Oleh Adrealin Septiani, Mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Universitas Binawan
1. Inti Masalah & Tujuan
Penelitian ini menganalisis bagaimana strategi bauran pemasaran (4P: Produk, Harga, Tempat, Promosi) diterapkan oleh UMKM Sederhana (produsen keripik di Desa Konda) untuk mendongkrak penjualan mereka.
2. Strategi yang Diterapkan (Bauran Pemasaran)
• Produk (Product): Menjaga kualitas rasa khas Sulawesi Tenggara, menggunakan kemasan standing pouch dengan silica gel agar tahan lama, serta sudah mengantongi sertifikat Halal MUI dan BPOM.
• Harga (Price): Menetapkan harga yang terjangkau untuk semua kalangan, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per bungkus.
• Tempat (Place): Mendistribusikan produk ke toko oleh-oleh dan swalayan strategis di Kota Kendari dan Konda.
• Promosi (Promotion): Beriklan lewat pameran kuliner dan melakukan transformasi digital dengan berjualan secara online di Facebook/WhatsApp selama pandemi Covid-19.
3. Hasil & Dampak Strategi
• Puncak Kejayaan (2019): Strategi pemasaran offline berjalan maksimal dan berhasil meraih omset tertinggi sebesar Rp620.000.000 dalam setahun.
• Dampak Pandemi (2020–2021): Penjualan sempat anjlok drastis (sisa Rp113 juta pada 2021) karena swalayan mitra terimbas lockdown.
• Solusi & Pemulihan (2022): Penjualan kembali bangkit (mencapai Rp50,5 juta dalam 3 bulan pertama) setelah mereka menambah produk baru (keripik wortel dan kaktus mente) serta mengoptimalkan penjualan online menggunakan jasa kurir digital (Grab/Maxim).
Kesimpulan Inti :
Strategi pemasaran 4P yang dilakukan UMKM Sederhana terbukti efektif. Kunci keberhasilan mereka bertahan dan menaikkan omset terletak pada kualitas produk yang bersertifikat resmi serta kelincahan beralih ke promosi digital (media sosial) saat terjadi krisis.
