Menerapkan Kedisiplinan Sebagai Seorang Perawat

DEPOKPOS – Kedisiplinan terhadap suatu pekerja adalah suatu perilaku berupa mengikuti dan mentaati peraturan-peraturan yang ada di lingkungan kerja, meyakini bahwasannya peraturan itu akan mencapai tujuan di suatu pekerja.

Disiplin terhadap pekerjaan dapat diketahui ketika pengasuh atau perawat selalu datang dan dan menjalankan tugasnya tepat waktu, menjalankan semua urusan pekerjaannya dengan baik dan mengikuti standar yang telah ditetapkan. misalnya dapat mempengaruhi faktor disiplin pekerjaan.

Efektivitas pemberian kompensasi, kepemimpinan yang baik di rumah sakit, adanya aturan dan tolak ukur yang secara definitif dijadikan pedoman, kepemimpinan di dalam pengambilan ketetapan, pemeriksaan manajemen, dan pengotrolan terhadap caregiver.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas serah terima meliputi interaksi objektif oleh staf medis, memahami kegunaan terminologi keperawatan, kemampuan menginterpretasikan data pasien, berkemampuan mengamati selama menganalisis

BACA JUGA:  Tari Topeng Betawi: Tradisi Seni Teater Pertunjukkan Masyarakat Betawi

Kepatuhan terhadap kedisiplinan kerja sebagai seorang perawat

Pasien pastinya hanya berharap di berikan pelayanan yang siap, cepat, peka dan kenyamanan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu pastinya sangat membutuhkan kemampuan sebagai perawat yang berkualitas, yaitu berpengetahuan sesuai dengan pekerjaannya, tenaga dan kemampuan untuk menahan tekanan yang dihadapi di tempat kerja.

Oleh karena itu, kedisiplinan kerja yang meningkat harus dipertahankan di rumah sakit untuk mencapai tujuan, memberi pelayanan dengan efisien dan juga optimal, serta memantau pelaksanaan kedisiplinan bekerja dengan baik. tanpa adanya kedisiplinan tidak ada kerja sama yang bermanfaat untuk mencapai tujuan bersama.

kedisiplinan yang baik yaitu disiplin diri. Organisasi yang baik harus berusaha, untuk membuat aturan untuk menjadi pedoman yang akan dipatuhi bersama semua staf dan pengasuh yang bekerja di rumah sakit. Aturan yang terkait antara lain seperti :

  • Waktu masuk, waktu kembali dan jam istirahat
  • Aturan dasar pakaian dan perilaku di tempat kerja
  • Pengaturan pelaksanaan pekerjaan dan hubungan komunikasi dengan unit pekerja lain.
  • Aturan bisa dan tidak bisa dilakukan petugas selama berada di organisasi
BACA JUGA:  Silat Betawi: Tradisi Maen Pukulan Masyarakat Betawi

Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan kompensasi
  • Pemberian kompensasi atau komisi yang diterima oleh perawat
  • Faktor kepemimpinan
  • Faktor kontrol administratif
  • Faktor pendukung pembentukan kedisiplinan

1. Menghargai orang sifatnya menguji kebaikan teman atau atasan maupun bawahannya, sehingga pegawai atau perawat bangga atas pujian tersebut, dan secara langsung meningkatkan kedisiplin kerja.
2. Melatih komunikasi yang baik dengan memberi informasi yang jelas saat supervisor meninggalkan tempat kerja untuk teman sekamar atau bawahan.

BACA JUGA:  Pilar Manajemen yang Kuat sebagai Pengelolaan Sumber Daya dan Mengarahkan Visi

Bentuk-bentuk kesalahan pada kedisiplinan sebagai seorang perawat yaitu menerapkan kedisiplinan keperawatan, yang mempengaruhi hasil pekerjaan yang dilakukan. Hasil kerja yang ditentukan juga harus sesuai dengan yang diharapkan, sehingga pasien itu sendiri merasa puas dengan adanya kinerja caregiver. Perawat yang gagal menjaga kedisiplinan dalam keperawatan dapat berdampak buruk yaitu merugikan rumah sakit dan juga pasien. Hasilnya tentu menurunkan kualitas layanan rumah sakit yang efisien.

Azarine Rahadatul Aisi
Mahasiswa Keperawatan Universitas Binawan