Peran Dewan Pengawas Syariah Pada Lembaga Keuangan Syariah Dalam Melaksanakan Review Syariah

DEPOKPOS – Perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat di industri keuangan selama dekade terakhir. Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan bahwa bank syariah mengalami pertumbuhan 10-15 persen dan secara global aset perbankan syariah juga mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yaitu $1 triliun per tahun sejak tahun 2016. Ini membuktikan bahwa perbankan syariah telah menjadi sorotan bagi masyarakat global.

Di Indonesia sendiri bank syariah pertama berdiri pada 1 November 1991 yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang merupakan hasil kerja tim perbankan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Semakin majunya industri keuangan dan mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam, kini telah banyak berdiri bank syariah salah satunya adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan perusahaan merger antara Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah.

Bacaan Lainnya

Untuk tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat atas bisnis yang dilakukan oleh bank syariah, maka bank syariah wajib menghadirkan keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk mengawasi dan memastikan bahwa segala aktivitas dan produk bank syariah telah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini juga telah tercantum dalam UU No. 40 Tahun 2007 dan UU No. 21 Tahun 2008 yang mengaharuskan adanya DPS di perusahaan syariah dan lembaga perbankan syariah.

Dalam mengawasi bank syariah DPS melakukan pemerikasaan di berbagai kebijakan yang diambil dengan cara melakukan review terhadap setiap keputusan manajemen serta melakukan review terhadap seluruh jenis kontrak yang dibuat oleh manajemen bank syariah dengan semua pihak. Pemeriksaan ini bertujuan agar bank syariah tercegah dalam melakukan kontrak yang dapat melanggar prinsip-prinsip syariah. Selain itu, DPS juga melakukan pemeriksaan terhadap laporan kegiatan dan laporan keuangan bank syariah dengan tujuan untuk menelusuri setiap kegiatan dan sumber keuaangan bank syariah yang tidak sesaui dengan prinsip-prinsip syariah (Subakti & Marsono, 2021).

Review syariah dalam melaksanakan tugasnya menggunakan kertas kerja yang harus disertakan laporan hasil pengawasan DPS yang disampaikan kepada direksi, komisaris DSN-MUI dan Bank Indonesia. Hasil laporan tersebut berupa kesimpulan dari DPS atas kepatuhan bank syariah terhadap aturan dan prinsip-prinsip syariah. Manajemen bank syariah juga menerbitkan laporan hasil review syariah yang secara bersamaan dengan penerbitan laporan keuangan kepada masyarakat. (Yasoa’ et al., 2020) menyatakan bahwa yang dapat melakukan review syariah harus dilakukan oleh petugas syariah yang telah memenuhi syarat setidaknya memiliki gelar di bidang syariah yang mencakup ilmu Ushul Fiqh dan Fiqh Muamalat.

Demikian peran DPS pada bank syariah dalam melakukan review syariah. Review syariah memainkan peran penting dalam memberikan jaminan kepada pemangku kepentingan bahwa setiap bisnis dan operasi yang dilakukan bank syariah telah mematuhi prinsip-prinsip syariah. Diharapkan dengan adanya DPS pada bank syariah juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah.

Oleh Khaerunisah, Mahasiswi STEI SEBI Depok

Pos terkait