Fungsi Kalbu dalam Aspek Emosi

DEPOKPOS – Kian marak dijumpai di Indonesia, seperti pada peristiwa yang Baru-baru ini terjadi pada tanggal 1/12/2023 mengenai kasus Pembunuhan Wanita di Bogor oleh Pacarnya Sendiri. Selain itu, pada awal tahun 2023 terdapat kasus lain mengenai mayat yang jasadnya di cor di Bekasi. Kedua kasus tersebut menggambarkan semakin tingginya tingkat anarkistis dan penyimpangan norma di indonesia.

Motif terjadinya tindakan anarkis dan peristiwa amoral tersebut dikarenakan rasa benci atau tidak senang dan rasa takut pelaku yang bertindak anarkis dan sadisme terhadap korban. Kontrol diri yang buruk dalam mengendalikan emosi diduga dapat menjadi faktor pendorong seseorang melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan aturan dan norma masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kemampuan mengelola emosi merupakan faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam beradaptasi terhadap berbagai tekanan yang berasal dari lingkungannya, termasuk tekanan dan permasalahan sosial.

Selain memahami cara pengelolaan emosi, pemahaman terhadap hakikat fungsi kalbu juga perlu ditingkatkan. Sejatinya, kalbu memiliki keterkaitan antara manusia dengan nilai-nilai spiritual dan ajaran agama yang dianutnya.

BACA JUGA:  Dana Ryan Berikan Tips Nutrisi untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh Selama Olahraga

Mengutip dari buku yang berjudul PSIKOLOGI KALBU kepribadian manusia dari perspektif islam untuk kajian psikologi karya dari penulis Subhan El Hafiz (2016) pengertian kalbu sendiri yaitu “Non-fisik sebagai ‘pusat diri’ lebih sejalan dengan fungsi jantung yang merupakan ‘pusat fisik’”. Kalbu juga bisa dikatakan tingkatan tertinggi dibandingkan dengan elemen-elemen manusia yang lainnya, kalbu adalah raja atau penguasa elemen manusia, baik yang terlihat (fisik), maupun yang tidak terlihat (non fisik). Positif atau negatifnya perilaku yang dilakukan oleh individu bergantung pada kemampuan kalbu menuntun elemen lain dari jiwa. bisa dikatakan bahwa kalbu atau yang biasa disebut Qalb merupakan pengelola dan pengendali perilaku manusia, serta aspek-aspek dari Qalb itu sendiri.

Istilah kalbu yang merujuk pada hati dan akal dalam bahasa arab menggambarkan dari sudut pandang spiritual, emosional dan kecerdasan manusia. Yang ditekankan bahwa emosi merupakan salah satu aspek dari kalbu itu sendiri, pengertian emosi menurut salah satu toko yaitu Daniel Goleman (2003) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak (Ii et al., 2009).

BACA JUGA:  Fobia Sosial pada Remaja: Faktor Penyebab dan Intervensi Psikologis

Perlu digaris bawahi, emosi tidak hanya berupa tindakan yang merujuk pada hal negatif, tetapi emosi juga merujuk pada tindakan positif, seperti yang dijelaskan oleh Descartes (dalam Gunarsa 2003), ada 6 emosi dasar pada setiap individu, terbagi atas : desire (hasrat), hate (benci), sorrow (sedih/duka), wonder (heran atau ingin tahu), love (cinta) dan 17 joy (kegembiraan). sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), rage (kemarahan), Love (cinta). Merujuk pada contoh kasus yang dicantumkan di paragraf pertama, mengenai emosi hate (benci) dan emosi rage (kemarahan) dimana emosi ini merupakan emosi yang paling menonjol diantara emosi-emosi yang lain, emosi ini merupakan emosi yang paling sulit dikendalikan, pada emosi inilah peran kalbu sangat diperlukan, individu harus mengetahui bahwa sejatinya kita sebagai hamba allah wajib mengetahui segala hal sesuatu yang perilaku yang kita lakukan ada batasannya baik pada emosi negatif maupun emosi positif (Fallis, 2013).

BACA JUGA:  Ketahui Batas Aman Konsumsi Daging agar Darah Tinggi Tak Kambuh

Dalam hasil penelitian dan pembahasan (Bilqis Rizma Ahmadia, 2022) bahwa implementasi ajaran tasawuf terhadap pengendalian emosi dapat dilakukan dengan cara berdzikir, membaca Al-Quran, berwudhu, bahkan sampai berkhalwat, jika dilakukan dengan cara yang benar maka emosi dapat dengan mudah dikendalikan.

Pada hakikatnya kita sebagai hamba allah hendaknya mengetahui fungsi dari kalbu agar bisa mengelola emosi, karena emosi juga merupakan salah satu aspek dari kalbu. Sebagai muslimin juga sebaiknya kita bisa mengaplikasikan cara mengelola emosi itu sendiri, seperti pada salah satu penelitian yang membahas mengenai implementasi dari ajaran tassawuf. Dengan memahami lebih jauh mengenai kalbu dan emosi, memungkinkan kita sebagai muslim bisa menjalani hidup dengan lebih proporsional dan bijaksana.(Aulia Putri, 2021)

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait