DEPOKPOS – Di hadapan sekitar 21 peserta, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Rizka Ummu Fatimah mengungkapkan bahayanya sifat buruk sangka.
“Sebisa mungkin hindarilah sifat buruk sangka. Bisa jadi kita salah sangka dan itu bahaya tentunya. Apalagi salah sangka kepada saudara Muslim sendiri. Rasulullah SAW pun dalam sejumlah riwayat mengingatkan bahayanya buruk sangka,” ujarnya dalam Kajian Muslimah Shalihah Rutin, Buruk Sangka, Berujung Dosa. Jauhilah!, Sabtu, (10/1/2026) di Depok.
Ia pun mengutif hadits, “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR Bukhari No 6064, Muslim No 2563).
“Bahkan, berburuk sangka itu bisa berujung dosa, maka jauhilah! Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”,” tegasnya sambil membacakan ayat tersebut.
“Ngeri juga ya sifat buruk sangka itu. Oleh karenanya setiap Muslim harus berusaha menghindar dari buruk sangka, karena bisa menjadikan manusia tersebut hina di hadapan Allah SWT,” sebutnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, jika selalu berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain serta mengumbarnya, dan tidak mengklarifikasi dulu kebenarannya, lama kelamaan akan mudah memandang orang dengan pandangan yang negatif, selalu saja curiga terhadap orang lain.
“Ingatlah, jika kita selalu mencari-cari kesalahan orang lain serta mengumbarnya, maka Allah akan mempermalukan, merendahkan dan akan membongkar kesalahan kita di hadapan orang lain. Naudzubillahi mindzalik,” terangnya.
“Oleh karenanya, mumpung masih hidup, masih bisa bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT, marilah kita sama-sama melawan kebiasaan berburuk sangka (suuzan) menjadi kebiasaan berbaik sangka (husnuzan). Mulailah dari diri sendiri untuk tidak selalu ingin tahu kesalahan atau kekurangan orang lain,” pungkasnya.[]Siti Aisyah