DEPOKPOS – Bagi beberapa orang yang belum memahami dirinya sendiri, zaman sekarang istilah Inner Child sering digunakan banyak orang yang untuk menjudge seseorang dengan karakter buruknya akibat masa kecil mereka.
Tapi, tidak banyak yang benar-benar memahami bahwa apa pengertian dari Inner Child dan mengetahui bahwa Inner Child bisa disembuhkan dengan berdamai pada diri sendiri.
Menurut sisi psikologi, Inner Child merupakan salah satu kepribadian seseorang yang terbentuk karena sesuatu hal dimasa kecil. Pakar psikologi, John Bradshaw mengemukakan Inner Child ini bisa terjadi lantaran pada usia 6-7 tahun anak-anak sedang dimasa dimana gelombang otak mereka mudah menangkap segala sesuatu dengan cepat.
Akibat hal tersebut sangat mungkin terjadi bila memori yang terekam saat itu menjadi long term memori dan bisa saja keluar kapan saja. Singkatnya ketika menginjak masa dewasa memori ini akan tiba-tiba saja datang sebagai memori si anak pada umur tersebut dan menganalisanya sebagai sesuatu kebutuhan yang tidak terpenuhi dimasa kecilnya.
Berbeda dengan pandangan orang yang hanya mengetahui sosok Inner Child merupakan sosok negatif dari sebuah kepribadian seseorang. Menurut ilmu psikologi, Inner Child juga bisa mengarah pada hal positif maupun negatif tergantung apa yang ia rasakan pada rentang umur tersebut.
Lalu, apakah penting memahami Inner Child dalam diri kita?
Jawabannya jelas penting, dalam beberapa kasus memahami Inner Child dalam diri mampu membuat diri kita menjadi lebih berkembang, tidak mudah sensitif dan menjadi orang yang tegar dalam menjalani hidup.
Terlebih di zaman serba bisa ini, tak sedikit orang yang kadang tersindir karena kata-kata orang yang bahkan kalau dilihat lagi apa yang diungkapkan orang tersebut juga tidak ada salahnya. Hanya karena menyentuh Inner Child kita, bisa saja kita menjadi sulit memahami dan memaafkan suatu hal yang menyakiti kita. Jalan satu-satunya supaya kita bisa terlepas dari hal ini adalah dengan memahami, mengenali dan berdamai dengan Inner Child kita supaya kehidupan kita bisa lebih bahagia.
Sebenarnya, pemicu Inner Child dapat dipengaruhi dari beberapa faktor diantaranya :
Pola asuh keluarga dalam mendidik anak
Sudah semestinya keluarga adalah lingkungan anak belajar mengenal sekaligus tempat ternyaman untuk pulang. Namun, pada beberapa kasus banyak anak yang mengeluh kedua orangtuanya terlalu ikut campur dalam kehidupannya.
Contoh kecil adalah perdebatan yang umum terjadi ketika anak memiliki jalan yang berbeda untuk menempuh hidupnya. Seperti memilih sekolah, pekerjaan, pasangan atau hal lainnya yang bisa saja lantaran perbedaan tersebut ketika masa dewasa saat kamu menerima perlakuan yang sama reflek yang akan diberikan adalah penolakan diri.
Orang-orang yang muncul dalam lingkungan kita
Selain pola asuh dan cara mendidik anak, siapa saja orang yang kita ketemu atau muncul dalam kehidupan kita juga berpengaruh. Omongan orang lain, lingkungan pertemanan, kerja dan keluarga besar bisa saja akan memperburuk Inner Child kamu.
Akibatnya, banyaknya orang yang kurang peka terhadap Inner Child pada diri mereka dapat menimbulkan luka batin yang mendalam dan terbawa hingga mereka dewasa atau yang biasa disebut trauma.
Contohnya, dalam hubungan berpasangan ada kalanya orang harus menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki pasangannya. Namun, tidak sedikit orang yang mempertanyakan kenapa pasangannya tidak bisa ini itu.
Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata keluhan yang dialaminya tersebut berasal dari Inner Childnya yang tidak bisa terpenuhi dimasa kecilnya dengan orang tuanya. Sehingga, akibatnya pasangannya lah yang menjadi korban dari luka batin masa lalunya.
Lalu, seperti apa cara kita untuk menghadapi Inner Child?
Inner Child bisa dihadapi dengan mindfullness yaitu proses analisa akan suatu hal yang terjadi apakah itu berkaitan dengan sesuatu dimasa lalu ataukah bukan. Sehingga, kamu bisa memilah dan lebih tenang dalam menghadapi kejadian tersebut.
Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan menjalin komunikasi dengan sosok masa kecil kita. Inner Child bisa timbul karena sosok masa kecil yang kita abaikan sehingga mengganggu kita dikemudian hari. Menjalin komunikasi ini bisa sangat membantu diri kita untuk memahami Inner Child diri kita karenanya, kita bisa lebih mudah memaafkan dan melanjutkan hidup dengan bahagia.
Syeira Putri Khoirunnisa
Mahasiswa Keperawatan Universitas Binawan