Tiga Prinsip dalam Pengambilan Keputusan

DEPOK POS – Mengapa orang membuat pilihan yang tidak rasional dan apa yang menghalangi mereka untuk menjadi lebih kreatif? Apa yang menyebabkan penilaian tidak dapat proposional? Yang terpenting, bagaimana kita bisa memperbaiki semua masalah yang ada?

Menangani keputusan yang kompleks membutuhkan tiga keterampilan: Keberanian untuk bersikap rasional, kreativitas, dan penilaian yang seimbang (Baltes & Smith, 1990).
Ada berbagai cara irasional untuk memperkuat posisi Anda. Misalnya, Anda dapat mencari informasi yang bisa untuk mendukung pandangan Anda. Anda juga bisa membuat alasan yang berlebihan mengapa keyakinan Anda adalah yang terbaik. Anda mungkin mendapatkan lebih banyak amunisi dari orang-orang yang berpikiran sama, rekan-rekan atau figur otoritas.

Dalam pengambilan keputusan harus dilakukan dengan bersikap rasional, karena keberanian seseorang untuk bersikap rasional memungkinkan anda berpikir objektif untuk mengatur kompleksitas.

Saatnya untuk lebih berani untuk berpikir rasional ketika tanda-tanda peringatan seperti menghindari keputusan sama sekali, menolak pandangan dari orang lain dan emosi berlebihan dalam menanggapi informasi yang tidak sejalan muncul. Kunci untuk lebih berani adalah kepercayaan diri dalam menggunakan proses yang akan membuat hasil terbaik yang paling mungkin.

BACA JUGA:  Pentingnya Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Cara paling sederhana untuk menggunakan lebih banyak keberanian adalah dengan berkonsentrasi mengikuti proses pengambilan keputusan dari pada berfokus pada konsekuensi dari pilihan. Ini disebut “orientasi proses”.

Orientasi proses mengharuskan seseorang menganggap dirinya bertanggung jawab untuk membuat keputusan berdasarkan informasi dari pada menjadi “benar” atau mencapai hasil yang baik.

Kreativitas diperlukan ketika berjuang untuk menghasilkan lebih banyak ide-ide, atau memiliki ide yang sama berulang-ulang. Sebagian besar teknik kreativitas dibangun di atas dua prinsip dasar: menantang kebiasaan berpikir dengan berbagai bentuk variasi rangsangan, dan menghubungkan kembali ide-ide baru dengan masalah yang diberikan. Beberapa Teknik lebih berguna untuk situasi umum, sedangkan yang lain sangat fokus dan terarah pada tujuan, membantu menghasilkan alternative baru untuk keputusan tertentu.

Penilaian yang lebih seimbang atau kehati-hatian diperlukan jika merasa terbebani oleh informasi, terjebak dalam pemikiran sederhana, dan bimbang di antara pilihan yang ada. Dengan berpikir lebih jernih dengan mengeksternalisasi apa yang ada di memori dan menggunakan metode untuk memvisualisaikan, menguraikan, dan menganalisis masalah dengan lebih baik.

BACA JUGA:  Empati dan Solidaritas: Kunci Keberhasilan Sosial Humaniora dalam Menjembatani Perbedaan

Jika anda merasa bingung, Lelah secara terus menerus, atau berulang kali melupakan sesuatu hal yang penting dari keputusan-keputusan yang telah anda buat untuk dipertimbangkan, mungkin memori kerja anda terlalu banyak kelebihan beban. Orang hanya dapat menyimpan informasi dalam jumlah terbatas dalam memori kerja mereka (Anderson, Reder, Lebiere, er al., 1996; Baddeley, Hitch, et al., 1974; Callicot et al., 1999; Luck, Vogel, et al. , 19997).

Bagaimana kita memanfaatkan memori kerja kita yang terbatas untu mencapai keputusan-keputusan denngan penilaian yang lebih baik? Yup, menggunakan memori eksternal, dapat menajdi suplemen kuat untuk memori kerja anda.

Bentuk memori eksternal kerja ada berbagai macam dan sangat berguna untuk membuat keputusan, menyimpan ide, memandu pemikiran-pemikiran yang ada di otak anda. Bentuk memori eksternal antara lain :

BACA JUGA:  Strategi Pemasaran Kreatif di Balik Kesuksesan ‘Inside Out 2’

1. Decision Table

2. Decision Tree

3. To Do List

4. Mind Mapping

Jika orang merasa tidak tertarik dengan keputusan, mereka tidak akan terlalu memikirkannya. Jenis keputusan itu disebut keputusan “Dingin”. Disisi lain, jika orang merasa kesal dengan keputusan mereka, mereka cenderung mencoba menyelesaikannya dengan cepat. Mereka bahkan mungkin berpura-pura keputusan ini tidak ada untuk menghindari memikirkannya. Jenis keputusan itu disebut keputusan “panas”. Keputusan “panas” adalah keputusan dengan konflik tinggi dan keputusan “dingin” adalah keputusan dengan konflik rendah.

Peluang untuk menjadi lebih rasional, berani, dan seimbang adalah tiga prinsip dalam pengambilan keputusan, yang dapat memberikan kesempatan yang akan anda miliki dalam proses pengambilan keputusan, menyusun masalah dengan cara yang menciptakan solusi yang lebih baik.

Nur Azmi Syahidah
STEI SEBI

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait