Komunitas Al Quran Reading Society di UI, Wadah Baca Al Quran Secara Tartil

UI ARS memiliki misi untuk membudayakan membaca Al-Quran secara tartil di lingkungan akademisi

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) meluncurkan UI Al-Qur’an Reading Society (ARS), pada Kamis (28/3), di Makara Art Center UI. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta alumni UI yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran secara tartil.

Sekretaris Universitas UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D, yang turut hadir dalam peresmian UI ARS, mengatakan bahwa komunitas ini bermanfaat bagi mereka yang ingin mendapatkan kebaikan dari Al-Quran. Sivitas dan alumni UI dapat belajar Al-Quran bersama-sama tanpa perlu merasa malu, sungkan, ataupun gengsi. “Melalui komunitas ini, kita dapat menikmati proses belajar, serta memupuk persaudaraan, pertemanan, dan persahabatan di antara para pembelajar. Semoga dengan dikembangkannya tradisi ini, kita mampu menciptakan mahasiswa yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga baik akhlaknya dan merupakan pribadi yang saleh,” kata dr. Agustin.

UI ARS memiliki misi untuk membudayakan membaca Al-Quran secara tartil di lingkungan akademisi. Menurut Ketua UI ARS, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, komunitas ini dibentuk karena kewajiban membaca Al-Qur’an secara tartil bukan hanya bagi mereka yang berlatar belakang sekolah agama Islam atau pesantren, tetapi bagi seluruh muslim di dunia. “Allah SWT memberikan berbagai keutamaan bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an, sehingga diharapkan peningkatan kemampuan membaca ini memberikan keseimbangan dalam berkehidupan di dunia untuk bekal di akhirat kita kelak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Peserta UTBK-SNBT 2024 Wajib Bawa Dokumen Ini, Jangan Kelupaan!

Pada peresmian UI ARS, diadakan pula talkshow bertajuk “Takdir Ada di Ujung Ikhtiar” oleh Rene Suhardono, serta peluncuran buku tahsin untuk dewasa dan lansia. Acara ini dimeriahkan dengan persembahan musik religi dari Tya Subiakto dan Alex Kuple; pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Qori Internasional, Ustad Syamsuri Firdaus; dan tafsir puisi tentang pentingnya membaca Al-Qur’an oleh Direktur DPKHA UI, Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D.

BACA JUGA:  Dosen UI: Pihak yang Anti Korupsi Justru Rentan Terkena Sanksi Sosial

Acara dilanjutkan dengan senandung kidung religi yang dibawakan oleh guru besar UI, yakni Prof. Eko Prasojo, Prof. Riri Fitri Sari, Prof. Budi Wiweko, Prof. Sudijanto Kamso, dan Prof. Rani Sauriasari. Adapun di akhir acara, terdapat pembacaan Murotal Surat Al-Mulk oleh Komunitas Tahsin Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI yang terdiri atas dr. Agustin, Prof. Dumilah Ayuningtyas, Prof. Sandra Fikawati, Dr. Asih Setiarini, Dr. Robiana Modjo, dan Lilis Komariah.

Peresmian komunitas ini mendapatkan respon positif dari sivitas akademika UI dan masyarakat umum. Niniek L. Karim, aktris senior Indonesia yang turut menyaksikan, mengatakan, “Komunitas ini luar biasa buat saya yang ingin memperdalam pembelajaran Al-Qur’an. Bagi saya, ini adalah tangan Tuhan.”

Selain peresmian UI ARS, pada kegiatan tersebut juga diadakan pameran foto tentang agenda UI ARS dan keindahan Al-Qur’an. Para pengunjung diajak untuk mengeksplorasi dan merasakan kehangatan Ramadan. Salah seorang peserta, yakni mahasiswa Program Studi Sastra Arab UI, Nur Amalia menuturkan, “Dari segi tema, acara ini related dengan perkuliahan yang sedang kami jalani. Pamerannya juga mengedukasi untuk menambah wawasan dari segi sejarah, terutama yang berkaitan dengan Sastra Arab.”

BACA JUGA:  Hadiri Halalbihalal FKM UI, Ini Pesan Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar

Pada Ramadan tahun ini, UI ARS menginisiasi berbagai kegiatan sosial, seperti pemberian takjil dan santunan untuk anak yatim dan duafa di lingkungan UI. Kegiatan sosial tersebut akan berlangsung hingga akhir Ramadan, berkolaborasi dengan Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok dan organisasi mahasiswa Salam UI.