Scroll untuk baca artikel
Health

Stress pada Remaja: Gejala, Faktor dan Solusi Penanganannya

×

Stress pada Remaja: Gejala, Faktor dan Solusi Penanganannya

Sebarkan artikel ini
Stress pada Remaja: Gejala, Faktor dan Solusi Penanganannya

Stress adalah suatu keadaan atau kondisi seseorang yang akan terjadi ketika tuntuan yang ada melebihi sumber daya yang kita punya

DEPOKPOS – Masa remaja sering kali dianggap sebagai masa yang paling menyenangkan dalam hidup. Namun, di balik senyum dan semangat muda pada masa itu, ada banyak remaja yang diam-diam merasa kesulitan dengan tekanan batin mereka yang tidak terlihat. Dari tuntutan akademik, ekspektasi orang tua, hingga pengaruh media sosial yang terus menyoroti “kesempurnaan”.

Semua hal tersebut dapat menjadi pemicu stres yang serius. Bahkan menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 dari 7 remaja di dunia mengalami gangguan mental setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa stres pada remaja bukan hanya sekedar “drama usia muda” melainkan isu serius yang perlu dipahami dan ditangani dengan baik.

Pada usia remaja, mereka sering kali menghadapi berbagai perubahan emosional dan psikologis yang tidak menentu, dengan menjaga kesehatan mental remaja, akan membantu diri untuk mengatasi masalah, menghadapi tekanan dan memiliki hubungan sosial yang baik. Sebenarnya, masalah kesehatan mental ini dapat terjadi kepada siapa saja, bukan hanya para remaja saja, maka penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan mental kita supaya tetap sehat dan dapat berproduktivitas dengan baik serta memiliki kesehatan fisik yang baik.

Di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi oleh para remaja bukan hanya tentang belajar dan berteman saja, tetapi juga eksistensi, validasi dan tekanan tak kasat mata dari dunia digital. Di balik foto-foto ceria yang beredar di media sosial, ada banyak remaja yang berusaha menyembunyikan rasa cemas, takut gagal dan bahkan kehilangan arah tujuan mereka sendiri. Masih banyak remaja yang merasa tertekan, cemas dan kesepian karena banyak nya tuntutan dari lingkungan, namun ruang untuk mengekspresikan diri mereka masih sangat terbatas.

Pada saat ini “Pernahkah kamu merasa tertekan karena tugas sekolah yang sangat banyak? Dan bagaimana cara kamu mengatasinya?” karena pada masa ini masih banyak para remaja yang merasa kesulitan untuk mengatasi masalah tersebut. Di artikel ini akan membantu kamu untuk memahami penyebab stress dan bagaimana cara menanganinya.

Apa Itu stress?

Stress adalah suatu keadaan atau kondisi seseorang yang akan terjadi ketika tuntuan yang ada melebihi sumber daya yang kita punya. Sumber daya yang di maksud ialah sumber daya internal dan eksternal, stress bisa saja muncul dalam bentuk emosi negatif (marah, cemburu, takut, cemas, murung, sedih dan malu) dan fisiologis (detak jantung meningkat, mulut kering, berkeringat, diare, sakit kepala dan hypertensi).

Stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan dari situasi yang baru, menantang atau berbahaya, kondisi tersebut dapat dirasakan oleh setiap orang termasuk anak remaja. Stress dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti, tuntutan akademik, tekanan sosial, perubahan hidup, bullying, masalah keluarga yang terjadi di rumah, konflik interpersonal atau perubahan fisik dan hormon yang terjadi selama masa remaja.

Tanda-Tanda Stress Pada Remaja

Tanda stress pada remaja akan berbeda-beda, namun beberapa remaja yang mengalami stress akan menunjukkan tanda sebagai berikut :

⦁ Menjadi Lebih Sensitif

Para remaja yang sedang mengalami stress biasanya akan terlihat lebih sensitif dan tidak mampu mengelola emosinya. Terkadang mereka dapat tiba-tiba menangis, kesal atau bahkan marah tanpa alasan yang jelas. Mereka juga merasa dan mengatakan kalau tidak ada yang menyukainya serta semua hal yang telah dilakukannya selama ini tidak ada yang berjalan dengan baik atau sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

⦁ Menurunnya Prestasi Akademik

Ketika stress, para remaja akan merasa sulit untuk berkonsentrasi dan mudah terganggu di kelas, sehingga akan membuatnya merasa kesulitan untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Akibatnya, prestasi akademiknya pun menjadi menurun.

