Pengaruh Emosi dan Suasana Hati Terhadap Pengambilan Keputusan Individu

DEPOKPOS – Kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana pengaruh emosi dan suasana hati terhadap pengambilan keputusan individu. Pasti kalian sudah familiar kan mendengar kata emosi dan suasana hati? yuk kita simak penjelasannya!

Seperti yang sudah kita ketahui, emosi selalu muncul sebagai ekspresi atau interpretasi dari peristiwa yang dirasakan atau dihadapi setiap individu. Di mana setiap masing-masing individu memiliki tingkatan emosi yang relatif atau berbeda-beda tergantung dari reaksi masing-masing orang terhadap kejadian tertentu, yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti latar belakang atau pengalaman hidup.

Emosi disini bukan hanya terkait dengan kondisi marah, kesal ataupun sebagainya, tetapi ketika kita sedang merasa marah, takut, sedih, bahagia, jijik itu juga bisa disebut sebagai emosi. Dalam organisasi, emosi terdapat 2 macam, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif ini menggambarkan ketika individu merasa bahagia atau mengungkapkan perasaan yang menyenangkan dan rasa syukur, sedangkan emosi negatif mengungkapkan sebaliknya dari emosi positif seperti amarah atau rasa bersalah.

BACA JUGA:  Membangun Keuangan yang Kuat: 5 Langkah Mudah Menuju Kebebasan Finansial

Suasana hati merupakan perasaan yang biasanya kurang intens dibandingkan dengan emosi dan tidak memiliki stimulus kontekstual, sehingga tidak berorientasi objek. Pada umumnya, perubahan suasana hati seseorang akan cenderung lebih lama dibandingkan dengan emosi. Emosi bisa berubah menjadi suasana hati, saat seseorang kehilangan fokus pada objek kontekstual.

Misalnya, jika teman Anda mengkritik Anda mengenai cara penyampaian presentasi Anda kurang jelas. mungkin saja Anda merasa marah terhadapnya. Berarti Anda menunjukkan emosi terhadap objek (teman Anda). Tetapi, bisa saja pada saat itu juga Anda merasa tidak memiliki rasa semangat sepanjang hari itu, tanpa bisa menganggap disebabkan oleh perasaan tertentu. Hal ini, menggambarkan keadaan suasana hati seseorang.

Sebelum kita lanjut ke pembahasan berikutnya yaitu pengaruh emosi dan suasana hati terhadap pengambilan keputusan individu. Kita harus memahami terlebih dahulu, apa itu pengambilan keputusan individu? Pengambilan keputusan individu adalah sesuatu hal yang dilakukan oleh seseorang untuk menentukan atau melakukan pilihan yang terbaik untuk kepentingan pribadinya dalam menyelesaikan suatu masalah.

BACA JUGA:  Hati-Hati Bangun Tangga di Rumah, Ini Pedomannya!

Setiap keputusan yang sudah diambil akan di implementasikan ketika dalam pelaksanaan tersebut akan mempengaruhi berjalannya organisasi di masa depan. oleh karena itu, pengambilan keputusan harus dipertimbangkan dengan cermat, teliti dan tentunya objektif sesuai dengan keadaan dan situasi organisasi. Namun, dalam organisasi keputusan bisa dibuat oleh individu atau kelompok, keduanya memiliki persepsi dan pemikiran subjektif yang juga bisa dipengaruhi oleh emosi dan suasana hati.

Jadi, bagaimana sih pengaruh emosi dan suasana hati terhadap pengambilan keputusan individu? emosi dan suasana hati di sini bisa menghambat proses pengambilan keputusan atau bisa juga menjadi memperlancar pengambilan keputusan tersebut. Mengapa demikian? Karena di saat pengambilan keputusan tersebut emosi dan suasana hati suatu individu misalnya sedang berada di sisi negatif seperti sedih, marah dan kecewa, maka keputusan yang diambil terkadang tidak sesuai dengan rencana atau tujuan yang membuat emosi dan suasana hati di sini bisa menghambat proses pengambilan keputusan atau bisa juga menjadi memperlancar pengambilan keputusan tersebut.

BACA JUGA:  Membangun Keuangan yang Kuat: 5 Langkah Mudah Menuju Kebebasan Finansial

Mengapa demikian? Karena di saat pengambilan keputusan tersebut emosi dan suasana hati suatu individu misalnya sedang berada di sisi negatif seperti sedih, marah dan kecewa, maka keputusan yang diambil terkadang tidak sesuai dengan rencana atau tujuan yang telah disusun yang membuat individu tersebut mengambil keputusan secara terburu-buru dan tidak memikirkan dampak yang di berikan dari pengambilan keputusan yang telah dilakukan. Sedangkan jika suatu individu mengambil keputusan dalam keadaan positif seperti senang dan bahagia maka keputusan tersebut juga bisa berdampak baik bagi individu tersebut karena pada saat pengambilan keputusan dipikirkan dengan baik dan apa saja dampak baik buruk nya yang di berikan pagi pengambilan keputusan tersebut.