DEPOKPOS – Cedera pada pergelangan ankle yang dikenal sebagai sprain ankle lateral menyebabkan overstretch ligament lateral. Ini menyebabkan nyeri, bengkak, dan keterbatasan aktivitas fungsional seperti kesulitan berjalan.
Fisioterapi sangat penting dalam menangani sprain ankle lateral. Tujuan jangka pendek adalah untuk mengurangi nyeri, rentang gerak, dan kemampuan untuk berfungsi, dan tujuan jangka panjang adalah untuk membantu rehabilitasi untuk mencegah cedera berulang dan ketidakstabilan ankle yang berlanjut.
Pada fase awal atau akut penanganan, yang harus segera dilakukan dengan metode PRICE, yaitu perlindungan, istirahat, es, kompresi, dan elevasi. (Hasdianti & Rahman, 2022)
Terapis cidera ankle akan memberikan Ultrasound (US) dan terapi latihan. Ultrasound adalah salah satu teknik fisik yang paling umum digunakan dalam fisioterapi. Ultrasound (US) digunakan dalam proses pemulihan untuk mengobati gangguan muskuloskletal seperti nyeri, kerusakan jaringan, dan kontraktur sendi.
Faktor penting dalam terapi latihan adalah keterlibatan pasien secara aktif dalam rencana pengobatan yang telah direncanakan. Terapi latihan adalah teknik fisioterapi yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kondisi otot dan tulang. Terapi ini dilakukan baik secara aktif maupun pasif, baik dengan alat maupun tanpa alat.(Kacaribu & Ismanda, 2021)
METODE TERAPI DAN LATIHAN PADA CIDERA PERGELANGAN KAKI (SPRAIN ANKLE)
1. Ultrasound
Pasien dalam posisi supine lying. Saat dilakukan intervensi posisi head ultrasound harus kontak langsung dan tegak lurus pada area pergelangan kaki yaitu sekitar malleoulus lateral. Dimana coupling medium yang digunakan berupa gels. Dosis yang diberikan yaitu dengan frekuensi 3 Mhz, intensitas 1 watt/cm, dengan durasi waktu selama 5 menit, dan jenis arus yang diberikan yaitu tipe continuous.
2. Theraband exercise
Pasien dalam keadaan long sitting di atas bed kemudian fisioterapis memberikan tahanan menggunakan theraband. Pasien diinstruksikan untuk melawan tahanan dengan gerakan fungsional pergelangan kaki yaitu plantar fleksi, dorsi fleksi, inversi, dan eversi. Setiap gerakan di lakukan sebanyak 20 kali repetisi dengan 3 set.
3. Ankle rythm
Pasien dalam posisi duduk di kursi dengan lutut fleksi 90 ᵒkemudian kedua pergelangan kaki sejajar. Selanjutnya posisi lutut pasien diam dan melakukan gerakan dorsi fleksi pergelangan kaki kedua sisi dengan gerakan lambat kemudian menambah kecepatan dengan tingkat sedang dan gerakan terakhir menambah kecepatan menjadi makin cepat. Setiap tingkatan gerakan dilakukan selama 30 detik dengan 8 kali repetisi.
4. Towel exercise
Pasien didudukkan di kursi dengan lutut fleksi 90 derajat dan diberi beban 0,5 kg. di atas itu. Selanjutnya, letakkan pergelangan kaki yang lesi di ujung bawah handuk dan tekuk lembaran handuk sampai habis dengan kontak penuh dengan pergelangan kaki dan lutut diam. Latihan ini dilakukan 8 kali.
5. Marble exercise
Pasien dalam keadaan duduk di kursi dengan lutut fleksi 90 ᵒ . Kemudian pasien memindahkan kelereng dari satu titik ke titik lainnya menggunakan jari kaki yang lesi. Dosis latihan untuk gerakan ini yaitu 3 set dengan 10 kali repetisi setiap setnya.
6. Calf raise
Pasien berdiri dekat tembok dengan kedua kaki berada di atas papan deck. Kemudian ujung bawah telapak kaki menggantung. Selanjutnya instruksikan pasien untuk jinjit dan turun pelan pelan dengan kedua tangan memegang tembok sebagai tumpuan. Gerakan ini dilakukan sebanyak 3 set dengan setiap setnya 20 kali repetisi.
7. Single Leg Balance With Closed Eyes
Pasien berdiri dengan satu kaki yang mengalami gangguan. Selanjutnya pasien diminta untuk menutup mata dan diminta untuk tahan pada posisi tersebut selama 30 detik. Latihan ini dilakukan sebanyak 8 kali pengulangan.
8. Single Leg Balance With Catch Ball
Pasien berdiri dengan satu kaki yang lesi sebagai tumpuan. Selanjutnya, fisioterapismelempar bola untuk kemudian ditangkap pasien. Setelahnya, pasien kembali melemparkan bola tersebut kepada fisioterapis dengan mempertahankan posisi menggunakan satu kaki.
9. Kinesiotapping
Teknik kinesiotapping yang digunakan yaitu Acute Evers Tapping (AET) dengan regangan 30-40%, dimana penggunaan kinesiotapping yang diberikan untuk mempertahankan posterior glide dan meningkatkan dorsi fleksi pergelangan kaki dengan pemasangan kinesiotaping dari talus ke calcaneus pada kedua sisi. Sementara untuk mempertahankan eversi, pergelangan kaki dibuka sampai terasa nyeri dan tempelkan pada area calcaneus medial di bawah sendi subtalar mulai 5 cm di atas malleolus lateral dan menghadap sisi medial punggung kaki.(Hasdianti & Rahman, 2022)
Arip Maulana Yahya
Mahasiswa D4 fisioterapi di Universitas Binawan
