oleh

Pentingnya Penerapan Managemen Risiko bagi Perusahaan

Dalam mengelola perusahaan manajemen resiko merupakan salah satu elemen penting yang harus kita perhatikan, karena manajemen risiko dapat mengurangi kemungkinan kegagalan yang mengakibatkan penurunan reputasi perusahaan, penurunan produktivitas SDM, dan kerugian internal maupun eksternal terhadap laba perusahaan. Manajemen risiko juga dapat melindungi dan memastikan kesuksesan perusahaan.

Sebelum membahas manajemen risiko lebih dalam perlu kita ketahui bahwa manajemen risiko bukan hal yang ajaib yang dapat memprediksi risiko perusahaan di masa depan, namun setidaknya manajemen risiko dapat mengurangi dampak risiko dan memitigasi ketika terjadi masalah yang beresiko bagi perusahaan, sehingga penerapan manajemen risiko bergantung pada pengalaman perusahaan didalam bisnisnya karena semakin banyak pengalaman perusahaan tersebut, perusahaan akan dapat memetakan risiko yang sudah pernah terjadi disebelumnya.

Selanjutnya kenapa penting perusahaan harus menerapkan manajemen risiko? Apa yang dapat dilakukan oleh manajemen risiko?

Banyak perusahaan yang belum begitu memperhatikan akan pentingnya manajemen risiko bagi suatu perusahaan, Manajemen risiko adalah upaya untuk mempersiapkan diri terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dan kita tau apa yang harus dilakukan ketika terjadi masalah yang beresiko bagi perusahaan.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

Dalam penerapan managemen risiko pada perusahaan terdapat lima langkah proses untuk mengidentifikasi risiko yang harus perusahaan lakukann yakni sebagai berikut:

Pertama, Perencanaan risiko: perusahaan harus merencanakan risiko agar dapat mempersiapkan alat-alat atau bahan untuk pengalihan jika resiko tersebut terjadi.

Kedua, Identifikasi risiko: perusahaan harus mengidentifikasi risiko yang mungkin akan terjadi dilapangan kerja yakni bisa dengan mengambil pelajaran dari masalah yang sudah pernah terjadi atau belajar dari kesalahan perusahaan lain agar perusahaan dapat mempersiapkan jika risiko yang diidentifikasi terjadi dilapangan. Cara mengidentifikasinya bisa dengan menganalisis atau diskusi grup dengan para ahli pakar.

Ketiga, mengukur dampak risiko secara kualitatif dan kuantitatif: pengukuran ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar masalah atau risiko yang yang mengganggu pencapaian tujuan perusahaan. Pengukuran tersebut dapat menggunakan pemetaan risiko dari segi kemungkinan dan dampak.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

Keempat, merencanakan strategi penanganan risiko: pada tahap ini dimana risiko yang kira-kira bisa terjadi sudah diidentifikasi maka dibutuhkan strategi untuk penanganan risiko tersebut, dan perusahaan harus siap dengan konsekuensi dari risiko yang telah diambil.

Kelima, pengawasan dan pengendalian risiko: dalam tahap ini pengawasan dan pengendalian harus dilakukan perusahaan yakni untuk menyusun kebijakan dan prosedur agar manajemen risiko terlaksana secara efektif.
Perlu kita ketahui bahwa mengidentifikasi sebuah risiko tidak terlepas dari sebuah informasi yang cukup untuk memperkirakan risiko yang akan terjadi, kita harus banyak mengumpulkan informasi, data, dokumen dan lain-lain.

Manfaat penerapan manajemen risiko terhadap perusahaan yakni upaya perusahaan untuk mencegah kegagalan dan melindungi perusahaan dari risiko murni yang akan terjadi kapan saja sehingga perusahaan dapat mengurangi kejutan / surprise karena sudah meakukan identifikasi risiko sebelumnya, perusahaan juga dapat menghitung seberapa besar dampak yang terjadi, ketika dampak tersebut sudah terkalkulasi maka perusahaan dapat lebih mudah mengelola resiko tersebut. Manajemen risiko juga memberikan pedoman perusahaan kepada manajemen bagaimana mengelola dan mengatasi risiko dengan baik dan benar.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

Perlu diingat bahwa manajemen risiko tidak dapat memberikan informasi secara spesifik untuk melakukan prediksi. Manajemen risiko dapat memprediksi akan adanya suatu masalah dalam perusahaan, namun manajemen risiko tidak dapat menentukan kapan masalah itu akan terjadi. Kita boleh saja merencanakan suatu hal, namun kita tidak dapat memastikan keberhasilan rencana tersebut. hal ini merupakan qadarullah sebagaimana yang telah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dalam Q.S Luqman ayat 34 yang artinya: “ dan tidak seorangpun dapat mengetahui dengan pasti apa-apa yang diusahakannya esok..” (Q.S Luqman: 34)

Sekian pembahasan tentang manajemen risiko ini semoga bermanfaat.
(Dhany Widiantari/STEISEBI)

Komentar

Berita lainnya