DEPOKPOS – Faktanya, gadget sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi segala usia. Angka penggunaan gadget di Indonesia sendiri cukup tinggi. Pada anak usia dini, mereka lebih asik memainkan smartphonenya ketimbang bermain bersama temannya yang berada dekat lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini pasti akan mengganggu tugas tumbuh kembang anak dan akan membuat beberapa perubahan baru yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Syahra (2006) menyatakan bahwa seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dipungkiri semakin pesat, dan pemanfaatannya telah menjangkau berbagai lapisan kehidupan masyarakat dari berbagai lapisan pendidikan, usia dan jenjang. Digunakan oleh orang dewasa, biasanya untuk komunikasi, mencari atau browsing informasi, youtube, bermain atau lainnya. Walaupun penggunaannya pada anak usia dini biasanya terbatas, hanya digunakan sebagai sarana belajar, bermain game dan menonton animasi. Penggunaannya juga dapat bervariasi pada orang dewasa dan anak-anak pada waktu yang berbeda dan untuk durasi dan intensitas yang berbeda
Smartphone adalah perangkat mobile yang memiliki fitur dan fungsi yang sama dengan komputer. Sedangkan pertumbuhan adalah bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
Berikut peran positif smartphone dalam tumbuh kembang anak menurut Handrianto (2013) :
⦁ Meningkatkan imajinasi anak
Melihat gambar dan menggambar dari imajinasi mereka melatih kecerdasan mereka tanpa dibatasi oleh kenyataan.
⦁ Melatih kecerdasan
Dalam hal ini, anak dapat membiasakan diri dengan tulisan, angka, gambar yang akan membantu melatih pembelajaran.
⦁ Meningkatkan rasa percaya diri
Jika anak memenangkan permainan di gadgetnya, mereka termotivasi untuk menyelesaikan permainan.
⦁ Mengembangkan kemampuan dalam membaca dan pemecahan masalah
Dalam hal ini, sifat dasar ingin tahu menjadi bawaan dalam diri anak, sesuatu yang membuat anak sadar akan perlunya belajar sendiri tanpa memaksanya.