Oase

Empat Poin Penting Bunda Hajar Mendidik Ismail

×

Empat Poin Penting Bunda Hajar Mendidik Ismail

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Dalam mendidik Ismail, setidaknya ada empat poin penting yang dilakukan Bunda Hajar saat jauh dengan suaminya Nabi Ibrahim as.

“Ada empat poin penting bunda Hajar dalam mendidik Ismail saat jauh dengan suaminya Nabi Ibrahim as,” ungkap Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Anah Ummu Halwa, S.Pd., dalam Kajian Muslimah Bulanan, Inspirasi Pendidikan Jarak Jauh Nabi Ibrahim terhadap Keluarganya, Sabtu, (14/06/2025) di Depok.

Adapun empat poin penting tersebut yakni: Pertama, tawakal dan taat kepada Allah. “Dalam Hadits riwayat Bukhari menyebutkan, Siti Hajar menanyakan apakah Allah yang menyuruh Ibrahim meninggalkan ia dan Ismail di lembah gurun yang tidak ada seorang manusia dan sesuatu apa pun, setelah beberapa kali bertanya dan tidak ada jawaban dari suaminya, akhirnya ia bertanya lagi, apakah Allah yang memerintahkan semua itu? dan dijawab iya. Lantas siti hajar menjawab lagi, kalau begitu Allah tidak akan menelantarkan kami,” terangnya.

Menurutnya, kepercayaan penuh kepada Allah akan membentuk ketenangan dan keyakinan dalam menghadapi segala kesulitan. Hal tersebut sesuai dengan surah an-Nahl ayat 128, yang artinya, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Kedua, ikhtiar yang aktif dan tidak menyerah. “Saat air habis dan Ismail menangis kehausan, Hajar tidak hanya duduk pasrah. Ia berlari antara Bukit Shafa dan Marwah tujuh kali, mencari air, hingga akhirnya Allah memancarkan air zamzam dari dekat kaki Ismail,” bebernya.

Ia pun menegaskan, seorang Ibu harus menjadi teladan dalam ikhtiar dan pantang menyerah, bahkan dalam kondisi yang tampak mustahil. Keyakinan bahwa keajaiban datang setelah usaha maksimal dan doa yang tulus. Sebagaimana janji Allah SWT dalam surah al-Insyirah ayat 6, ‘Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan’.

Ketiga, peran ibu dalam membangun peradaban. “Air zamzam menjadi sebab datangnya orang-orang ke Makkah. Dari pengorbanan Hajar, lahirlah kota suci Makkah, Ka’bah dibangun, dan umat Islam berhaji meneladani perjuangannya dengan sa’i,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, seorang Ibu, meskipun tampak sendiri dan sunyi, bisa menjadi
penentu peradaban, keberanian dan kesabaran. Hajar menjadi fondasi bagi sejarah besar Islam. Ibu bukan sekadar pengasuh anak, tapi arsitek masa depan umat.

Keempat, mendidik anak dengan jiwa mandiri. “Hajar tidak memanjakan Ismail meski dalam kondisi sulit. Ismail kecil tumbuh dalam lingkungan sederhana, belajar tangguh sejak dini. Hajar mendidik dengan keteladanan dan kekuatan ruhiyah, bukan mengandalkan materi. Seorang ibu dapat menciptakan anak hebat, bahkan meski tidak selalu dibersamai suami, dari tempat yang sunyi dan sederhana,” jelasnya.

“Dengan empat poin penting tadi ibunda Hajar sukses mendidik nabi Ismail walaupun jauh dari suaminya. Ia pun menekankan dua hal lagi yakni Ibu yang sudah selesai dengan dirinya (keimanan yang tuntas, siap jadi ibu) dan Ibu yang tangguh, pantang menyerah dalam setiap kondisi (tidak mudah mengeluh, selalu menjaga kewarasan),” pungkasnya.[Ambarwati)