Dunia Kampus

FBD FISIP 69 Universitas Brawijaya Berkolaborasi dengan PKK Desa Kebobang Gelar Sosialisasi Pengaruh Lingkungan terhadap Tumbuh Kembang Anak

×

FBD FISIP 69 Universitas Brawijaya Berkolaborasi dengan PKK Desa Kebobang Gelar Sosialisasi Pengaruh Lingkungan terhadap Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya yang tengah menjalankan program Fisip Bakti Desa (FBD) di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Jumat (11/7/2025) Kami merasakan langsung betapa pentingnya peran masyarakat, terutama para ibu dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan mendukung perkembangan anak-anak.

Berangkat dari semangat pengabdian dan kepekaan terhadap dinamika lokal yang kami amati sejak awal penempatan, kami dari FBD FISIP UB kelompok 69 merancang program edukatif bertajuk “Anak Tumbuh dalam Lingkungan, Ibu Mekar dalam Pengetahuan.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK di Desa Kebobang akan pentingnya lingkungan fisik dan sosial dalam membentuk karakter serta pertumbuhan anak.

Sosialisasi ini kami laksanakan di Balai Desa Kebobang dengan menggandeng Tim Penggerak PKK setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 45 peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu PKK dari berbagai dusun. Dari awal, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta, yang menjadi semangat tambahan bagi kami untuk menyampaikan materi dengan sebaik-baiknya.

Penanggung jawab kegiatan, Icasia Lulua Salsalbila, menyampaikan bahwa peran ibu sangat krusial dalam membentuk generasi yang sehat dan tangguh. “Kami ingin menekankan bahwa menjadi seorang ibu bukanlah peran yang bisa dianggap sepele. Tidak ada yang bisa menggantikan peran seorang ibu dalam melahirkan, membesarkan, mendidik, dan menciptakan lingkungan terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Icasia.

Kegiatan kami bagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, kami menyampaikan materi tentang pentingnya lingkungan dalam membentuk kualitas tumbuh kembang anak. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar lebih mudah dipahami. Para ibu juga diajak berdiskusi langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendidik anak, serta bagaimana menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan suportif di rumah maupun masyarakat.

Pada sesi kedua, kami mengadakan workshop pembuatan buket bunga artificial. Kegiatan ini kami pilih bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana relaksasi psikologis dan pengembangan keterampilan kreatif ibu-ibu. Kami tidak menyangka, responnya luar biasa positif. Banyak yang menyatakan ingin mencoba membuat buket serupa di rumah bahkan mengembangkannya dengan mengubah dari bunga artificial diganti dengan snack atau camilan bungkus sebagai peluang untuk usaha kecil. Ini membuktikan bahwa ruang kreativitas yang sederhana pun bisa membangkitkan semangat baru bagi para perempuan desa.

“Makasih ya mba… Ternyata bikin kayak gini mudah, bisa jadi ide untuk usaha kecil-kecilan atau bisa juga diganti bunganya dengan snack,” kata salah satu peserta dari ibu-ibu PKK Desa Kebobang.

Kerja sama dengan Tim PKK Desa Kebobang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan acara ini. Selama persiapan hingga pelaksanaan, kami banyak dibantu dalam penyebaran informasi, teknis acara, hingga logistik. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat lokal inilah yang menjadi semangat utama program FBD FISIP UB yang mencakup membangun, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, kami memberikan sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta dan menyerahkan luaran kegiatan berupa kalender informatif kepada pihak PKK sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus arsip yang bisa digunakan kembali di masa mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu sekalian dan kami para perempuan yang nantinya juga akan menjadi seorang ibu,” tutup Icasia.

Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak melulu soal memberikan, tetapi juga mendengarkan, memahami, dan berjalan bersama. Kami belajar bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari percakapan-percakapan kecil, dari ruang komunitas seperti PKK dan dari para ibu yang setiap hari berjuang membentuk generasi penerus bangsa.

Icasia Lulua Salsalbila
Mahasiswa Universitas Brawijaya