Oase  

Berdaya Seorang Ibu di dalam Islam

Aturan yang Allah buat tentu bukan untuk mengekang wanita, namun justru melindungi wanita karena semulia itulah wanita di sisi Allah SWT

Oleh: Jasmine Fahira Adelia Fasha, Freelancer

DEPOKPOS – Peringatan hari ibu selalu dirayakan setiap tahunnya dari mulai instansi sampai sekolah juga kerap memperingatinya. Tepat 21 Desember 2023 lalu, Indonesia kembali merayakan Hari Ibu Nasional yang kali ini mengangkat tema Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Namun, berbicara mengenai tema yang diangkat pada tahun ini, rasanya tidak asing jika mendengar kata ‘berdaya’. Karena kita bisa melihat, ‘berdaya’ yang dimaksud saat ini adalah bagaimana perempuan bisa berdaya dalam pekerjaan, punya penghasilan yang besar serta jabatan yang tinggi menjadi standar kesuksesan wanita saat ini.

Namun apakah dalam Islam juga demikian? Bagaimanakah Islam memandang peran wanita? Apakah dalam Islam harus berdaya seperti yang dimaksud di atas? Ternyata, Islam merupakan agama yang fitrah, begitu pun pada wanita. Jika kita kembalikan pada fitrahnya, maka seorang wanita sudah Allah desain untuk menjadi ummu warabatul bait. Lewat perempuan lah Allah menitipkan rahim untuk bisa melahirkan anak-anak yang kelak akan menjadi penolong agama Allah.

BACA JUGA:  Pentingnya Menjaga Tali Silaturahmi

Penjagaan pada wanita juga kerap Allah sampaikan di dalam Al-Quran. Seperti di dalam surah al-Ahzab tentang anjuran wanita menggunaan jilbab. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (TQS al-Ahzab: 59).

BACA JUGA:  Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Aturan yang Allah buat tentu bukan untuk mengekang wanita, namun justru melindungi wanita karena semulia itulah wanita di sisi Allah SWT. Maka, berdaya yang dimaksud tentu mengacu pada bagaimana seorang perempuan memiliki peran menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu dan menjadi seorang pendakwah. Tentunya semua peran yang diemban tidak lepas dari syariat Allah SWT.

BACA JUGA:  Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Oleh karenanya, hari ibu rasanya sayang sekali jika hanya digaungkan pada standar dunia yang dibuat oleh kapitalis lagi. Alangkah baiknya kita gaungkan kembali peran ibu dalam Islam sebagai madrasah bagi anak-anaknya serta menjadi seorang pendakwah yang akan membangkitkan kembali kejayaan Islam.[]