DEPOKPOS – FIFA akhirnya angkat bicara terkait potensi relokasi pagelaran Piala Dunia 2026 menyusul lonjakan aksi kekerasan di Meksiko.
Situasi memanas setelah operasi militer menewaskan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias ‘El Mencho’, pemimpin kartel narkoba Jalisco New Generation (CJNG).
Dekatnya lokasi kerusuhan dengan Guadalajara, salah satu kota tuan rumah, memicu kekhawatiran soal keamanan pemain dan suporter.
Situasi kerusuhan memburuk dengan amat cepat setelah operasi militer di Tapalpa memicu aksi balasan dan pemblokiran jalan di sekitar 20 negara bagian Meksiko. Dampaknya langsung terasa di kancah sepakbola domestik.
Empat pertandingan profesional terpaksa ditunda, termasuk laga besar sepakbola wanita bertajuk “Clasico Nacional” antara Chivas dan America.
Guadalajara sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026, serta laga play-off antarkonfederasi pada Maret mendatang. Kondisi ini membuat tekanan terhadap penyelenggara meningkat drastis untuk memastikan jaminan keamanan sebelum turnamen 48 tim tersebut digelar.
FIFA pantau situasi di Jalisco
FIFA melalui kantor perwakilannya di Meksiko menyatakan terus memantau situasi di negara bagian Jalisco dan menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah setempat.
“Di FIFA Mexico, kami memantau secara ketat situasi di Jalisco dan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Kami akan mengikuti arahan berbagai lembaga pemerintah guna menjaga keselamatan publik dan memulihkan kondisi normal, serta menegaskan kolaborasi erat kami dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal,” demikian pernyataan juru bicara FIFA dilansir The Athletic.
FIFA juga disebut telah meminta laporan internal untuk dikirim ke kantor pusat di Zurich, Swiss, agar pimpinan FIFA memperoleh gambaran menyeluruh soal perkembangan situasi keamanan dan potensi dampaknya terhadap operasional turnamen. Meski kondisi masih penuh ketidakpastian, badan pemerintahan sepakbola dunia itu menegaskan tetap fokus pada keselamatan seluruh pihak, meski persiapan di tiga kota tuan rumah Meksiko yakni Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City, diklaim tetap berjalan sesuai rencana.
Akankah Piala Dunia 2026 direlokasi dari Meksiko?
Menurut laporan The Athletic, sumber internal FIFA menyebutkan bahwa pencabutan status tuan rumah dari Meksiko belum menjadi pertimbangan saat ini. Relokasi pertandingan Piala Dunia hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir, dan itu pun jika ada rekomendasi serius dari otoritas keamanan serta mitra komersial. Untuk sementara, sikap resmi FIFA adalah tetap optimistis terhadap jadwal yang sudah direncanakan.
“Keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama, dan FIFA memiliki kepercayaan penuh kepada ketiga negara tuan rumah,” tegas juru bicara tersebut. Edisi 2026 memang akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan format baru 48 tim dan sejumlah debutan seperti Tanjung Verde, Curacao, dan Uzbekistan. Laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung di Estadio Azteca yang ikonik, sementara Inggris akan memulai kampanye mereka melawan Kroasia di AT&T Stadium, Texas, pada 17 Juni.