Tahukah kamu, bahwa bensin mengandung zat kimia benzena yang berbahaya bagi tubuh?
DEPOKPOS – Bensin, walaupun berperan sebagai sumber energi yang sangat penting, membawa rahasia yang tidak terlihat, yaitu benzena — sejenis senyawa beracun yang dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui paparan bensin.
Faktanya, paparan jangka panjang terhadap benzena dapat menimbulkan gangguan kesehatan, risikonya dapat dimulai dari gejala ringan seperti pusing-pusing, mual atau muntah, kelelahan, gangguan pernapasan hingga masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit kanker darah.
Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) dan Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), benzena masuk ke dalam daftar sepuluh bahan kimia yang memiliki dampak senyawa beracun paling berbahaya, dan paparan terhadapnya dianggap sebagai permasalahan serius dalam kesehatan masyarakat, lho.
Lalu, bagaimana senyawa benzena dapat masuk ke dalam tubuh?
Senyawa benzena dapat masuk ke tubuh kita salah satunya melalui saluran pernapasan, yaitu saat kita menghirup uap bensin, terlebih lagi jika kita menghirup dalam jangka waktu yang lama.
Setelah kita menghirup bensin, benzena tersebut dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh, dan jika terjadi paparan secara berulang, hal ini dapat menimbulkan dampak kesehatan yang berpotensi membahayakan.
Lebih memprihatinkan lagi, efek dari paparan ini dapat diidentifikasi melalui proses pemeriksaan urin, lho.
Wah, bagaimana tes urin bisa memberikan informasi mengenai kadar benzena yang ada di dalam tubuh manusia, ya?
Nah, jadi ketika individu terpapar benzena, senyawa ini mengalami proses metabolisme di dalam tubuh.
Salah satu produk metabolisme benzena yang dapat diukur dalam urin adalah Trans, Trans-Muconic Acid atau biasa disingkat dengan T,T-MA. Kadar T,T-MA dalam urin menjadi penanda paparan benzena dalam tubuh.
Selain itu, hal ini juga memberikan gambaran mengenai sejauh mana tubuh terpapar senyawa ini, lho. Semakin banyak benzena yang terhirup, maka semakin tinggi pula benzena yang masuk ke dalam tubuh sehingga kadar T,T-MA dalam urin yang ditemukan juga semakin tinggi pula, oleh karenanya sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Lalu, apa upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari paparan benzena?
Memahami cara melindungi diri agar tidak terpapar terlalu banyak bensin menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan kita.
Senyawa benzena tersebut bisa terjadi jika kita menghirup uap benzena di udara, maka dari itu kita dapat menggunakan alat perlindungan diri seperti mengenakan masker pernapasan yang sesuai sehingga bisa membantu mengurangi risiko terpapar uap bensin ketika berada di lingkungan yang berpotensi berbahaya.
Selain itu, para pemangku kepentingan perlu untuk tetap mengawasi dan membatasi kadar benzena dalam bensin, serta melanjutkan penelitian yang lebih mendalam mengenai hubungan antara pajanan benzena dan kadar T,T-MA dalam urin guna merinci dampak kesehatannya dan menjaga masyarakat dari risiko yang timbul akibat penggunaan bensin.
Penerapan regulasi yang ketat, pemilihan bahan bakar yang lebih aman, dan upaya penelitian yang berkelanjutan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kesehatan yang terkait dengan keberadaan benzena dalam bensin.
Oleh: Hana Huwaida Athifa dan Hazura Rindu Tuffahatti
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

