Dunia Kampus

Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Gelar Edukasi Sosial dan Literasi Digital di SDN 3 Balesari

×

Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Gelar Edukasi Sosial dan Literasi Digital di SDN 3 Balesari

Sebarkan artikel ini

KKN FBD KOMPAK 67 berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, literasi digital, dan kreativitas sejak dini

DEPOKPOS, MALANG – Dalam upaya membangun kesadaran sosial dan keterampilan digital sejak dini, Kelompok KKN FBD KOMPAK 67 Universitas Brawijaya menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif di SDN 3 Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Tiga kegiatan utama dilaksanakan sepanjang pertengahan Juli 2025, yaitu sosialisasi anti-bullying, edukasi bahaya penggunaan gadget, serta pelatihan desain menggunakan Canva. Masing-masing kegiatan menghasilkan infografis edukatif yang ditempelkan di seluruh ruang kelas 1 hingga 6 SDN 3 Balesari sebagai media pembelajaran berkelanjutan.

Kegiatan pertama bertajuk “Sosialisasi Stop Bullying: Kita Semua Teman”, dilaksanakan pada Selasa, 16 Juli 2025, dan dipimpin oleh Cinka Andili Rosa, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional FISIP UB angkatan 2023. Dalam sosialisasi ini, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk bullying—fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying—beserta dampak psikologisnya.

Materi disampaikan melalui media visual, diskusi santai, serta permainan “Tebak Situasi: Bullying atau Bukan?” yang dirancang untuk menumbuhkan empati dan pemahaman kritis. Sebagai hasil, tim KKN membuat infografis “Stop Bullying” yang mencantumkan poin-poin penting tentang definisi, contoh, dan langkah mencegah bullying. Infografis ini kemudian ditempel di semua kelas agar siswa dapat terus diingatkan akan pentingnya sikap saling menghormati.

Masih pada hari yang sama, dilaksanakan pula Sosialisasi Bahaya Gadget dengan Faith Yasar Arafah dari Ilmu Komunikasi FISIP UB angkatan 2023 sebagai penanggung jawab kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai penggunaan gadget secara sehat dan bertanggung jawab. Siswa diajak memahami manfaat gadget untuk belajar, tetapi juga dikenalkan pada dampak negatif jika digunakan berlebihan, seperti kelelahan mata, sulit fokus, hingga gangguan pola tidur.

Diskusi dua arah antara siswa dan pemateri membuka ruang refleksi kritis tentang keseharian mereka dengan gadget. Sebagai bagian dari hasil kegiatan, tim KKN memproduksi infografis “Bahaya Gadget” yang ditempel di tiap kelas sebagai pengingat visual agar siswa lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital.

Kegiatan ketiga adalah Pelatihan Desain Label Produk dengan Canva, yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, dengan Vitka Nadila Kartika dari Ilmu Komunikasi FISIP UB angkatan 2023 sebagai penanggung jawab. Pelatihan ini menyasar siswa kelas 3 SDN 3 Balesari dan memperkenalkan keterampilan dasar desain grafis menggunakan aplikasi Canva.

Peserta diajarkan membuat label produk mulai dari mendaftar akun hingga menyusun elemen desain. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dengan pendampingan intensif dari tim KKN. Untuk memperkuat hasil pelatihan, dibuatlah infografis “Cara Membuat Desain Label Produk dengan Canva” yang berisi panduan langkah-langkah dasar dan juga dipasang di tiap kelas sebagai bahan ajar tambahan.

Ketiga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari guru serta siswa. Dengan menghadirkan pendekatan yang komunikatif, visual, dan aplikatif, kelompok KKN FBD KOMPAK 67 berharap bahwa infografis yang ditempelkan di setiap kelas dapat menjadi pengingat dan sumber belajar jangka panjang bagi siswa SDN 3 Balesari.

Sebagai bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan pendidikan dasar di wilayah pedesaan, rangkaian kegiatan ini bukan hanya ditujukan untuk memperluas pengetahuan siswa dalam satu waktu, melainkan juga untuk meninggalkan jejak edukatif yang bisa terus dimanfaatkan bahkan setelah program KKN berakhir.

Melalui materi yang sederhana namun bermakna, serta media visual yang mudah dipahami oleh anak-anak, KKN FBD KOMPAK 67 berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, literasi digital, dan kreativitas sejak dini. Diharapkan, upaya kecil ini dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya generasi muda yang lebih peduli, cerdas dalam bersikap, dan terampil menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, pendidikan yang bermakna dapat tumbuh dari mana saja—termasuk dari ruang kelas sederhana di desa.