Muhammadiyah Bojongsari Lakukan Musyawarah Cabang Ke-1

Muhammadiyah Bojongsari Lakukan Musyawarah Cabang Ke-1

DEPOK – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojongsari (PCM Bojongsari) lakukan Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-I dengan mengangkat tema “Dakwah Islami Mencerahkan Bojongsari” diselenggarakan di Aula Masjid Yayasan Al-Hasra Bojongsari-Depok, Ahad 13 Agustus 2023 M bertepatan dengan 26 Muharram 1445 H.

Kegiatan Musyawarah Cabang (Musycab) dibuka dengan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah serta tarian asli Betawi yang dibawakan oleh siswi SMA Muhammadiyah Sawangan.

Kegiatan Musycab dihadiri oleh beberapa tokoh antara lain, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota depok, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bojongsari dan Sawangan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Se-Bojongsari, Camat Bojongsari, Polsek Bojongsari, Koramil Sawangan, MUI Bojongsari, dan lain sebagainya.

“Musyawarah Cabang Ke-I Muhammadiyah Bojongsari yang baru berumur 1 tahun, 1 bulan, dan 1 hari di Kecamatan Bojongsari, esensinya ialah untuk menegaskan eksistensi Muhammadiyah di akar rumput Bojongsari. Sehingga dakwah Islam berkemajuan bisa terasa di lingkungn Bojongsari,” demikian yang disampaikan oleh Dr. Zamah Sari, M.Ag., sebagai Ketua PCM Bojongsari dalam pidato iftitah di acara Musycab Ke-I PCM Bojongsari Depok.

BACA JUGA:  Lulusan SMP di Depok 34 Ribu Siswa, Daya Tampung SMA/SMK Negeri cuma 4.800

Menurutnya, keberadaan PCM Bojongsari siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam rangka melakukan penguatan pembangunan di Bojongsari dan sekitarnya. Apalagi, arah pembangunan Kota Depok akan dihilirisasi ke daerah barat Depok, yaitu Sawangan dan Bojongsari. Maka, saat pembangunan berlangsung, bagaimana nasib orang-orang Bojongsari dan sekitarnya.

“Tentu saja, kebijakan arah pembangunan ke daerah barat Depok, yaitu Sawangan dan Bojongsari harus kita apresiasi. Tetapi pertanyaannya adalah, pembangunan tersebut untuk siapa? Apakah untuk orang Sawangan dan Bojongsari, atau hanya membangun diri di Sawangan dan Bojongsari lalu melupakan orang-orang penduduk sekitarnya,” ungkap Buya Zamah, sapaan akrab Dr. Zamah Sari, M.Ag., dalam pidato iftitahnya.

BACA JUGA:  Resmi Meluncur, Biskita Trans Depok Gratis 6 Bulan

Apa yang diungkap oleh Buya Zamah, mendapatkan sambutan positif dari Camat Bojongsari, Bapak Rijal Farhan. Menurutnya, Kecamatan Bojongsari sebagai kepanjangan tangan pemerintah Kota Depok siap berkolaborasi dengan PCM Bojongsari dalam rangka melakukan pembangunan di Bojongsari dan sekitarnya.

“Orang Muhammadiyah banyak yang sudah berperan dalam pembangunan di Kota Depok. Maka, saya berharap agar peran tersebut lebih besar, saya ingin setiap kelurahan ada Ranting Muhammadiyah,” ungkap Camat Bojongsari pada saat memberikan sambutan di Acara Musycab Ke-I PCM Bojongsari.

BACA JUGA:  Menuju Generasi Emas 2045, Tapi Depok Cuma Punya 15 SMA Negeri di 63 Kelurahan

Camat Bojongsari menambahkan bahwa adanya kolaborasi, diharapkan mampu meningkatkan IPM Bojongsari. Karena banyak hal yang bisa dikolaborasikan, mulai dari pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan lain sebagainya. Hal tersebut, langsung ataupun tak langsung akan mampu meningkatkan IPM Bojongsari.

“IPM Bojongsari paling rendah. Bangun kampus Muhammadiyah di Bojongsari bila perlu. Saya akan dukung penuh hal tersebut. Karena Muhammadiyah sangat terkenal dengan dakwah di bidang pendidikannnya. Sehingga, kolaborasi di bidang pendidikan akan mampu meningkatkan IPM Bojongsari perlahan-lahan,” pungkas Camat Bojongsari pada saat memberikan kata sambutan.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait