Artikel

Fenomena FOMO di Dunia Lari: Tren atau Tekanan Sosial?

×

Fenomena FOMO di Dunia Lari: Tren atau Tekanan Sosial?

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Akhir-akhir ini lari tidak hanya sekedar sebagai permainan, namun sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Minat masyarakat terhadap tren lari, termasuk maraton dan lomba lari kecil, semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya orang yang ikut serta.

Tren ini sering kali dikaitkan dengan Fear of Missing Out atau FOMO.

Apa itu FOMO?

Fear of missing out (FOMO) adalah saat Anda merasa khawatir atau tidak nyaman karena tidak mengikuti aktivitas atau acara populer. Di bidang atletik, FOMO mendorong banyak peserta untuk mengikuti tren demi merasa menjadi bagian dari komunitas atau mengikuti gaya hidup sehat seperti di sosial media Instagram.

Apa yang Membuat Orang Ikut – Ikutan dalam tren ini?

1. Sosial media memberikan dampak yang signifikan : Melalui unggahan sosial media para pelari dengan caption yang penuh motivasi membuat orang lain merasa ingin ikut serta didalamnya, dari sinilah muncul rasa takut ketinggalan momen atau pencapaian yang sedang banyak dibicarakan

2. Gengsi : Mengikuti tren lari kini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal prestise, yang membuat orang merasa “keren” jika ikut berpartisipasi.

3. Tekanan dari lingkungan : Disaat teman-teman, keluarga, atau rekan kerja ikut acara lari, ada dorongan sosial untuk tidak merasa tertinggal. Hal ini kadang menjadi alasan kuat seseorang ikut, meskipun mungkin sebenarnya belum siap secara fisik.

Dampak Positif dan Negatif

Dampak Positif

Masyarakat merasa terdorong oleh tren ini untuk mulai berolahraga, yang manfaatnya bisa merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain itu, adanya interaksi antara orang -orang yang ikut tren ini menciptakan rasa kebersamaan sehingga dapat mempererat hubungan sosial satu sama lain.

Dampak Negatif

Banyak orang yang akhirnya mengalami cidera karena kurangnya persiapan fisik dan juga bisa menyebabkan tekanan/stress jika ikut tren ini hanya demi menjaga citra sosial.

Singkatnya, meskipun olahraga lari didorong oleh FOMO untuk menunjukkan olahraga sebagai gaya hidup dan lambang persatuan, penekanan pada kesehatan pribadi dan kondisi fisik harus diutamakan daripada memenuhi ekspektasi orang lain. Mengikuti tren terkini yang positif sangat baik, namun menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri harus diutamakan.

Muhamad Rafli, Universitas Pamulang