⦁ Mengalami Gangguan Tidur dan Makan

Melihat remaja yang suka begadang mungkin merupakan suatu hal yang biasa. Namun, jika waktu tidurnya berubah cukup ekstrim, seperti susah tidur atau terlalu banyak tidur, maka kemungkinan yang terjadi mereka sedang merasa stress.

Selain masalah pada tidur, tanda stress yang di tunjukkan pada remaja juga dapat terlihat dari mereka yang mengalami gangguan makan, seperti tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan hingga dapat mempengaruhi berat badannya.

⦁ Mengalami Perubahan Perilaku Yang Tidak Wajar

Para orang tua perlu mewaspadai ketika perilaku para remaja tiba-tiba berubah menjadi tidak wajar, seperti sering terlihat gelisah dan cemas, mudah tersinggung, bersikap kasar atau sering membantah. Tidak hanya itu, ketika mereka secara tiba-tiba menarik diri dari lingkungan dan kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang disukai dan biasa dilakukan, seperti bermain dengan teman atau pergi ke sekolah, juga dapat menjadi salah satu tanda stress pada remaja.

⦁ Melakukan Kebiasaan Yang Buruk

Para remaja yang sedang stres biasanya akan meluapkan emosi mereka dengan cara melakukan hal-hal yang buruk. Tanda stress yang timbul pada remaja ini dapat berupa merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol atau bahkan mereka juga dapat mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

⦁ Mengeluh Sakit Fisik

Para remaja yang sedang mengalami tanda-tanda stress akan cenderung lebih sering merasa sakit seperti, mengeluh sakit kepala, sakit perut, pusing, mual dan nyeri pada otot-ototnya. Selain itu, mereka juga mungkin akan mengeluhkan jantungnya yang terasa berdebar-debar dan tubuhnya yang menjadi mudah berkeringat.

Faktor-Faktor Stress Pada Remaja

Di usia remaja, banyak dari mereka yang rentan untuk mengalami stress karena berbagai faktor yang memengaruhi kehidupan mereka, seperti hal-hal berikut ini :

⦁ Tekanan Akademik

Para remaja sering kali menghadapi tuntutan akademik seperti ujian, tugas dan ekspetasi tinggi dari orang tua serta gurunya. Menurut Santrock (2021) “Tekanan akademik dapat menimbulkan perasaan cemas pada remaja, terutama jika mereka merasa tidak mampu untuk memenuhi ekspetasi”.

⦁ Hubungan Sosial

Ketika sedang memiliki konflik dengan teman, tekanan dari kelompok sebaya atau bahkan kesulitan dalam hubungan percintaan juga dapat menjadi sumber stress mereka. Menurut Frydenberg (2017) “Hubungan sosial yang tidak harmonis dapat mengganggu keseimbangan emosional remaja”.

⦁ Perubahan Fisik dan Hormonal

Pada masa remaja merupakan masa transisi dengan perubahan hormon yang sering terjadi, hal ini sering kali memengaruhi perubahan suasana hati mereka. “Perubahan hormon selama masa pubertas dapat menimbulkan stress akibat perasaan bingung dan tidak stabil”. (McLaughlin, 2020).

⦁ Tekanan Dari Media Sosial

Paparan yang berlebihan terhadap media sosial dapat meningkatkan stress, terutama ketika mereka merasa tertekan untuk menyesuaikan diri atau mengikuti trend dengan standar sosial yang realistis. “Di kalangan remaja, pengguna berat media sosial (lebih dari lima jam sehari) dua kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan media sosial.”. (Twenge, 2022).

