Oase  

Berpakaian Sesuai Syariat Islam

DEPOKPOS – Untuk kita semua yang beragama Islam, tentunya mayoritas dari kita sudah mengetahui bahwa segala hal telah diatur dengan sangat baik dalam Islam, salah satunya adalah aturan dalam berpakaian. Allah SWT telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana seharusnya kita berpakaian dan hal apa saja yang dilarang digunakan oleh seorang muslim yang baik.

Islam sendiri tidak menetapkan bentuk maupun warna dalam berpakaian. Akan tetapi Islam telah menetapkan bahwa kita harus mengenakan pakaian yang bersih, suci, menutup aurat, dan tidak menampakkan bentuk tubuh pemakainya. Sehingga hal itu dapat menunjukkan akhlak seorang Muslim yang sesuai dengan syariat Islam.

Adapun ketentuan mengenai adab berpakaian sesuai syariat Islam adalah sebagai berikut:

Gunakan pakaian yang menutup aurat

Menutup aurat adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim dan muslimah. Oleh karena itu kita diharuskan untuk menutup aurat, apabila kita tidak menutup aurat maka kita akan menuai dosa dari Allah SWT. Selain untuk menghindari dosa, menutup aurat bagi perempuan juga dapat menghindarkan perempuan dari gangguan dan berbagai macam kejahatan. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 59

BACA JUGA:  Pemimpin Terbaik Lahir dari Generasi Terbaik

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Ahzab: 59)

Berdasarkan ayat tersebut, batasan aurat perempuan meliputi seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sementara itu batasan aurat bagi laki-laki menurut pendapat mayoritas ulama meliputi pusar hingga lutut.

Menggunakan pakaian yang halal

Pakaian halal yang dimaksud disini adalah pakaian yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang halal. Seperti tidak ada kandungan yang diharamkan mulai dari bahan pembuatannya hingga alat yang digunakannya.

BACA JUGA:  Mendapatkan Keberkahan di Bulan Ramadhan

Tidak Menyerupai Lawan Jenis

Adab berpakain yang selanjutnya adalah tidak menyerupai lawan jenis. Dimana laki-laki dilarang menyerupai perempuan, begitupun sebaliknya perempuan dilarang menyerupai laki-laki. Sama seperti apa yang apa yang diriwayatkan dalam hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ»
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki” [HR. Al-Bukhâri, no. 5885; Abu Dawud, no. 4097; Tirmidzi, no. 2991].

Pakaian yang Diharamkan

Islam melarang beberapa pakaian ini untuk digunakan oleh seorang muslim dan muslimah. Perempuan dilarang mengenakan pakaian yang ketat ataupun berbahan tipis hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya karena dapat mengundang syahwat laki-laki. Selain itu, pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya juga bisa mengundang fitnah yang akan mendatangkan petaka bagi perempuan itu sendiri. Perempuan juga diharuskan untuk menghindari pakaian yang memiliki warna yang sama seperti warna kulit yang dapat membuatnya terlihat seperti tidak mengenakan pakaian.

BACA JUGA:  Investasi Akhirat: Zakat Pondasi Kekuatan Ekonomi Umat

صنفان من أهل النار لم أرهما: قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات، مائلات مميلات، رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة، ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا
Artinya: “Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring (seperti benjolan). Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim).