DEPOKPOS – Fenomena insomnia kini semakin sering dialami oleh Gen Z. Pola hidup yang serba cepat, tekanan akademik, distraksi dari gawai, hingga kecemasan sosial membuat banyak anak muda kesulitan tidur tepat waktu. Tidak sedikit yang akhirnya tidur menjelang subuh, kualitas tidur menurun, dan bangun dalam kondisi kurang bugar.
Padahal, kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat mempengaruhi banyak hal mulai dari sulit fokus saat kuliah, menurunnya produktivitas, hingga kesehatan mental yang terganggu.
Dalam beberapa tahun terakhir, masalah ini meningkat seiring gaya hidup digital. Banyak mahasiswa mengaku sulit tidur karena pikiran penuh, tugas menumpuk, dan terlalu lama menatap layar sebelum tidur.
Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan Gen Z untuk memperbaiki kualitas tidur mereka.
1. Atur Jadwal Tidur yang Konsisten
Salah satu pemicu insomnia adalah jam tidur yang tidak teratur. Cobalah tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Dengan rutinitas yang stabil, tubuh akan lebih mudah merasa mengantuk di jam yang tepat.
2. Kurangi Paparan Layar Menjelang Tidur
Cahaya biru dari layar ponsel dapat menekan hormon melatonin. Idealnya, hentikan penggunaan ponsel 30–60 menit sebelum tidur atau aktifkan mode malam untuk mengurangi cahaya biru.
3. Redakan Pikiran dengan Rutinitas Relaksasi
Overthinking membuat banyak anak muda sulit memejamkan mata.
Aktivitas sederhana seperti jurnal singkat, membaca buku ringan, stretching, atau teknik pernapasan 4-7-8 dapat membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.
4. Buat Suasana Kamar Lebih Nyaman
Kualitas tidur sangat dipengaruhi lingkungan. Coba gunakan lampu yang lebih redup, jaga suhu kamar tetap sejuk, dan minimalkan kebisingan. Lingkungan yang nyaman membantu otak lebih cepat tenang.
5. Batasi Kopi dan Minuman Berkafein
Banyak Gen Z mengandalkan kopi untuk begadang mengerjakan tugas. Namun konsumsi kafein setelah sore hari bisa memperparah insomnia. Sebagai gantinya, pilih teh herbal atau susu hangat.
6. Tetap Aktif Secara Fisik
Kurang bergerak membuat energi tidak tersalurkan. Olahraga ringan 20–30 menit sehari bisa membantu tubuh merasa lebih siap untuk istirahat di malam hari.
7. Kenali Tanda Insomnia yang Serius
Jika kesulitan tidur berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin parah, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Insomnia kronis perlu penanganan lebih lanjut agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental.
Meski insomnia menjadi tantangan besar bagi Gen Z, kebiasaan tidur yang sehat tetap bisa dibangun secara bertahap. Dengan rutinitas yang teratur, manajemen stres yang baik, serta kesadaran untuk membatasi distraksi digital, kualitas tidur dapat membaik dan kehidupan sehari-hari menjadi lebih stabil.
Syaiful Anam & M. Rifqya Nabil mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

