Polemik Tol Cijago 3, Ganti Rugi Belum Selesai Sudah Timbul Masalah Baru

warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok
Warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok

DEPOKPOS – Belum selesai polemik belum dibayarkannya uang ganti kerugian (UGK) untuk warga yang lahannya terkena dampak jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi 3, sudah muncul masalah lainnya.

Salah satu pemilik lahan tanah dari delapan warga yang belum dibayarkan, Baba Rojan menjelaskan  persoalan tanah yang belum juga dibayarkan kepada warga, dirinya meminta kepada pihak terkait agar segera menuntaskannya.

“Saya minta diberesin ini tanah saya, jangan seenaknya lewat gusur gini ratain,” ungkap Baba Rojan saat di konfirmasi di lokasi.

Sementara situasi sulit akibat dampak pekerjaan proyek tol Cisalak Jagorawi (Cijago) seksi 3 juga terus dialami warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA:  IBH: Aglomerasi Jabodetabekjur Jangan Sampai Mengulangi Kesalahan BKSP

Pasalnya, 7 dari 14 keluarga yang terisolir dan masih bertahan di kawasan areal proyek tol tersebut mengaku ketersediaan air bersih nya semakin sulit didapatkan meski pihak kontraktor proyek sudah berupaya membantu membuatkan sumur galian baru untuk dialirkan ke rumah-rumah warga. Namun, karena keterbatasan debit air, kelangkaan air bersih tidak lagi bisa dihindari dan menjadi persoalan krusial bagi warga setempat.

“Mau tidak mau saya dan keluarga juga harus pindah dari rumah ini, karena memang sudah tidak sanggup lagi bertahan dengan kondisi yang tidak nyaman seperti ini. Air untuk keperluan sehari-hari semakin langka dan tiap malam sering dikagetkan dengan getaran tanah yang semakin kuat akibat pekerjaan proyek tol,” ungkap Rizki saat diwawancara awak media ini belum lama ini.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Depok, Pemkot Agendakan Berbagai Kegiatan

Rizki yang didampingi Zainudin juga berharap kehadiran pemerintah di tengah warga yang sedang dilanda kesulitan seperti itu. Terlebih kesulitan tersebut muncul akibat dampak dari proyek yang diselenggarakan oleh pemerintah.

“Kami mohon para pihak terkait dan pejabat pemerintah daerah setempat agar memperhatikan kami juga. Kami ini tidak berjumlah banyak dan merasa sudah sangat terisolir, jauh dari kerumunan warga lain dan sehari-hari nya dihadapi dengan suara bising kendaraan proyek dan debu. Tolonglah agar ini diperhatikan,” terang Rizki.

BACA JUGA:  UMKM Lokal Antusias Ikuti Bazar BPN Depok

Dari informasi yang diterima warga, kawasan jalan Swadaya Buntu termasuk areal yang masuk dalam penetapan lokasi (penlok) revisi/tambahan yang akan dilakukan percepatan penyelesaiannya. Informasi tersebut diterima warga saat menghadiri undangan sosialisasi dan pendataan awal di aula Kecamatan Limo yang dihadiri para pejabat pemerintah provisi Jawa Barat dan pihak terkait lainnya pada 4 April 2023 lalu.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada progres kapan akan dilakukan pengukuran dan pembebasan lahan sehingga warga tidak lagi dilanda kecemasan dan ketidakpastian situasi. []