Cara Mengatasi Stress

Untuk mencegah terjadinya stress yang berkepanjangan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti berikut ini :

⦁ Ketahui Penyebab Stress dan Solusinya

Biasanya beberapa para remaja sudah mengetahui apa penyebab dari stress yang mereka alami, maka peran kedua orang tua disini sangat penting untuk mendengarkan semua kekhawatiran dan perasaan yang sedang di rasakan, kemudian membantu mereka untuk menemukan solusi terbaik dalam menangani stress mereka. Contohnya seperti, ketika remaja tersebut merasa stress karena banyaknya kegiatan yang dilakukan dalam sehari, sehingga tidak memiliki waktu luang untuk bermain maka cobalah untuk mengurangi kegiatan mereka dan menyusun ulang kegiatan yang baru.

Namun, jika remaja tersebut tidak mengetahui apa penyebab stress yang dialami maka, orang tua dapat melihat apa yang menjadi pemicu dari stress tersebut, seperti membantu mereka mencatat apa saja yang mereka lakukan dalam sehari. Dengan begitu mereka dapat memikirkan perasaannya tentang hal-hal tersebut hingga menemukan apa masalah nya dan cara mengatasinya.

⦁ Memberikan Dukungan

Remaja yang sedang merasa stress tentu membutuhkan dukungan dari orang tua, dengan adanya perhatian dan dukungan dari orang tua mereka akan merasa lebih baik karena tidak merasa sendirian. Adanya kehadiran orang tua dengan kehangatan dan kasih sayang sebagai salah satu cara penting mengatasi stress pada remaja. Cara ini di lakukan untuk membantu remaja bersikap lebih baik terhadap diri mereka sendiri, jika mereka memperlakukan dirinya sendiri dengan kasih saying, hal ini dapat mengurangi stress yang sedang mereka rasakan dan dapat membantu mereka untuk bangkit kembali setelah melalui masa-masa yang sulit.

⦁ Luangkan Waktu Bersama

Di sela-sela kesibukkan kedua orang tua, setidaknya tetap memberikan waktu untuk melakukan quality time bersama keluarga setidaknya seminggu sekali. Hal ini sangat berguna untuk mengurangi stress pada remaja dan menjaga hubungan keluarga supaya tetap harmonis, quality time dapat dilakukan dengan cara mengunjungi taman hiburan, melakukan piknik atau hanya sekedar berbagi cerita bersama di rumah.

⦁ Berikan Kesempatan Untuk Mengatasi Stress

Para orang tua akan melakukan berbagai cara untuk membantu mengatasi stress pada remaja mereka namun, American Psychological Association (APA) menyarankan untuk tidak terlalu terlibat dalam setiap permasalahan kecil yang terjadi pada anak. Karena hal tersebut akan membuat remaja tidak memiliki kesempatan untuk belajar mengendalikan emosi mereka dengan baik dan sehat, biarkan mereka mencoba menyelesaikan masalah sendiri dengan tetap memperhatikan dan memberikan dukungan kepada mereka.

⦁ Fokus Pada Hal Yang Positif

Remaja memang cenderung labil dan mudah terperangkap dalam pikiran yang negatif, ajaklah mereka untuk focus pada hal-hal yang positif dari pada sesuatu yang negatif. Ajari mereka untuk membingkai pikiran positif akan membantu mereka untuk mengatasi hal-hal yang membuatnya stress.

⦁ Tetapkan Batasan Untuk Mengakses Media Sosial

Para remaja saat ini  banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain handphone dan menggunakan media sosial mereka. Namun, ada banyak konten di media sosial yang dapat memicu tumbulnya stress. Misalnya, anak merasa memiliki kewajiban untuk segera menanggapi komentar atau postingan temannya karena takut marah atau mengalami cyberbullying. Maka, orang tua dapat membantu para remaja untuk mengatasi stress dan mengajari mereka untuk menjadi konsumen digital yang cerdas dengan membatasi screen time.

Hijjah Meutya Prodi Psikologi
Fakultas Bisnis Dan Ilmu Sosial, Universitas Binawan