Apa Itu Baby Blues Syndrome?

DEPOKPOS – Baby blues syndrome adalah periode singkat setelah melahirkan yang dipenuhi dengan rasa sedih, cemas, stres, dan perubahan suasana hati. Sekitar 1 dari 4 ibu di dunia mengalami baby blues.

Umumnya, gejala baby blues mulai muncul beberapa hari setelah melahirkan. Namun, bagi ibu dengan proses persalinan yang sulit, bukan tak mungkin jika gejala bisa muncul lebih cepat.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab baby blues. Namun, para ahli sepakat hal ini terjadi karena fluktuasi hormon pasca-melahirkan.

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mental Anak

Setelah melahirkan, tubuh mengalami naik-turun hormon yang sangat ekstrem. Fluktuasi hormon ini sebenarnya terjadi untuk membantu seorang ibu melewati masa pemulihan, mengecilkan rahim, dan meningkatkan laktasi.

Sayangnya, perubahan hormonal itu juga dapat memengaruhi pola pikir ibu pasca-melahirkan.

Kondisi hormon yang berfluktuasi itu kemudian diperparah dengan situasi yang dialami orang tua saat memiliki bayi anyar. Kurang tidur hingga perubahan gaya hidup akan turut berpengaruh hingga memicu baby blues.

BACA JUGA:  Pentingnya Peran Orang Tua Menjaga Kesehatan Mental Anak

Gejala baby blues

Gejala biasanya muncul 2-3 hari setelah bayi lahir. Sering kali, baby blues hilang dengan sendirinya yang biasanya membutuhkan waktu 10-14 hari pascapersalinan.

Setiap ibu biasanya mengalami gejala baby blues yang saling berbeda satu sama lain. Namun, umumnya baby blues ditandai dengan beberapa hal berikut ini:

– Menangis tanpa alasan atau karena hal sepele,
– Perubahan suasana hati atau jadi mudah tersinggung,
– Merasa tidak terikat dengan bayi,
– Merasa sangat kehilangan kehidupan sebelumnya,
– Cemas akan kesehatan dan keselamatan si bayi,
– Gelisah atau insomnia padahal sedang kelelahan,
– Sulit berpikir jernih dan membuat keputusan.

Pos terkait