 9. Hasil Koefisien Determinasi (R²) 

RR SquareAdjusted R Square 

0,8000,6400,633

Sumber: Data diolah menggunakan SPSS (2026)

Nilai R Square sebesar 0,640 menunjukkan bahwa sebesar 64,0% variasi Efisiensi Biaya Pemasaran dapat dijelaskan oleh variabel Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan. Sisanya sebesar 36,0% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

Pembahasan

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana promosi mampu membantu UMKM mengurangi biaya pemasaran dibandingkan media konvensional. Media sosial memungkinkan penyebaran informasi produk secara cepat, luas, dan dengan biaya yang relatif rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pellegrino dan Abe (2023) yang menyatakan bahwa pemanfaatan media sosial mampu meningkatkan efektivitas pemasaran sekaligus menekan biaya promosi.

Pengaruh Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi Pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Interaksi yang baik antara pelaku usaha dan pelanggan mampu meningkatkan kepuasan, kepercayaan, serta

loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas cenderung memberikan rekomendasi kepada konsumen lain melalui komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth) sehingga dapat mengurangi kebutuhan biaya promosi tambahan. Hasil penelitian ini mendukung temuan Roosdhani et al. (2023) yang menyatakan bahwa interaksi pelanggan yang efektif dapat meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.

Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran

Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Pemanfaatan Media Sosial dan Interaksi Pelanggan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi media sosial, tetapi juga oleh kemampuan pelaku UMKM dalam membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Kombinasi kedua faktor tersebut mampu menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien sehingga membantu UMKM meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.

KESIMPULAN DAN SARAN 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa semakin optimal penggunaan media sosial dalam aktivitas pemasaran, semakin tinggi tingkat efisiensi biaya pemasaran yang dapat dicapai oleh UMKM. Media sosial memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas dengan biaya yang relatif rendah dibandingkan metode pemasaran konvensional.

Selain itu, interaksi pelanggan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran. Interaksi yang baik antara pelaku usaha dan pelanggan mampu meningkatkan kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas pelanggan sehingga kegiatan pemasaran dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Secara simultan, pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi biaya pemasaran pada UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebesar 64,0% variasi efisiensi biaya pemasaran, sedangkan sisanya sebesar 36,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan media sosial dan interaksi pelanggan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi biaya pemasaran.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pelaku UMKM disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk meningkatkan jangkauan promosi dan efektivitas komunikasi dengan pelanggan. Selain itu, pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan melalui respons yang cepat, komunikasi yang baik, dan pemberian layanan yang memuaskan guna membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi efisiensi biaya pemasaran, seperti kualitas konten digital, inovasi pemasaran, loyalitas pelanggan, citra merek, atau kemampuan teknologi informasi. Penelitian selanjutnya juga dapat memperluas jumlah sampel dan wilayah penelitian sehingga hasil yang diperoleh memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik