DEPOKPOS – Pernahkah Anda berpikir bahwa rasa hormat dan kesopanan semakin hilang di masyarakat kita? Nilai-nilai luhur yang selalu dijunjung tinggi seolah mulai terkikis di era modern ini. Dalam artikel ini, akan membahas bagaimana rasa hormat dan kesopanan memudar di masyarakat, serta mengajak untuk melestarikan nilai-nilai luhur demi keharmonisan social.
Di era digital saat ini sangat penting menjaga adab dan sopan santun. Menurut Polished Manners, dengan adanya komunikasi melalui berbagai platform etiket menjadi lebih penting untuk menciptakan kesan yang baik untuk berinteraksi dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya tentang tata krama, tetapi juga tentang menghargai, memahami, serta mempertimbangkan perasaan orang lain.
Di era sekarang, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahanakan nilai-nilai tradisional, termasuk sikap saling menghormati dan sopan santun. Perubahan sosial yang terjadi menggeser struktur, pola pikir, dan interaksi sosial. Salah satu dampak westernisasi adalah menurunnya rasa hormat kepada yang lebih tua, terutama saat berbicara kepada orang yang lebih tua dan guru. Penggunaan media sosial atau gawai yang berlebihan juga dapat memengaruhi pada pergeseran nilai-nilai, hal ini bisa berdampak pada diri seseorang dan meningkatkan risiko isolasi sosial di mana kemampuan untuk menghargai orang lain dalam interaksi langsung menjadi berkurang.
Jika budaya sopan santun tidak ada lagi, hal tersebut dapat memberikan dampak negatif pada masyarakat, salah satunya adalah rusaknya hubungan sosial antar individu. Ketika seseorang kehilangan rasa hormat, maka akan cenderung menjadi egois dan tidak peduli dengan perasaan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan pertengkaran, kebencian, bahkan dendam dengan seseorang.
Meskipun perubahan sosial tidak dapat dihindari, masyarakat Indonesia harus menemukan cara untuk beradaptasi dan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya.
Orang tua sebagai orang yang berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, terutama dengan memberikan contoh dan nasihat yang baik. Di antaranya dengan menggunakan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu anak memahami pentingnya kesopanan dalam bersosialisai, menunjukkan kasih sayang dan kehangatan, mengajarkan tanggung jawab, mengajarkan kedisiplinan.
Selain keluarga, lingkungan sekolah juga berpengaruh dalam proses pembentukan karakter anak. Dalam mendidik siswa untuk menghormati guru, bisa menerapkan berjabat tangan kepada guru, saling menghormati kepada teman, tidak mengejek atau menghina teman.
Lingkungan masyarakat juga berperan dalam pembentukan karakter, saat berada di lingkungan masyarakat, bisa dengan menyapa saat bertemu, tidak melanggar norma sosial yang berlaku di masyarakat, dan masih banyak lagi. Dengan ini kita tidak hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga menciptakan rasa nyaman dan aman bagi semua orang.
Selain itu, kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan konten dan platform edukatif yang dapat menjangkau audiens untuk berbagi cerita yang dan praktik sopan santun. Dengan edukasi kita dapat memastikan bahwa sopan santun sebagai landasan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai di dalam masyarakat tetap menjadi budaya dan menjadi identitas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi ini.
Dengan ini kita menjadi tau apa saja manfaat dari sopan santun, di antaranya yaitu dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain, kita jadi lebih dipercaya oleh orang lain, sopan santun dapat membantu menghindari perselisihan, membuat orang merasa nyaman dan merasa dihargai.
Yosi Sya’bania Putri
