oleh

Haruskah Perempuan Berperan?

Sebagai seorang perempuan tentunya kita semua sudah memahami secara nyata pengaruhnya peran kita terhadap lingkungan sekeliling kita. Mengonsep diri dengan perencanaan tentang cita-cita, tentu terdapat korelasi dalam mengambil peran. Karena dengan mengambil peran kita belajar untuk tidak ragu terhadap diri kita, dan sebagai perempuan kita percaya bahwasanya kita sangat bernilai dan mampu untuk mendapatkan setiap kesempatan demi mewujudkan cita-cita kita ke depan.

Tak jarang seorang perempuan memiliki keberanian dengan mengambil peran dalam lingkup sektor dari yang dominan sampai yang cakupannya besar dengan tujuan untuk mengendalikan dirinya dari hal-hal yang pengaruhnya kurang baik baik dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Memang seperti itu, bukan hanya ketika bulan Ramadhan saja kita harus mengendalikan diri dari hawa nafsu. Karena sejatinya hidup adalah tentang mengendalikan, mengendalikan hawa nafsu diri dari kemaksiatan, kemarahan, keburukan, dan hal-hal yang kurang berkenan lainnya.

Dalam mengambil peran, antara perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam mencari Ridho Allah dan mengembangkan potensinya masing-masing. Baik jika perempuan ingin berperan di dalam/ di luar. Yang menjadi poin adalah, ketika semua itu diniatkan untuk Allah sehingga tidak keluar jalurnya. Bahkan dengan permasalahan umat yang semakin kompleks hari ini, sudah waktunya para perempuan untuk mewarnai dunia dengan mengambil peran masing-masing. Sehingga dapat meminimalkan penguasaan dunia oleh sesuatu yang di luar syariah. Pada akhirnya  kita harus benar-benar menyadari, bahwa peran kita sangat penting untuk mengambil arti bagi kehidupan di masa depan.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Tidak hanya soal rentetan waktu, tapi lebih dari itu. Soal pola pikir dan pendisiplinan diri kita  dalam memperjuangkan sesuatu yang besar. Serta landasan dalam mengambil setiap keputusan. Sehingga dengan rezeki berupa ilmu, pemahaman kita terjaga dari sesuatu yang batil, Terlebih di zaman sekarang yang di mana perang pemikiran makin banyak dan kejam senjata-senjata tak terlihatnya.

Bahkan dalam sektor yang lebih luas peran perempuan sangat besar dalam menentukan pembangunan nasional. Dalam hal ini, salah satunya perempuan memainkan peran kunci menjadi agen perdamaian dan melakukan penguatan Keluarga. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu yang mewakili Menteri PPPA mengatakan  “Pola masyarakat ditentukan oleh masyarakat, kualitas keluarga akan mempengaruhi kualitas individu dan kualitas bangsa ke depan. Keluarga wadah menyemai kasih sayang, sumber daya materi dan sumber daya waktu dalam membesarkan anak hingga pada akhirnya menjadi ketahanan keluarga. Peran perempuan sangat signifikan di sini,” ujar Pribudiarta. Dan menurut Kepala Balitbang kumham, Sri Puguh Budi Utami, berpendapat peran perempuan sejatinya tidak hanya membangun diri dan keluarganya, tetapi juga membangun masyarakat dan negara. Negara akan kuat jika ada perempuan kuat di dalamnya. Oleh karena itu, tak ada kata lain selain perempuan harus diberi peluang seluas-luasnya untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan negara.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Dalam sektor domestik pun demikian,  Umumnya, perempuan cenderung peka terhadap lingkungan sekitarnya. Gerakan perempuan perlu mempertahankan keterbukaan pikiran, siap mendengarkan, berdialog serta bernegosiasi dengan berbagai kelompok yang ada dalam masyarakat. Posisi dan kedudukan perempuan dalam bermasyarakat dan bernegara yakni sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang memiliki sejumlah hak dan kewajiban (right and obligation), seperti firman Allah dalam Quran surah An-Nisaayat 29-33, yang menjelaskan bahwa Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Perintah Allah untuk berbuat adil dalam seluruh bidang kehidupan, baik ranah domestik maupun publik sangat tegas, keadilan harus ditegakkan. Keadilan merupakan prinsip ajaran Islam yang harus ditegakkan dalam menata kehidupan manusia, prinsip harus selalu ada dalam setiap norma, tata nilai, dan perilaku umat manusia sampai akhir zaman.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

 

Oleh Wulan (STEI SEBI)

Komentar