Scroll untuk baca artikel
Artikel

Pancasila sebagai Pedoman Nilai dalam Perilaku Budaya Masyarakat

×

Pancasila sebagai Pedoman Nilai dalam Perilaku Budaya Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pancasila sebagai Pedoman Nilai dalam Perilaku Budaya Masyarakat

Oleh Anis Salsabila mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pamulang

DEPOKPOS – Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat dan pedoman nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai Pancasila seharusnya menjadi landasan dalam membentuk perilaku budaya masyarakat Indonesia. Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi budaya yang semakin pesat, terjadi pergeseran nilai dalam kehidupan sosial. Budaya gotong royong mulai memudar, sikap individualistis menguat, dan interaksi sosial kerap diwarnai konflik di ruang digital. Fenomena ini menunjukkan pentingnya mengkaji kembali peran Pancasila sebagai pedoman nilai dalam perilaku budaya masyarakat, khususnya dalam perspektif filsafat Pancasila.

Dalam kajian filsafat Pancasila, budaya dipahami sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa. Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial yang seharusnya terwujud dalam perilaku budaya masyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak bersifat abstrak semata, melainkan tercermin dalam praktik budaya sehari-hari.

Salah satu contoh budaya konkret yang mencerminkan nilai Pancasila adalah gotong royong. Tradisi kerja bakti, solidaritas saat terjadi bencana, serta kebiasaan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat merupakan wujud pengamalan sila kedua dan ketiga Pancasila. Selain itu, budaya musyawarah dalam pengambilan keputusan bersama mencerminkan nilai demokrasi Pancasila yang menekankan kebijaksanaan dan kepentingan bersama.

Namun, perkembangan budaya modern menghadirkan tantangan tersendiri. Meningkatnya budaya individualisme, sikap apatis terhadap lingkungan sosial, serta maraknya ujaran kebencian di media sosial menunjukkan adanya jarak antara nilai ideal Pancasila dan realitas budaya masyarakat. Kondisi ini menandakan bahwa internalisasi nilai Pancasila dalam perilaku budaya belum berjalan secara optimal.

Menurut penulis, melemahnya peran Pancasila dalam perilaku budaya masyarakat bukan semata-mata disebabkan oleh perubahan zaman, melainkan oleh kurangnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Pancasila sering dipahami secara normatif sebagai hafalan, bukan sebagai pedoman etis yang membimbing sikap dan perilaku.

Oleh karena itu, penguatan peran Pancasila sebagai pedoman nilai budaya harus dilakukan secara sistematis melalui pendidikan dan keteladanan sosial. Mata kuliah Filsafat Pancasila memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman kritis bahwa Pancasila adalah sistem nilai yang relevan dan kontekstual. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai Pancasila melalui perilaku toleran, sikap dialogis, dan kepedulian sosial, baik di ruang nyata maupun di ruang digital.

Pancasila sebagai pedoman nilai dalam perilaku budaya masyarakat memiliki peran fundamental dalam menjaga identitas dan karakter bangsa. Dalam perspektif filsafat Pancasila, budaya seharusnya menjadi sarana aktualisasi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Menjadikan Pancasila sebagai pedoman nilai berarti memastikan bahwa perkembangan budaya tidak kehilangan arah dan makna. Dengan penghayatan dan pengamalan nilai Pancasila secara konsisten, masyarakat Indonesia mampu menghadapi tantangan modernitas tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat.

Konsep-Konsep Bisnis
Artikel

Oleh: Apliana Kaka Daha, mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang