DEPOKPOS – Baby blues dan depresi postpartum sering kali dianggap sama. Padahal, keduanya adalah kondisi berbeda.
Ada dua indikator utama bahwa kesedihan yang dialami pascapersalinan lebih dari sekadar baby blues. Kedua indikator itu adalah durasi dan tingkat keparahan gejala.
Berikut yang membedakan baby blues dan depresi postpartum.
1. Durasi
Jika rasa sedih, cemas, dan kewalahan bertahan lebih dari dua minggu setelah melahirkan, maka besar kemungkinan Anda mengalami depresi postpartum.
Baby blues biasanya berlangsung cepat, tapi tidak dengan depresi postpartum. Kondisi terakhir bisa berlangsung dalam waktu lama, bahkan hingga hitungan tahun.
2. Tingkat keparahan gejala
Baby blues dan depresi postpartum sama-sama akan membuat seorang ibu merasa sedih dan emosi-emosi negatif lainnya. Namun, pada kasus depresi postpartum, emosi-emosi itu bisa sampai menurunkan kualitas hidupnya.
Demikian penjelasan mengenai apa itu baby blues syndrome. Segera lakukan konsultasi dengan ahli jika gejala dirasa menetap dan mengganggu kualitas hidup.
Gejala baby blues
Gejala biasanya muncul 2-3 hari setelah bayi lahir. Sering kali, baby blues hilang dengan sendirinya yang biasanya membutuhkan waktu 10-14 hari pascapersalinan.
Setiap ibu biasanya mengalami gejala baby blues yang saling berbeda satu sama lain. Namun, umumnya baby blues ditandai dengan beberapa hal berikut ini:
– menangis tanpa alasan atau karena hal sepele,
– perubahan suasana hati atau jadi mudah tersinggung,
– merasa tidak terikat dengan bayi,
– merasa sangat kehilangan kehidupan sebelumnya,
– cemas akan kesehatan dan keselamatan si bayi,
– gelisah atau insomnia padahal sedang kelelahan,
– sulit berpikir jernih dan membuat keputusan.