Oase  

Pengaruh Perkembangan Zaman terhadap Cara Berpakaian Muslimah

DEPOKPOS – Dalam ajaran islam itu wanita sangat dimuliakan. Salah satu contohnya dalam berpakaian. Dan apakah ada kekhususan berpakaian untuk muslimah?

Masyarakat pada umumnya lebih mendahulukan laki-laki daripada perempuan. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial, dengan membandingkan laki-laki dengan perempuan dalam peran sosial dan tanggungjawab.

Sehingga terjadinya diskriminasi kepada kaum perempuan, dimana laki-laki menjadi seseorang yang memegang dan menguasai kewenangan, akhirnya menjadi pusat yang mengatur sistem sosial dalm masyarakat tersebut (Apriliandra & Krisnani, 2021).

Dari masalah tersebut ajaran islam sangat berbeda, dalam islam tidak ada terjadinya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dan keadilan dalam islam, syari’at memperlakukan semua manusia pada kedudukan yang sama, baik laki-laki, perempuan, kaya, miskin, tua, muda, dan seterusnya. Kesamaan kedudukan untuk mendapatkan kesempatan dan hak-hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan sebagai manusia. Sehingga derajat perempuan sama setara dengan laki-laki, inilah kesetaraan dalam islam.

Islam telah mengangkat derajat perempuan setara dengan laki-laki agar mendapatkan peran dan berpartisipasi dalam berbagai aspek seperti aspek keagamaan, politik dalam kepemimpinan, ekonomi, dan sosial baik sebagai anak dan orang tua, istri maupun ibu. (Zailani, 2020).

BACA JUGA:  Ibadah dan Keajaibannya

Islam adalah agama yang sangat memuliakan dan menghormati wanita. Dalam beberapa kasus, saat wanita dalam masa menstruasi dan empat puluh hari saat nifas diperbolehkan meninggalkan shalat dan puasa. Namun, jika puasa wajib (selama bulan Ramadhan) yang ditinggalkan dalam beberapa, dia pun wajib menggantinya kapanpun dia mampu melakukannya.

Hal ini dikarenakan ajaran islam dengan lembut memperhitungkan bahwa wanita harus melahirkan, menyusui, dan merawat bayinya dan mempertimbangkan keadaan perubahan fisiologis dan psikologis yang berkaitan dengan fungsi kewanitaan yang alamiah.

Lalu, bentuk penghormatan islam terhadap wanita adalah disyariatkannya perintah bagi wanita untuk menutup aurat yang memiliki batasan berbeda dengan laki-laki. Untuk menutup aurat harus memakai pakaian tertutup, yang sesuai dengan syariat ajaran islam.

Dalam islam berpakaian yang sesuai dengan syariat ialah yang menutup aurat. Menurut syariat islam, menurut aurat hukumnya wajib bagi setiap orang mukmin yang sudah baligh baik laki-laki ataupun perempuan dan melarang memperlihatkan kepada orang lain atau yang bukan mahram terutama yang berlawanan jenis dengan sengaja tanpa alasan syariat yang membenarkannya(Alawiyah et al., 2020).

BACA JUGA:  Ibadah dan Keajaibannya

Menutup aurat dengan berpakaian adalah fitrah manusia. Sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. batas aurat dari laki-laki adalah dari pusar hingga lutut, sedangkan batas aurat dari wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Perintah menutup aurat ini khususnya bagi seorang muslimah yang sudah dewasa (baligh) tersurat dalam firman Allah yang tertuang dalam QS. Al-Ahzab (33) ayat 59 berikut ini: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Berpakaian dengan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah, memunculkan kebiasaan yang baik dalam berpakaian yang sopan, enak dipandang, dan akan mendatangkan rasa aman dan tenang karena sesuai dengan yang semestinya. Berpakaian menutup aurat juga dapat melindungi tubuh dari sesuatu yang membahayakan seperti sengatan teriknya matahari, cuaca yang dingin, angin kencang dan lain sebaginya. Oleh karenanya, ada ketentuan berpakaian dalam ajaran islam (Habibah, 2014)

BACA JUGA:  Ibadah dan Keajaibannya

Berpakaian dalam ajaran islam memiliki beberapa syarat yang wajib dipenuhi yang disebut adab dalam berpakian sesuai dengan ajaran islam(Muhammad Dwi Fajri KEMUHAMMADIYAHAN, n.d.), yaitu:

1) Menutupi aurat, seperti yang telah disyariatkan oleh agama diwajibkan untuk menutup aurat bagi perempuan yang sudah baligh memiliki batasannya yang sempurna, namun berbeda dengan batasan laki-laki untuk tidak melihat dan memperhatikan auratnya kepada orang lain;