Scroll untuk baca artikel
OaseRamadhan

Ramadhan Momen Berjuang Menegakkan Al-Qur’an

×

Ramadhan Momen Berjuang Menegakkan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

DEPOK – Di hadapan sekitar 60 ibu-ibu berbagai Majlis Taklim, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Hj.Ir.Nanik Wijayati menegaskan Ramadhan menjadi momen berjuang menegakkan Al-Qur’an.

“Ramadhan ini adalah momen kita untuk berjuang menegakkan Al-Qur’an,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Bulanan, Marhaban Ramadhan, Merekatkan Ukhuwah, Meraih Takwa, Sabtu, (14/2/2026) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Oleh karena itu, ia pun mengajak untuk menaikkan level yang sebelumnya hanya tadarus dan khatam Qur’an kini mulai membiasakan pahami isi Al-Qur’an dengan cara membaca artinya kemudian mengamalkannya. “Karena jika tidak paham isi Al-Qur’an tidak akan membawa perubahan pada diri kita,” ujarnya.

Ia pun membeberkan fakta kerusakan yang terjadi saat ini semakin banyak, mulai dari pornografi, pergaulan bebas, tawuran, judol dan lainnya karena banyak orang meninggalkan Al-Qur’an. Maka, solusinya harus kembali kepada Al-Qur’an. “Bagaimana cara mengatasinya? Kembali pada Al-Qur’an,” terangnya.

Apalagi, ujarnya, Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an “kuntum khoiru ummah” yang artinya kamu itu wahai ummat Islam adalah sebaik-baik umat. “Tapi kenyataannya generasi muda saat ini makin banyak yang rusak, gangguan mental, ingin bunuh diri, apakah itu fakta khairu ummah? Bukan,” sebutnya.

“Begitu juga, permasalahan ketidakadilan dan kezaliman yang terus terjadi di Palestina. Sudah setengah abad Palestina terus diperangi oleh zionis Israel. Kenapa tidak bisa diselesaikan, padahal Jumlah umat Islam di seluruh dunia ada 1,5 miliar orang kenapa tidak bisa melawan Israel yang jumlahnya hanya puluhan juta? Apakah karena tidak paham dengan Al-Qur’an? Apakah Al-Qur’an sudah memimpin hidup kita atau baru diucapkan dengan lisan?” tanyanya kepada peserta yang hadir.

Ustadzah Nanik pun mengingatkan pada para peserta yang khusyuk mendengarkan dan mulai merenung mencoba menjawab jujur dalam hati, Al-Qur’an baru diucapkan dengan lisan belum jadi pimpinan. “Perjuangan itu dimulai dari memahami Al-Qur’an, melihat kebenaran Al-Qur’an, dan menjelaskan hukum-hukum yang ada di dalam Al-Qur’an,” terangnya.

Padahalm lanjutnya, ada tiga fungsi Al-Qur’an yaitu sebagai petunjuk (hudan), penjelas (bayan), pembeda (furqn).

“Ukuran kebenaran itu yang shahih, mutlak adalah Al-Qur’an. Maka carilah kebenaran itu di dalam Al-Qur’an di situ ada petunjuk, penjelasan dan pembeda. Inilah PR kita mengajarkan kepada anak cucu kita menjelaskan Al-Qur’an sebagai hudan, bayan dan furqan. Konsekuensi iman kita kepada Al-Qur’an kita percaya, Al-Qur’an itu kitab suci dari Allah maka satu kata pun, satu huruf pun tidak boleh kita menentang,” pungkasnya. [Yeni]