oleh

Benarkah Saffron dapat digunakan untuk Pengobatan Mascne (Masker Acne) dimasa Pandemi?

Pandemi COVID-19 memaksa seluruh lapisan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dimana hidup dengan ancaman tertular virus COVID-19 setiap harinya. Di Indonesia, setelah kebijakan “New Normal’ diberlakukan masyarakat harus membiasakan memakai masker di ruang publik demi mencegah penularan virus COVID-19. Pemakaian masker dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang baru bagi kebanyakan orang, apalagi durasi pemakaian masker yang tergantung pada lamanya seseorang berada di ruang publik. Kewajiban memakai masker ini menimbulkan masalah kesehatan baru di mana muncul jerawat di bagian wajah yang tertutup masker pada sebagian orang yang menggunakan masker baik itu tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Hal ini dibuktikan dalam beberapa penelitian terkait jerawat yang muncul akibat penggunaan masker yang terlalu lama, dalam suatu penelitian tahun 2020 menyebutkan jerawat dapat muncul mulai dari 1 bulan pemakaian masker secara rutin setiap hari. Jerawat yang muncul dapat disebabkan oleh bakteri dari mulut, kebersihan mulut dan tangan, serta kebersihan masker. Material dari masker yang digunakan juga berpengaruh terhadap timbulnya jerawat.

Seiring munculnya keluhan timbulnya jerawat sebagai akibat penggunaan masker di masyarakat selama pandemi juga menyebabkan munculnya permintaan akan obat jerawat. Di Indonesia sendiri banyak produk skincare lokal baru yang bermunculan dengan solusi perawatan jerawat. Salah satu yang sedang trend belakangan ini adalah saffron sebagai kandungan skincare untuk mengobati jerawat.

BACA JUGA:  Fenomena Hustle Culture

Saffron merupakan bagian kepala putik bunga dengan nama latin crocus sativus yang dikeringkan dan kemudian dijadikan rempah. Rempah saffron terkenal dengan harganya yang mahal dan mengandung banyak manfaat mulai dari digunakan sebagai pewarna pada makanan dan rempah penambah rasa makanan hingga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Shafiee,dkk. tahun 2017 ditemukan bahwa kandungan dalam saffron yang bersifat antidepresan dan anti-kecemasan yang mirip dengan obat antidepresan pada umumnya namun memiliki efek samping yang lebih sedikit menjadikan saffron banyak diminati di masyarakat. Selain itu beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa kandungan antibakteri dalam saffron dapat dimanfaatkan dalam mencegah berkembangnya bakteri pada makanan sehingga dapat mencegah beberapa penyakit yang timbul akibat bakteri pada makanan seperti diare.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Muzaffar,dkk. tahun 2016 dengan mengambil ekstrak saffron dan mencampurkannya dengan beberapa bakteri dan jamur sehingga didapatkan hasil bahwa sifat antioksidan dalam saffron dapat melawan bakteri-bakteri dan jamur tersebut. Namun demikian bakteri yang digunakan pada penelitian ini merupakan foodborne bacteria atau bakteri yang mengkontaminasi makanan, tidak termasuk jenis bakteri pada jerawat sehingga tidak dapat diketahui apakah antioksidan pada saffron juga berpengaruh terhadap bakteri yang ada pada jerawat.

BACA JUGA:  Kemudahan Informasi dan Kecenderungan Mendiagnosa Diri Sendiri

Dalam penelitian tentang kandungan SPF dan efek melembabkan wajah pada produk skincare yang mengandung saffron di Iran tahun 2010, menunjukan bahwa kandungan saffron dalam produk skincare memang dapat memberikan perlindungan dari sinar UV pada kulit namun tidak memberikan efek melembabkan. Dalam penelitian ini dibandingkan pemakaian pelembab yang mengandung saffron dengan yang tidak mengandung saffron kepada dua kelompok orang yang berbeda. Hasil yang didapatkan adalah pelembab yang mengandung saffron bahkan membuat kelembaban kulit jadi berkurang secara drastis. Hal ini bisa jadi karena kandungan lemak yang rendah pada saffron.

Berdasarkan dua penelitian yang telah penulis jelaskan di atas terlihat bahwa dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan saffron dalam kandungan produk skincare untuk mengobati jerawat. Meskipun saffron merupakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan dan sudah memiliki banyak manfaat namun ditemukan bahwa saffron dapat menurunkan kelembaban pada kulit wajah sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Selain itu, trend penggunaan saffron dalam kandungan produk skincare obat jerawat harus dikaji kembali oleh peneliti dan ahli dermatologi, karena sejauh ini belum ada penelitian spesifik yang menyatakan saffron secara signifikan dapat mengobati jerawat.

BACA JUGA:  10 Jenis Makanan yang Dapat Mengatasi Stress

Dikutip dari penjelasan Dokter estetika Richard Lee, MARS, AAAM bahwa jerawat terdiri dari berbagai jenis. Ada jerawat yang dapat sembuh dengan sendirinya namun ada juga jerawat yang perlu pengobatan khusus. Bagi sebagian orang yang menyatakan bahwa pemakaian saffron dalam mengobati jerawat terbukti ampuh belum tentu dapat dipercaya. Bisa saja orang tersebut memiliki jerawat yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Pemakaian obat jerawat harus dilakukan dengan hati-hati. Masyarakat harus peka terhadap kandungan apa saja yang terdapat dalam obat jerawat yang digunakan. Terlebih lagi jerawat yang disebabkan oleh pemakaian masker merupakan suatu hal yang baru di masa pandemi ini. Sehingga disarankan untuk memakai produk yang sudah terbukti dapat mengobati jerawat seperti skincare dengan kandungan retinol, niacinamide dan sebagainya.

Oleh: Putri Rahmadian
Mahasiswa Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unversitas Indonesia

Komentar

Berita lainnya