Penerapan Manajemen Risiko di Pasar Ikan Hias Jatinegara

DEPOKPOS – Sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, penulis merasa perlu untuk mengulas dan membahas tentang penerapan manajemen risiko di pasar ikan hias Jatinegara. Pasar ini, yang terkenal dengan keberagaman spesies dan keindahan ikan hiasnya, merupakan arena bisnis yang penuh dengan peluang, tetapi juga tantangan yang tak terduga.

Dalam artikel ini, penulis akan menguraikan bagaimana konsep dan teori manajemen risiko dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi risiko-risiko yang mungkin muncul di pasar ini.

Pengenalan Pasar Ikan Hias Jatinegara

Pasar ikan hias Jatinegara tidak hanya merupakan tempat jual beli ikan hias, tetapi juga merupakan pusat aktivitas komunitas pecinta ikan hias. Pasar Ikan Hias Jatinegara merupakan salah satu pasar ikan hias terbesar di Indonesia. Pasar ini terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur. Pasar ini buka setiap hari mulai pukul 22.00 hingga pukul 08.00.

Pasar Ikan Hias Jatinegara menjual berbagai jenis ikan hias, mulai dari ikan hias air tawar hingga ikan hias air laut. Ikan-ikan yang dijual di pasar ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

BACA JUGA:  Definisi, Jenis dan Dalil Tentang Riba

Harga ikan hias yang dijual di Pasar Ikan Hias Jatinegara beragam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah. Harga ikan hias tergantung pada jenis, ukuran, dan kondisi ikan.

Keberagaman spesies ikan dan keramahan pedagang menjadikan pasar ini sebagai destinasi utama bagi para penggemar ikan hias. Pasar ini menawarkan berbagai pilihan ikan hias dengan harga yang terjangkau. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat risiko-risiko yang perlu dikelola dengan bijak.

Teori dan peneManajemen Risiko dalam Konteks Pasar Ikan Hias

Dalam mata kuliah Manajemen Risiko, kita mempelajari tentang identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Diterapkan ke pasar ikan hias Jatinegara, konsep ini menjadi krusial. Penerapan konsep dan teori manajemen risiko dapat dilakukan melalui beberapa langkah praktis di pasar ikan hias Jatinegara.

BACA JUGA:  Merasa Kurang Pede? Lakukan 7 Hal Ini!

Pertama, pedagang dan komunitas dapat bersama-sama mengidentifikasi risiko-risiko potensial. Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah setempat, ahli ikan hias, dan pelaku usaha dapat menghasilkan identifikasi risiko yang lebih komprehensif.

Setelah identifikasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis dan evaluasi risiko. Dengan melibatkan seluruh stakeholders, proses ini dapat menghasilkan solusi-solusi yang lebih beragam dan efektifIdentifikasi Risiko,

Namun disini saya akan mencoba mempraktekkan secara langsung beberapa risiko yang dapat diidentifikasi di pasar ikan hias jatinegara :

Penyakit ikan, seperti white spot, bloating, dan ick. Penyakit ikan dapat menyebabkan kematian ikan, yang dapat memengaruhi kepercayaan pembeli.

Fluktuasi harga, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Fluktuasi harga dapat menyebabkan kerugian bagi pedagang ikan hias.

Perubahan regulasi perdagangan, seperti perubahan tarif impor atau ekspor ikan hias. Dan juga tentunya perubahan regulasi waktu dan ketentuan yang diubah pemerintah dalam upaya penertiban, karena Perubahan regulasi dapat sangat memengaruhi pedagang ikan hias dalam kelangsungannya berdagang

BACA JUGA:  5 Tips untuk Menenangkan Pikiran

Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 risiko utama yang dihadapi pedagang ikan hias, yang selanjutnya saya akan menjabarkan analisis serta evaluasi terhadap masing-masing risiko :

Penyakit Ikan

Kategori Risiko: Kesehatan Hewan dan Kepercayaan Pelanggan

Analisis: Penyakit ikan menjadi risiko kesehatan hewan di pasar, yang dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan ikan dan kepercayaan pembeli terhadap kualitas ikan yang dijual.

Evaluasi: Strategi pencegahan dan pengendalian penyakit, seperti implementasi protokol kesehatan ikan dan kerja sama dengan ahli ikan hias, misalnya balai karantina ikan hias yang menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ikan dan memperkuat kepercayaan pelanggan.

Fluktuasi Harga:

Kategori Risiko: Risiko Finansial dan Stabilitas Bisnis

Analisis: Fluktuasi harga ikan hias menjadi risiko finansial yang dapat mempengaruhi keuntungan pedagang dan stabilitas bisnis. Karena harga yang terbilang tidak stabil tergantung dari minat dan tren penghobi terhadap ikan hias.