DEPOKPOS – Kesehatan mental atau disebut dengan mental health merupakan suatu kondisi dimana batin kita dalam keadaan tentram dan tenang sehingga seseorang bisa merasakan kenyamanan untuk menikmati kehidupan sehari-hari. Mental sendiri memiliki kaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan,dan psikis seseorang.
Banyak anak muda sekarang yang memiliki gangguan mental disebabkan oleh adanya kondisi batin yang terancam dan kurang nyaman sehingga berdampak besar bagi kepribadian dan perilaku. Hal tersebut juga ditimbulkan oleh kondisi lingkungan yang kurang mendukung terutama di lingkungan keluarga,dan Masyarakat atau lingkungan sekitar.
Misalnya,terjadinya pelecehan seksual,stress yang berkepanjangan membuat anak sedih berlarut-larut, faktor genetik, perubahan hormon, hingga pengalaman traumatis, percintaan, pertemanan, keluarga maupun tekanan hidup.
Namun masih banyak yang menyepelekan masalah Kesehatan mental anak, padahal hal tersebut sangatlah penting. Orang beranggapan bahwa anak yang memiliki gangguan mental adalah anak yang bermental lemah,dan terbawa perasaan, padahal mental atau perasaan seseorang tidak bisa disamakan dengan orang lain.
Sehingga banyak anak muda yang memilih untuk menggakhiri hidupnya karena berfikir tidak bisa memiliki jalan keluar untuk masalah dan lari dari masalahnya.
Tak jarang hal tersebut disebabkan karena masalah percintaan dan tekanan yang membuat kondisi kejiawan, emosi mereka terganggu dan anak tersebut berfikir tidak ada orang yang sanyang padanya sehingga mereka merasa sendirian,akhirnya seorang anak memilih jalan yang salah untuk menyelesaikan masalahnya.
Oleh sebab itu kita wajib mengetahui gejala-gejala terjadinya gangguan mental pada anak untuk mencegah terjadinya depresi dan peristiwa yang tidak di inginkan.
Gejala bisa dilihat dari segi fisik maupun emosi sang anak. Beberapa gejalanya:
- Halusinasi, paranoia, delusi
- Menarik diri dari orang sekitar,dan merasa kesepian
- Menyakiti diri sendiri,dan berfikir untuk mengakhiri hidupnya
- Merasa tidak berharga,merasa bersalah,perasaan sedih
- Memiliki pengalaman buruk yang tidak dapat dilupakan
- Marah berlebihan dan rentan untuk melakukan kekerasan
- Perubahan gairah seks
- Perubahan selera makan,dan pola tidur
- Gelisah meneybabkan sulit berkonsetrasi
- Hilangnya minat bergaul,dan malas untuk melakukan aktivitas
Dengan begitu sebagai orang tua dan orang terdekat jika ada orang disekitar kita yang memiliki gejala seperti di atas bisa membantu menghadapinya dengan cara:
Mengajak mengobrol santai bagaimana kondisi mereka dan tidak menghakimi atau menceramahi yang membuat anak semakin terpojokkan,menanyakan kondisi anak apakah dia baik-baik saja.
Menghabiskan waktu bersama dan membangun kondisi lingkungan yang sehat, menenangkan, kondusif dan melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Membangun kebiasaan yang sehat dan positif seperti meningkatkan mood anak agar seperti melakukan kegiatan yang disukai,makan dan tidur dengan teratur, mendengarkan musik.
Membantu anak untuk mengekspresikan dirinya untuk berbicara mengungkapkan perasaanya,tidak hanya lewat bicara mengekspresikan perasaan biss lewat gambar maupun tulisan agar bisa meluapkan emosi yang dia rasakan.
Melindungi anak dari lingkungan yang penuh tekanan bisa membuatnya tidak nyaman karena bisa menyebabkan terjadinya potensi kekerasanperlakuan tidak pantas.
Dyana Sisca Revadila
