DEPOKPOS – Setidaknya ada lima langkah konkret, Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai jalan menuju keberkahan.
Hal tersebut diungkap Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Nurjanah Zeyn dalam Forum Tokoh Muslimah Depok #31 Spesial Tarhib Ramadhan, Ramadhan Bulan Al-Qur’an, Petunjuk dan Solusi Kehidupan, Sabtu, (14/2/ 2026) di Depok.
Adapun kelima langkah konkretnya yaitu: Pertama, semangat tilawah dengan khatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan panen pahala melalui Al-Qur’an. “Oleh karena itu, kita bisa lihat totalitas interaksi dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan yang dilakukan para sahabat dan ulama salaf, seperti generasi sahabat, sekali sebulan, seminggu hingga setiap hari khatam, Imam Malik menutup majelis hadits fokus 100% pada Al-Qur’an, Imam Syafi’i 60 kali khatam, dua kali sehari siang dan malam serta Amr bin Qais tutup toko atau bisnis, sibuk tilawah sejak Sya’ban,” bebernya di hadapan 94 tokoh Muslimah.
Kedua, amalkan pribadi dengan perbaiki akhlak sesuai tuntunan. “Pasalnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan (lisan membaca), melainkan petunjuk (hati dan fisik mengamalkan). Para sahabat memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar dibaca lisan, tetapi dijadikan petunjuk hidup, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah al-Isra ayat 9, ” jelasnya sambil membacakan ayat tersebut.
Ketiga, amar makruf. “Jangan diam melihat kemungkaran penguasa,” tegasnya.
Apalagi, ujarnya, dalam Al-Qur’an surah Ali-Imran ayat 104 ada kewajiban kontrol sosial melakukan amar makruf, yakni kewajiban adanya kelompok yang mengoreksi penguasa dan masyarakat.
Keempat, tegakkan institusi dengan dukung penerapan aspek siyasah agar hukum Allah tegak,” sebutnya.
Karena, lanjutnya, syariah Islam bisa tegak dengan adanya institusi (nedanara/kekuasaan). Bahkan, tanpa institusi ini, banyak ayat Al-Qur’an terbengkalai dan tak bertuan.
Kelima, rujukan tunggal. “Jadikan Al-Qur’an satu-satunya standar kebenaran,” pungkasnya.[]Siti Aisyah
