Penulis: Aliffa Rahmadanni Jurusan Akuntansi Syariah (Universitas Islam Tazkia)
“Jadi 200 T, hari Jumat sudah masuk ke perbankan. Uang nya udah nongkrong disana, sekarang saya duga para Dirut bank pusing mau nyalurin kemana”, ucap Bapak Purbaya Yudhi Sadewa.
1.Pendahuluan
Yaps betul, kalian tidak salah lihat. 200 T baru – baru ini telah dicairkan dari dana pemerintah ke bank – bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) atau yang biasa disapa bank – bank umum. Kebijakan ini diambil bukan sensasi belaka, tapi ini memiliki alasan yang kuat seperti untuk, 1. Memperkuat likuiditas perbankan nasional, 2. Mempercepat penyaluran kredit, serta 3. Mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian. Dengan ditempatkannya dana tersebut di bank HIMBARA, diharapkan sektor riil seperti pertanian, industri manufaktur, infrastruktur, serta sektor digital akan mendapatkan dorongan lebih besar karena akses pembiayaan menjadi lebih luas. Selain itu, kredit yang disalurkan oleh bank merupakan darah segar bagi dunia usaha, khusus nya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Semakin banyak kredit yang tersalurkan, semakin tinggi pula perputaran uang dalam masyarakat, yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
2.Definisi
Dari perspektif makroekonomi, kebijakan ini menunjukan adanya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Dengan adanya pemindahan dana tersebut, Kemenkeu secara tidak langsung juga mendukung kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan. Dana pemerintah yang selama ini mengendap di rekening BI dapat lebih produktif ketika ditempatkan di bank-bank umum, karena bisa diputar kembali melalui aktivitas pinjam – meminjam. Hal ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Negara, terutama setelah menghadapi tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, gejolak harga komoditas, dan fluktuasi nilai tukar.
Lebih jauh lagi, penempatan dana di bank Himbara juga menunjukan keberpihakan pemerintah kepada bank- bank milik Negara. Bank-bank tersebut terdiri dari, ”Mandiri dengan dana 55 T, BRI 55 T, BNI 55 T, BTN 25 T, serta BSI 10 T. Kenapa BSI? Karena BSI bisa mengakses daerah aceh supaya dana bisa dimanfaatkan di aceh sana”, ucap Bapak Purbaya Yudhi Sadewa. Yang mana jaringan tersebut tidak hanya berputar di kota-kota besar, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat di daerah terpencil sekaligus. Artinya, manfaat kebijakan ini dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
3.Pendapat
“Kalau ingin masyarakat sejahtera, kenapa tidak langsung diberikan saja kepada masyarakat? Kenapa harus bank yang mengelola?? Bagaimana jika uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mesti nya? Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?”
Memang tidak dapat dipungkiri bahwasannya langkah Kemenkeu memindahkan dana dalam jumlah besar ini juga dapat menimbulkan kekhawatiran. Adapun jika uang diturunkan secara langsung ke tangan masyarakat , maka itu tidak akan memberikan perubahan baik terhadap masyarakat itu sendiri maupun negara secara keseluruhan. Maka dari itu, dikeluarkanlah kebijakan ini meskipun sebagian orang berpendapat bahwa ada kemungkinan risiko yang tidakdiinginkan terjadi . Namun, jika kebijakan ini dijalankan dengan pengawasan ketat dan strategi yang matang, manfaatnya akan jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Kebijakan ini juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah lain, seperti memperbaiki birokrasi dalam penyaluran kredit, memberikan intensifitas bagi sektor produktif, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menurut saya, langkah ini sangat tepat karena itu mendukung perputaran uang dan kemajuan ekonomi di masa yang akan datang. Disamping itu, kalau kita perhatikan dengan seksama mengenai penggunaan uang sebagai alat untuk melancarkan kegiatan perdagangan, dapat pula dikatakan bahwa uang dalam perekonomian memungkinkan dilaksanakannya spesialisasi dalam kegiatan produksi, dan spesialisasi ini akan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, pendapatan para pekerja akan naik, dan ini akan berdampak pada perluasan pasar. Selanjutnya, perluasan pasar akan mengembangkan kegiatan ekonomi serta mendorong dilakukannya perkembangan teknologi. –Dikutip dari Buku “BANK dan LEMBAGA KEUANGAN” oleh Prof. Dr. Thamrin Abdullah, M.M., M.Pd. dan Dr. Francis Tantri, S.E., M.M.-
Maka dari itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus mendukung kebijakan yang baru diterbitkan ini karena Indonesia membutuhkan terobosan yang berani untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dan mempnyai daya saing di masa depan.
4.Kesimpulan
Kesimpulannya, pemindahan dana yang dilakukan oleh Kemenkeu ke bank Himbara merupakan langkah yang visioner sekaligus strategis. Dengan kebijakan ini, perputaran uang dalam perekonomian akan meningkat, likuiditas perbankan semakin kuat, dan sektor riil mendapatkan dorongan yang signifikan. Meskipun memang ada beberapa risiko yang harus diantisipasi, tetapi dengan pengawasan dan pengarahan yang tepat itu semua akan dapat dikalahkan dengan besar nya manfaat yang diterima.