Opini  

Miris! Seks Bebas Remaja yang Tak Kunjung Usai

Oleh: Jasmine Fahira Adelia Fasha, Freelancer

Femonena remaja saat ini tidak jauh dari pergaulan bebas atau seks bebas yang sangat menjauhkan diri dari syariat Islam. Miris rasanya jika melihat anak muda yang justru memilih bersenang-senang tanpa mempedulikan bagaimana hubungannya dengan Allah SWT.

Sebagaimana yang diberitakan liputan6.com (6/8/2023), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada 2017 mencatat usia remaja di Indonesia yang sudah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan paling muda di rentang usia 14 hingga 15 tahun tercatat sebanyak 20 persen. Diikuti dengan usia 16 hingga 17 tahun sebesar 60 persen. Sedangkan di umur 19 sampai 20 tahun sebanyak 20 persen.

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Menurut Ketua BKKBN Hasto Wardoyo, seperti yang dilansir kompas.com (22/8/2023), terdapat beberapa faktor penyebab maraknya kasus seks bebas di Indonesia saat ini di antaranya adanya perubahan masa pubertas pada wanita yang tiap tahunnya mengalami kemajuan mulai dari dari menstruasi dan perubahan bentuk tubuh serta gaya berpacaran anak remaja saat ini juga berbeda dengan remaja dulu yang mana remaja saat ini cenderung berani dan bisa jatuh dalam keadaan bersyahwat.

Selain itu, tidak bisa dipungkiri kondisi pendidikan Indonesia minim memberikan pengetahuan mengenai pendidikan seks dalam Islam, karena pendidikan seks masih dibilang hal yang tabu. Padahal, kurangnya pendidikan seks dalam Islam atau tarbiyah jinsiyah serta kurangnya perhatian orang tua di dalam rumah bisa menjadi pemicu terjadinya seks bebas pada remaja. Sampai-sampai banyak remaja yang kehilangan jati diri namun alih-alih mengalihkan kepada kegiatan positif justru beralih pada kegiatan yang mendorong kemaksiatan.

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Dan tentunya, masalah seks bebas adalah masalah yang sistemik, dan negaralah yang paling bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini. Namun, sistem sekuler kapitalis yang diterapkan negara minim menanamkan akidah Islam pada diri anak dan membiarkan penyimpangan-penyimpangan terjadi di masyarakat karena hukum yang berlaku pun tidak membuat generasi muda jera dengan aktivitas haram yang dilakukannya. Sehingga pergaulan remaja saat ini bebas tanpa batas.

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Oleh karenanya, tugas kita bersama (orang tua, masyarakat dan negara) untuk tetap menyebarkan Islam demi memperkuat akidah Islam anak, melindungi serta menjaga anak-anak kita dan memberikan pendidikan seks dalam Islam. Karena seks bebas yang dilakukan oleh remaja bisa memberikan efek panjang yang berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan anak tersebut. Ayo sama-sama selamatkan generasi kita dari seks bebas.[]